Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *191*


__ADS_3

Satu bulan kemudian, Gisella mulai bisa berkerja kembali.


"Aku harus selalu berjuang semua demi Tiara, aku harus bisa memajukan perusahaan yang sudah di berikan oleh Mama Rossa kepada kuu. Kepercayaan ini harus bisa aku manfaat kan dengan baik."


Gisella mulai bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya, dia merasa sangat berat sekali untuk meninggalkan Tiara.


Tapi dia juga harus mengingat jika hanya seorang singel mother.


"Buu, maafkan aku yaa. Aku merepotkan ibu. Aku harus menitipkan Tiara kepada ibu padahal di toko bunga pun sedang sibuk-sibuknya."


Gisella merasa sangat sedih ketika dia harus melakukan ini.


"Sudahlah Nak, pergi saja jangan memikirkan Tiara. Biarkan Tiara bersama dengan ibu di sini dia pasti aman bersama dengan ibu."


Gisella pun memeluk erat Tiara dan mencium kening nya.


"Ibuu pergi dulu yaa sayaaaaang, kamu baik-baik bersama dengan Nenek. Semoga saja ibu bisa membahagiakan kamu yaa sayaaaaang."


Tiara pun keluar dari rumah nya dia pun di antar oleh supir pribadi nya.


"Ini adalah hari pertama kali nya aku masuk kembali dan pembukaan kantor, aku sudah menyiapkan semua nya yang akan aku sampaikan."


Gisella pun masuk ke dalam mobil nya, dia sangat gugup sekali.

__ADS_1


"Semoga saja aku bisa melakukan nya, semoga saja aku tidak gugup."


Gisella mengambil handphone nya, dia terus saja memandangi foto Tiara.


"Demi kamu Nak, ibu harus bisa."


Gisella di perjalanan terus saja meyakinkan diri nya.


Sampai akhirnya dia pun sampai di depan kantor nya.


Banyak sekali orang yang berada di depan kantor tersebut membuat Gisella semakin bergetar.


Gisella memejamkan mata nya dan mencoba untuk menenangkan pikiran nya.


Gisella pun keluar dari mobil nya dan semoga mata tertuju kepada nya.


Gisella terus saja menebarkan senyuman manis.


Dan akhirnya dia pun harus menyembunyikan sepatah kata di depan semua karyawan nya.



Gisella terlihat sekali seperti wanita yang pintar dia menyampaikan kata dengan sangat baik dan bijak sehingga mereka pun percaya jika Gisella bisa memimpin perusahaan tersebut.

__ADS_1


Mereka pun sangat mengagumi Gisella, karena Gisella yang mendesain semuanya. Gisella yang mempersiapkan semua nya.


Tepuk tangan pun terdengar sangat keras sekali untuk Gisella.


Rossalinda merasa sangat kagum sekali dengan Gisella, dia merasa tidak salah pilih untuk menjadi Gisella sebagai pemimpin di perusahaan nya.


Gisella pun memulai kesuksesan nya, dan ketika Gisella melihat ke arah depan dia melihat Dokter Rivan yang berada di depan mobil nya dia tersenyum memandangi Gisella.



"Kenapa dia berada di sini,? dia sedang apa. Apakah dia datang untuk aku. Apa yang sebenarnya dia rencana kan, apakah aku harus mengikuti permainan nya."


Ketika sudah melihat Dokter Rivan, Gisella pun memilih untuk masuk ke dalam kantor nya dan memulai bisnis baru nya.


"Gisella, ternyata bukan hanya cantik dia juga wanita yang cerdas. Aku rasa dia lebih cerdas dari Laura."


Rivan menghampiri satpam dia memberikan bucket bunga untuk Gisella.


"Saya titipkan bucket bunga tersebut kepada Gisella yaa, bilang saja dari Dokter Rivan."


Rivan memberikan bucket bunga mawar putih untuk Gisella.


Dia juga memberikan boneka kecil berbentuk love berwarna pink, yang dia selipkan di bucket bunga tersebut.

__ADS_1


__ADS_2