Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 34.


__ADS_3

Gisella memilih untuk pergi beristirahat tapi ternyata Barra kembali ke dalam tersebut dan membuat Gisella langsung terbangun.


"Semua kamar yang berada di sini semua nya terkunci, kamu tenang saja aku akan tidur di bawah saja."


Barra mengambil guling dan bantal serta mencari kain untuk alas nya tidur.


Barra memilih untuk tidur di bawah karena tidak mau membuat Gisella merasa tidak nyaman dengan kehadiran.


Barra merasa sangat kesal sekali terhadap Mama nya yang sampai harus mengunci semua pintu kamar yang ada di villa tersebut.


Gisella pun merasa sangat kasihan sekali melihat Barra yang tidur di lantai yang hanya di alasi oleh kain saja sedangkan udara di Bandung sangat dingin sekali.


Gisella merasa sangat kebingungan sekali apa yang harus dilakukan.


"Apa aku ajak saja Kak Barra untuk tidur bersama dengan kuu, aku yakin dia tidak melakukan apapun terhadap aku."


Gisella mencoba untuk beranjak dari tempat tidurnya dia menghampiri Barra.


Terdengar suara menggigil Barra seperti sangat kedinginan sekali.

__ADS_1


"Kak Bagun Kak, ayo pindah ke atas jangan tidur di lantai ini sangat dingin sekali."


Barra tidak juga terbangun dari tidurnya karena Gisella tidak menyentuh Barra sama sekali.


Gisella pun mencoba untuk menepuk lembut pipi Barra dan seketika Barra langsung memegang tangan Gisella yang begitu sangat lembut sekali.


"Laura sayaaaaang, aku sangat merindukan muu sayaaaaang."


Mendengar perkataan Barra membuat Gisella merasa sangat tidak nyaman sekali dia pun mencoba untuk melepaskan genggaman tangan yang di genggaman erat oleh Barra.


"Aku Gisella Kak, bukan Kak Laura aku mohon lepaskan tangan kuu ini."


Mendengar suara Gisella seketika Barra pun langsung melepaskan genggaman erat tangan nya dan terbangun dari tidurnya.


Barra pun mundur menjaga jarak dari Gisella.


"Aku merasa sangat kasihan saja melihat Kak Barra yang tidur di lantai kedinginan sambil menggigil seperti itu, aku mengajak Kak Barra untuk tidur bersama di ranjang."


Tatapan mata Gisella begitu sangat polos sekali dia seperti benar-benar memperdulikan sekali Barra.

__ADS_1


"Sudah tidak apa-apa jangan hawatir kondisi aku, sekarang lebih baik kamu istrirahat saja yaa."


Barra pun langsung memilih menyelimuti tubuh nya dengan kain dan memeluk erat gulung agar tidak merasa kedinginan.


Gisella yang melihat Barra dia pun mengikuti apa yang di katakan oleh Barra.


Gisella naik kembali ke ranjang nya untuk beristirahat, Laura pun menarik selimut sampai menutupi wajahnya.


Semakin malam udara di sana semakin sangat dingin sekali, Laura yang tidur dengan selimut yang sangat tebal pun tetap merasakan dinginnya malam itu.


Gisella pun memilih untuk terbangun dan melihat kondisi Barra yang pasti sangat kedinginan sekali.


"Kasihan sekali Kak Barra, tapi percuma saja dia tidak mau pindah ke ranjang tidur bersama dengan aku di sini."


Gisella mencoba untuk mencari sesuatu di dalam lemari dan dia melihat jas yang di pakai oleh Barra di hari pernikahan nya.


Gisella merasa jas ini begitu sangat tebal sekali sehingga bisa untuk mengurangi rasa dingin yang di rasakan oleh Barra.


Gisella pun langsung ngambil jas tersebut dan menyelimuti Barra dengan jas tersebut.

__ADS_1


Gisella juga mencoba untuk memakai kan kaos kaki agar Barra tidak terlalu kedinginan.


Melihat apa yang sudah dia lakukan kepada Barra, Gisella pun tersenyum manis dan kembali ke ranjang nya.


__ADS_2