Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode #218#


__ADS_3

Laura dengan penuh emosional dia pun masuk ke dalam mobil nya, dia masih tidak menyangka jika semuanya harus berakhir seperti ini.


"Apakah ini tanda nya hubungan rumah tangga ku akan berakhir seperti ini dengan mudah nya di saat aku sedang hamil, tidak ada suami di samping ku ini sangat menyeramkan sekali."


Laura merencanakan kelicikan kepada Gisella, dirinya akan membuat Gisella seolah-olah menjadi seorang wanita penggoda suami nya.


"Jika aku mengatakan hal ini kepada media, maka Gisella akan mengalami penurunan produksi nya. Karena Gisella akan di benci oleh semua orang karena dia adalah sebagai wanita penggoda, menggoda suami dari Kakak kandung nya."


Laura pun langsung tersenyum puas ketika merencanakan hal tersebut.


"Kamu jangan main-main dengan Kakak mu yaa Gisella, kamu akan menyesal sekali. Dan kamu Barra kamu tidak akan pernah bersama dengan Gisella, karena rencana ku selanjutnya akan di mulai dari sekarang."


Laura terpaksa melakukan hal ini karena dia tidak mempunyai pilihan lagi.


"Ketika Gisella di sebut sebagai wanita penggoda, produk shampo nya pun akan menurun drastis dan konsumen akan lebih berpindah kepada produk ku. Ini akan menguntungkan untuk bisnis ku juga."


Laura pun memilih untuk kembali ke kantor nya, dia mulai merasa sangat tenang sekali karena dia yang sudah mempunyai rencana selanjutnya.


Di perjalanan Laura pun memikirkan kembali rencana nya yang selanjutnya akan seperti apa lagi, Laura merasa rencana pasti akan sangat berhasil apalagi Gisella yang tinggal bersama dengan Barra.


"Lihat saja yaa, kalian pasti sangat menyesal sekali dengan apa yang sudah kalian lakukan kepada ku."


Laura pun akhirnya sampai di kantor nya, dia melanjutkan kembali pekerjaan nya.


Laura terlihat lebih bersemangat sekali dan dia tidak sabar sekali ingin segera berbicara di depan media tentang ini semua.


"Sebentar lagi kabar kasus perceraian ku pasti akan menghebohkan media sosial, begitu juga dengan sebutan nama baru untuk Gisella seorang pelakor cantik. Gisella sudah ku duga kamu memang menginginkan suami ku dari awal pernikahan kontrak itu dan sekarang setelah kelahiran anak pertama ini menjadi alesan besar untuk kalian berdua bisa bersama."


Laura dengan sangat sengaja dia upload foto kertas tentang perceraian ke media sosial, dua menulis kata-kata yang sangat sedih sekali.


~Rumah tangga ku berakhir karena pelakor cantik, padahal sekarang aku sedang hamil anak ke dua ku. Aku sangat sedih sekali.~


Hanya dengan hitungan detik media sosial pun di hebohkan dengan postingan Laura.


Dan Laura pun langsung tersenyum puas ketika semua orang yang pasti lebih mendukung dirinya.


"Mereka pasti bertanya-tanya siapa pelakor cantik tersebut dan ini akan menjadi teka-teki untuk mereka semua nya."


Asisten pribadi Laura pun begitu sangat terkejut sekali ketika dirinya membaca setatus Laura di media sosial milik nya.


"Kenapa wajah Bu Laura sangat berbeda jauh dengan sebelum dia pergi, ketika dia pertama kali mendapatkan surat perceraian itu dia terlihat sangat sedih sekali. Tapi sekarang dia bisa tersenyum manis dan siapa pelakor cantik yang Bu Laura maksud yaa,? apakah Bu Gisella."


Asisten pribadi Laura sangat menyayangkan sikap Laura, yang memanfaatkan kasus perceraian dengan bisnis nya.


Asisten pribadi Laura hanya bisa menggelengkan kepalanya ketika melihat perlakuan Laura.


***


Gisella begitu sangat terkejut sekali ketika melihat postingan Laura di media sosial, begitu juga dengan Rivan.


Gisella seketika langsung terdiam ketika membaca setatus Laura.


"Pelakor Cantik,? di dalam rumah tangga Kak Laura dan Kak Barra. Aku rasa itu tidak mungkin terjadi karena Kak Barra tidak mungkin seperti itu."


Gisella pun memikirkan apa yang di maksud dengan postingan Laura.


"Ini sungguh sangat aneh sekali, ini bukan sikap Kak Laura yang sesungguh nya. Dia pasti akan menjaga rahasia ini di depan media sosial seperti pernikahan kontrak yang pernah aku lakukan tapi sekarang kenapa Kak Laura menjadi seperti ini yaa. Sungguh sangat aneh sekali."


Pemberitaan kasus perceraian Laura dan Barra pun menjadi trending topik di semua media sosial.


Barra yang mengetahui hal tersebut dari Asisten pribadi Melati pun dia begitu sangat terkejut sekali ketika membaca postingan Laura.


"Astagaaaa Lauraaaaaaa, apa maksud nya dia sampai harus seperti ini di media sosial. Kenapa dia sampai berbohong dengan menulis Pelakor Cantik itu siapa."


Barra merasa sangat kesal sekali terhadap sikap Laura dan membuat Melati pun begitu sangat kasihan kepada Barra.


"Pak Barra, apakah yang di maksud dengan Pelakor Cantik ini adalah Ibu Gisella Reviska. Karena Ibu Gisella itu adalah pesaing bisnis milik Ibu Laura padahal mereka berdua adalah Kakak dan Adik."

__ADS_1


Barra pun seketika langsung berpikir ke arah sana.


"Yaa, dengan ini Laura juga bisa membuat produk shampo milik Gisella mendapatkan penurunan produksi yang sangat drastis sekali karena Gisella yang di sebut dengan Pelakor Cantik. Astagaaaa Laura kamu jahat sekali padahal Gisella itu adalah adik kandung Laura sendiri."


Melati pun memilih untuk pergi dari ruangan Barra, dia terlihat sangat kesal juga dengan sikap Laura kepada Barra.


"Pantesan aja Pak Barra ingin menceraikan istrinya, karena istri nya yang sangat licik sekali. Aku tidak menyangka akan menjadi seperti ini semoga saja Pak Barra segera berpisah dengan Bu Laura dan bisa segera bersama dengan Bu Gisella."


Barra mencoba untuk menghubungi Gisella dia tidak mau ingin memberitahu kan kepala Gisella.


Gisella yang sedang mempromosikan produk shampo terbaru nya dengan varian baru dia melihat seperti ada panggilan telephone yang masuk


"Kak Barra, dia menelephone ku. Pasti dia akan membicarakan tentang postingan milik Kak Laura."


Gisella pun dengan sangat cepat mengambil handphone nya tersebut.


*Hallo Kak Barra*


*Hallo Gisell, apakah kamu sudah membaca postingan terbaru Laura di media sosial milik nya*


*Ya, aku sudah membaca dan siapa yang di maksud dengan Pelakor Cantik yang di tulis kan oleh Kak Laura*


*Aku pun sebenar nya tidak tahu siapa Pelakor Cantik yang di maksud Laura, kalau bukan Laura sendiri yang memberitahu nya. Tapi aku sangat hawatir sekali jika yang di maksud dengan Pelakor Cantik itu adalah kamu Gisella*


*Apa aku,? Pelakor Cantik. Apa maksud Kak Laura melakukan hal ini kepada ku*


*Gisella kamu tenang dulu yaa, ini hanya pemikiran ku saja. Karena kamu tahu kan Laura itu seperti apa dia sekarang semakin licik sekali*


*Baiklah Kak, aku sekarang hanya bisa terdiam saja. Sebelum Kak Laura menyebutkan nama ku , jika sampai yang di maksud dengan Pelakor Cantik itu adalah aku. Aku pun tidak akan diam*


*Gisella kamu tenang saja yaa, Kak Barra juga pasti akan membantu kamu jika ini benar terjadi*


Gisella dengan sangat emosional sekali dia pun langsung mengakhiri panggilan telephone dari Barra .


"Aku tidak mengerti dengan Kak Laura, dia tidak ada habis nya selalu saja membuat aku yang menjadi korbannya dari permasalahan nya. Dia juga selalu menyalakan aku dalam setiap apapun yang terjadi."


Gisella merasa tidak bisa diam sebelum mendengar penjelasan dari Laura sendiri.


Barra begitu sangat emosional sekali tapi tidak untuk Laura yang tersenyum manis di atas penderitaan Gisella.


"Sebenar lagi Mas Barra pasti akan datang menemui aku, dia pasti akan memohon kepada ku untuk mengklarifikasi tentang postingan yang sudah aku buat di media sosial. Dan akhirnya Mas Barra pun akan mencabut kembali keputusan untuk bercerai dengan kuu."


Laura dengan sangat santai nya, dia tersenyum sambil memainkan handphone nya dan membaca komentar-komentar para netizen.


Kedatangan Barra ke kantor Laura membuat para pegawai nya langsung berdiri melihat Barra.


Mereka semua melihat wajah Barra yang begitu sangat marah sekali kepada Laura.


"Coba lihat wajah Pak Barra, dia pasti sangat marah sekali yaa dengan Bu Laura."


Ucap salah satu pegawai sambil memandangi wajah Barra.


"Aku tidak percaya jika Pak Barra memiliki wanita simpanan, jika sampai Pak Barra seperti itu kenapa tidak dari dulu saja ketika Bu Laura yang belum bisa memberikan keturunan untuk nya. Aku rasa perceraian rumah tangga mereka bukan karena orang ke tiga."


Melihat para pegawai yang seperti sedang membicarakan tentang Laura, asisten pribadi Laura pun langsung menghampiri mereka.


"Stop jangan banyak berkomentar jika sampai terdengar oleh Bu Laura, kalian pasti akan segera di keluar kan dari kantor ini."


Karena merasa sangat ketakutan sekali di keluarkan para pegawai pun duduk dan fokus berkerja kembali.


Barra membuka pintu ruangan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


Laura pun berdiri sambil tersenyum manis melihat kedatangan suami nya.


"Sudah ku duga kamu pasti akan datang ke pada ku, dan meminta aku untuk mengklarifikasi dan perceraian kita berdua di batalkan kamu mencabut kembali keputusan mu itu untuk kita berpisah."


Barra tersenyum tipis kepada Laura.

__ADS_1


"Jelaskan kenapa ku siapa yang kamu maksud dengan Pelakor Cantik,? siapa? jangan berhalusinasi dan menambah drama di proses perceraian kita berdua ini."


Laura pun menghampiri Barra dan berdiri di hadapan Barra dengan memegang dasi Barra.


"Bagaimana rasanya di tinggalkan oleh suami sendiri di sebuah Apartemen, sedang suami nya yang sedang berada di rumah orang tua nya dengan di temani wanita dengan Putri kecilnya yang selalu saja menjadi sebuah alesan pertemuan kalian berdua."


Laura pun langsung menarik kencang dasi tersebut dan mendorong tubuh Barra.


"Gisella,? selalu saja Gisella yang menjadi korban nya. Gisella memang tinggal di rumah Mama dan aku pun memilih untuk tidak tinggal di sana , aku tinggal di Apartemen. Yang menyebalkan Gisella tinggal di sana pun itu semua karena kamu yang mengusir Gisella dari rumah orang tua nya."


Laura pun memandangi wajah Barra dengan tatapan mata yang sangat tajam sekali.


"Dan kamu yang selalu setia untuk membela Gisella di saat seperti apapun, Dan seperti nya lebih baik aku melanjutkan ini semua agar Gisella bisa mempunyai rasa malu nya."


Barra pun di buat tidak percaya dengan apa yang di lakukan oleh Laura, dia selalu menjalankan rencana yang tidak masuk akal.


"Laura, kamu melakukan ini karena kamu takut bersaing dengan produk Gisella. Karena wajah Gisella yang lebih cantik dan menarik hati, sehingga kamu melakukan ini semua."


Laura merasa tidak percaya ketika suami nya sendiri menyebutkan wanita lain yang lebih cantik dari nya.


"Oh, apa yang kamu bilang tadi. Gisella yang lebih cantik dan lebih menarik daripada istri mu sendiri. Kamu sudah sangat kelewatan sekali Mas, aku ini adalah istri kamu Mas."


Laura di buat benar-benar emosional sekali dengan Barra.


"Apapun yang akan kamu lakukan di media sosial, aku akan tetap membela Gisella tidak akan membela kamu Laura."


Barra pun langsung memilih untuk meninggalkan Laura dan membuat Laura semakin merasa sangat sakit sekali.


"Dia benar-benar tidak menghargai perasaan ku, baiklah aku akan melakukan ini semua nya. Dan kalian semua jangan menyesal dengan apa yang akan aku lakukan ini."


Laura mengambil handphone nya dan dia pun berniat untuk upload foto Gisella di media sosial nya.


Pelakor Cantik



Laura dengan sangat cepat sekali dia upload foto Gisella di media sosial nya.


"Ini kan yang kamu inginkan Mas Barra, aku melakukan nya. Karena kamu yang menang ku sendiri dan lihat lah karir Gisella seketika akan menghilang begitu saja karena sebutan nya sekarang sebagai seorang *Pelakor Cantik*."


Laura lebih memilih untuk menyimpan handphone nya dia begitu sangat senang sekali ketika dia sudah melakukan nya dengan cara yang cepat.


Gisella pun begitu sangat terkejut sekali ketika dia melihat foto yang upload di media sosial dengan tulisan Pelakor Cantik.


Gisella meneteskan air mata nya dia merasa sangat sakit ketika melihat hal tersebut.


"Kak Laura sudah cukup kamu melakukan aku selalu seperti ini, aku tidak bisa menahan rasa sakit dan kesal ku ini."


Gisella pun memilih untuk keluar dari kantor nya, dan para pegawai nya pun merasa sangat kasihan sekali ketika melihat Gisella.


"Tega sekali Bu Laura melakukan hal ini kepada Bu Gisella, menuduh Bu Gisella sebagai penyebab berakhir nya rumah tangga nya."


Para pegawai pun terus memperhatikan Gisella yang masuk ke dalam mobil nya.


"Pak, antarkan saya ke rumah orang tua saya."


Gisella memilih untuk pergi ke rumah orang tua nya, Gisella ingin membicarakan tentang permasalahan ini dengan kedua orang tuanya.


"Ayah dan ibu harus mengetahui semuanya, karena sikap Kak Laura yang sudah sangat kelewatan sekali dengan aku. Aku sudah sangat capek sekali ketika aku harus selalu terdiam saja ketika Kak Laura yang selalu memanfaatkan aku dan menyalahkan aku."


Rossalinda menghawatirkan kondisi Gisella ketika melihat berita tentang Laura yang sudah sampai ke acara televisi.


"Memang seharusnya Barra berpisah dengan Laura, tapi Laura lagi-lagi membawa Gisella ke permasalahan rumah tangga nya."


Tiara pun tiba-tiba saja langsung menagis tidak ada hentinya.


Rossalinda pun langsung menghampiri Tiara.

__ADS_1


"Kenapa Tiara kenapa dia menangis sangat kencang sekali seperti ini,? apakah ada yang luka di tubuh nya."


Rossalinda mencoba untuk menenangkan Tiara yang terus menerus menangis kencang.


__ADS_2