
Laura menghampiri Gisella dia mencoba untuk menenangkan perasaan Gisella.
"Kakak tahu kan, aku berpacaran dengan Rangga Sebastian semenjak aku masih SMA dan kita pun memilih untuk kuliah di universitas yang sama. Dan kita berdua memiliki cita-cita untuk bisa terus bersama."
Gisella tidak kuasa menahan air mata nya tapi dia berusaha untuk tetap tegar di hadapan Laura.
"Ketika aku mengatakan bahwa aku ingin mengakhiri hubungan kuu, di saat itu juga dia berniat untuk mengajak aku untuk bertunangan. Kakak tahu begitu hancur nya hati aku ketika mendengar itu tapi aku tetap mengatakan jika hubungan kita berdua harus berakhir."
Gisella tersenyum manis kepada Laura sambil memegang tangan Laura.
"Jika Kakak merasa hanya Kakak yang tersakiti di rencana pernikahan ini, itu salah besar Kaa. Lihat aku yang jika nanti aku bisa memberikan keturunan untuk kalian berdua dan aku belum tentu bisa di terima kembali di kehidupan Rangga, sedangkan Kakak sendiri masih bisa melanjutkan hubungan pernikahan Kakak dengan kebahagiaan yang bertambah."
Gisella pun langsung melepaskan genggaman tangan nya kepada Laura dan melemparkan guling tersebut.
"Lebih baik aku pergi kehidupan kalian penuh dengan drama yang mengorbankan perasaan orang lain."
Gisella memilih untuk pergi dari villa tersebut pelayan suruhan Rossalinda terus merekam nya.
__ADS_1
Barra merasa sangat kebingungan sekali ketika Gisella pergi Laura memilih untuk terdiam dia tidak mengejar Gisella.
"Laura kamu jahat sekali, aku akan mengejar Gisella agar dia tidak pergi."
Laura seketika langsung terkejut ketika melihat Barra yang berlari untuk mengejar Gisella.
"Kenapa seperti ini, apakah ini artinya Mas Barra sudah memiliki perasaan kepada Gisella."
Laura hanya memperhatikan mereka berdua di depan pintu kamar dia sama sekali tidak mau menghampiri Gisella.
"Maafkan dengan ke egoisan kuu ini, tapi aku emang belum memberikan Mas Barra seutuhnya kepada kamu Gisella. Karena masih ada rasa cemburu aku yang sangat besar sekali."
"Gisella aku mohon yaa kamu jangan pergi yaa, kamu jangan membuat Mama menjadi marah besar."
Gisella mencoba untuk melepaskan genggaman tangan Barra.
"Kak, lalu aku harus bagaimana. Aku tetap berada di villa ini melihat kalian berdua bersama bermesraan hah ,? aku tidak mau itu hanya membuang-buang waktu kuu percuma."
__ADS_1
Barra pun melepaskan genggaman tangan tersebut dia melihat Gisella yang merasa sangat kesakitan sekali.
"Oke, sekarang kamu mau kemana ? kalau kamu mau pulang Kakak antar kamu pulang. Kamu masih istri sah dan Kakak pun harus bertanggung jawab terhadap kamu juga."
Laura melihat Barra dan Gisella yang sedang berbicara di depan mobil nya.
"Aku tidak mau pulang ke rumah, itu hanya membuat Ayah dan Ibu sedih. Aku tidak tahu harus pergi ke mana."
Barra merasa sangat kasihan sekali melihat Gisella yang masih bisa memikirkan perasaan kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu bisa mempunyai pikiran seperti itu, sedangkan Kakak kamu sendiri melakukan hal seperti ini dia tidak memikirkan perasaan orang tua nya."
Barra pun memilih untuk menarik tangan Gisella dan menuju ke mobil nya.
"Naik lah, kita pergi bersama malam ini berdua saja."
Seketika Gisella pun langsung terkejut mendengar perkataan Barra.
__ADS_1
"Maksudnya apa,? Kak Barra mau bawa aku ke mana."
Gisella seperti ketakutan sekali ketika Barra akan membawa nya ke suatu tempat.