
Gisella masuk ke dalam mobil Barra dia memilih untuk duduk di kursi belakang.
Barra hanya bisa terdiam saja dia tidak mau memaksa Gisella.
"Gisell, kamu kelihatan sangat kelelahan sekali. Kamu jangan terlalu cape ya ingat kandungan kamu yaa."
Barra mencoba untuk memberikan perhatian kepada Gisella.
"Iya, aku sangat lelah sekali tapi itu harus aku hadapi setiap hari."
Barra memilih untuk membawa Gisella ke sebuah Restoran, karena dia tahu pasti Gisella belum makan.
"Kita makan dulu yaa, dan kamu jangan menolak nya."
Gisella pun diam mengikuti apa yang di katakan oleh Barra karena dia juga memang sangat lapar sekali.
Barra mencari Restoran yang terbaik untuk Gisella karena dia juga memikirkan bayi yang ada di kandungan Gisella.
Barra sampai di Restoran yang dia pilih, dia pun langsung membuka kan pintu mobil nya untuk Gisella.
"Kamu hati-hati yaa Gisella, awas nanti kepala kamu terbentur."
Gisella merasakan perhatian yang di berikan oleh Barra kepada nya.
"Terimakasih aku bisa hati-hati Koo."
Gisella pun langsung turun dari mobil nya dan berjalan menuju ke meja yang sudah di pilih oleh Barra.
"Duduklah dengan santai yaa Gisella."
Barra memesan makanan yang sangat banyak sekali dia ingin sekali Gisella makan banyak bersama dengan nya.
"Gisella Kita makan banyak yaa siang ini, pokoknya kamu harus banyak makan yaa."
Gisella tidak menyangka jika Barra memesan makanan yang sangat banyak sekali untuk nya.
__ADS_1
Barra memperhatikan Gisella yang sangat lahap sekali makan nya dan membuat Barra sangat senang sekali.
Barra menunggu Gisella untuk menghabiskan makanan nya, barulah Barra mulai berbicara dengan Gisella.
"Gisella, bagaimana dengan kondisi kehamilan kamu. Apakah kamu sudah di cek kandungan?."
Gisella yang terlalu sibuk membuat nya lupa waktu untuk memeriksa kan kandungan nya.
"Bulan ini aku belum periksa mungkin nanti kalau aku libur mengajar baru aku sempatkan untuk memeriksa kehamilan ini. Tapi semua baik-baik saja tidak ada keluhan sama sekali."
Barra melihat jika kandungan Gisella memang lebih kuat dari Laura.
"Mau aku antar Gisella, karena aku pun ingin melihat perkembangan bayi yang ada di dalam kandungan kamu. Kamu jangan berpikiran negatif ini hanya untuk antara aku dan bayi kita."
Gisella merasa sangat tidak nyaman sekali ketika Barra sudah mulai mendekati nya kembali.
"Bukan kah anak yang ada di kandungan Kak Laura itu lebih istimewa, lebih baik Kak Barra fokus saja pada Kak Laura. Jika sampai Kak Laura mengetahui suami tercinta mengantarkan istri kontrak nya cek kandungan itu bisa membuat kebakaran yang sangat dahsyat sekali di hati Kak Laura."
Barra ingin sekali bisa perhatian pada bayi yang ada di kandungan Gisella walaupun dirinya harus banyak berbohong dengan Laura.
"Gisella, itu tidak mungkin terjadi karena tidak akan ada yang tahu. Aku mohon Gisella jangan selalu menghindar aku hanya ingin bertanggung jawab untuk anak ku saya, karena walaupun hubungan pernikahan kita sudah berakhir tapi bayi yang ada di kandungan kamu itu adalah anak aku "
"Sebenarnya aku di bawa makan di sini untuk apa Kak,? untuk membahas tentang ini?. Sudahlah Kak aku tidak mau berurusan lagi dengan Kak Laura. Dia hanya membuat ku pusing saja."
Gisella mulai tidak mau mengungkapkan perasaan nya, padahal sebenarnya Barra ingin sekali dekat dengan Gisella. Agar di saat Gisella sudah melahirkan nanti dia bisa dekat juga dengan bayi nya sendiri.
"Gisella, aku mohon jangan bicara seperti ini. Sampai kapan kita harus seperti ini terus Gisella kita harus berdamai antara kamu dan juga Laura. Apalagi kalian berdua akan menjadi seorang ibu."
Barra mencoba untuk memegang tangan Gisella tapi Gisella langsung menepis nya.
"Aku tidak akan bisa berdamai dengan Kak Laura, itu tidak akan pernah terjadi. Kak Laura sudah terlalu benci dengan kuu dan apalagi nanti ketika anak ini terlahir ke dunia, ketika dia melihat wajah anak dia akan langsung berpikir jika anak ini adalah hasil dari hubungan kita berdua yang sebenarnya tidak di inginkan oleh Kak Laura."
Ekspresi wajah Gisella membuat Barra merasa jika Gisella sudah tidak seperti dulu lagi.
"Tapi Gisella tidak mungkin kamu dan Laura seperti ini terus, aku tahu kamu pasti bisa."
__ADS_1
Gisella tersenyum sinis kepada Barra.
"Haruskah aku yang memulai perdamaian ini,? dan harus kah aku selalu yang mengalah. Aku malas sekali melihat ekpresi wajah Kak Laura yang sangat jutek seperti itu. Kamu pikir aku tidak sakit hati ? aku pun punya hati."
Gisella mulai terbawa emosional nya dan berniat untuk pergi dari Restoran tersebut.
"Gisella aku minta maaf atas semua perkataan ku, tapi aku mohon kamu jangan pergi. Aku masih ingin bersama dengan kamu."
Barra membujuk Gisella agar tetap bersama dengan nya.
"Gisella oke sekarang kita jangan membahas tentang Laura, sekarang kita bahas tentang pekerjaan untuk kamu. Aku tidak tega melihat kamu yang harus turun naik kendaraan umum sampai kepanasan seperti ini, apalagi kondisi kamu sekarang sedang hamil. Mama Rossa akan mengajak kamu untuk berkerja sama dengan nya."
Gisella pun langsung terdiam mendengar penawaran kerjasama yang di berikan oleh Barra.
"Mama Rossa ingin mengeluarkan produk baru nya, dia ingin sekali menjadi kamu sebagai model produk nya."
Gisella pun seketika langsung terkejut mendengar perkataan Barra.
"Aku sebagai seorang model dengan kondisi aku yang sedang hamil seperti ini,??? itu tidak mungkin bisa terjadi."
Gisella langsung memegang perut nya dia merasa penawaran tersebut sangat aneh untuk nya.
"Untuk jadi model nanti kita tunggu sampai proses kamu melahirkan dan sekarang kamu bisa memahami dulu bagaimana cara berkerja di perusahaan Mama."
Gisella mulai memikirkan hal tersebut dia posisi nya di sini sebagai pekerja dan Gisella juga memikirkan kehidupan anak nya nanti.
Barra melihat Gisella begitu sangat serius sekali memikirkan nya.
Dan Gisella akhirnya memutuskan untuk mau bekerja di perusahaan Mama Rossa.
"Baiklah aku mau berkerja di perusahaan Mama Rossa, karena aku juga harus memikirkan masa depan anak ku nanti."
Barra begitu sangat bahagia sekali ketika Gisella mau berkerja di perusahaan Mama nya.
Setidaknya itu dapat membantu perekonomian Gisella dan juga untuk kelahiran anak nya nanti.
__ADS_1
"Yasudah sekarang aku akan mengantar kamu untuk pulang ke rumah yaa, apakah kamu ingin melihat kondisi Laura di rumah kami sambil bertemu dengan Ibu?."
Gisella menggelengkan kepalanya dan berdiri dari tempat duduk nya.