Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 52.


__ADS_3

Laura merasa jika dirinya ingin terlihat mandiri di depan mertua nya.


"Aku ingin menjadi seorang wanita yang sukses, aku tidak mau hanya di pandang sebelah mata oleh Mama kamu mas. Aku yang terlahir dari keluarga sederhana jika bukan karena aku mempunyai bisnis kosmetik yang maju mungkin aku tidak akan pernah bisa bersama dengan kamu sampai saat ini."


Laura terlihat melamun setelah dirinya selesai menelephone Barra.


"Lebih baik sekarang aku pergi ke kantor ku saja, karena besok Mas Barra sudah mau pulang aku bisa bilang dia sedang istrirahat di rumah."


Laura bersiap-siap untuk pergi tapi Ayah nya menghampiri dirinya.


"Mau pergi ke mana Nak,? kamu sudah kelihatan sangat lelah sekali seperti ini. Lebih baik kamu beristirahat saja di rumah."


Ayah Laura memegang tangan Laura dia tidak segaja mendengar percakapan nya bersama dengan Barra.


"Aku baik-baik saja Ayah, aku merasa kurang nyaman ketika aku yang selalu sibuk dan sekarang aku hanya terdiam saja di rumah."


Laura tersenyum manis kepada Ayah nya dia menutupi wajah sedih nya.


"Baiklah jika itu keinginan muu, hati-hati yaa Nak."


Laura berpamitan dan mencium tangan Ayahnya.

__ADS_1


Laura menuju ke kantor nya dia terkejut ketika melihat mobil Rossalinda ada di tempat parkir.


"Mama Rossa, ada apa dia datang ke kantor."


Laura tergesa-gesah masuk ke dalam kantor nya.


"Ibu Laura, ternyata ibu Laura sudah pulang honeymoon nya. Semoga saja ibu bisa segera cepat hamil yaa buu karena pernikahan Ibu dan Pak Barra sudah lumayan sangat lama sekali, hampa rasanya loh buu jika pernikahan tampa adanya kehadiran anak di rumah tangga kita."


Laura hanya tersenyum tipis ketika mendengar perkataan salah satu karyawan nya.


Dia menuju ke ruangan pribadi nya dan melihat Mama Rossa yang sedang berada di ruangan pribadi.


Laura membuka pintu tampa mengertuk pintu terlebih dahulu.


Laura mengambil berkas-berkas yang ada di tangan Rossalinda.


"Aku ingin mengetahui bagaimana dengan bisnis kosmetik kamu, dan ternyata bisnis kosmetik kamu lumayan sangat maju juga yaa."


Laura merasa tidak nyaman sekali ketika melihat Rossalinda yang sangat tidak menghargai perasaan dirinya.


Dia melihat laporan pendapat skincare kosmetik nya bulan ini sedang Laura pun belum melihatnya.

__ADS_1


"Yaa, makanya aku tidak pernah meminta uang kepada Mas Barra untuk keperluan pribadi kuu semua yang aku punya itu dari hasil uang ku sendiri bukan karena aku menikah dengan seorang lelaki dari keluarga yang kaya raya."


Rossalinda merasa tersindir dengan ucapan Laura tersebut dan dia pun mulai mengalihkan pembicaraan.


"Bagaimana dengan Barra dan Gisella, apa mereka baik-baik saja dan sudah mulai mengenal satu sama lain nya."


Laura menarik nafas panjang nya dia terlihat sangat kesal sekali dengan Mama mertua nya itu.


"Besok mereka berdua sudah mau pulang, dan aku rasa mereka bukan hanya sudah bisa bisa mengenal satu sama lain nya. Tapi mereka berdua sudah menjalin hubungan suami istri yang seutuhnya."


Rossalinda terdiam ketika mendengar perkataan tersebut, suara Laura terdengar sangat bergetar sekali.


"Baiklah kalau begitu itu sangat baik sekali, semoga saja Gisell bisa segera hamil anak Barra. Dan kamu Laura jangan pergi berkelakuan seperti itu kembali hadir diantara mereka berdua di saat mereka sedang berdua an di dalam kamar."


Rossalinda pun langsung pergi dari ruangan Laura dan Laura pun menutup rapat pintu tersebut.


"Aku sudah tidak nyaman sekali mempunyai ibu mertua seperti itu, aku ingin keluar saja dari rumah itu lebih baik aku tinggal di sebuah Apartemen mungkin hidup ku akan tenang dan nyaman."


Laura pun langsung membaca dengan sangat detail sekali laporan keuangan pendapatan skincare kosmetik nya.


"Semoga bisnis ku ini semakin maju dan mendapatkan banyak cabang toko, aku harus kuat berdiri sendiri karena sejak awal pernikahan pun aku mendapatkan semua itu dari hasil uang ku sendiri."

__ADS_1


Laura menyimpan berkas tersebut di meja kerja nya.


__ADS_2