
Melihat Barra membawa Gisella ke dalam mobil membuat Laura langsung berlari dari kamar nya.
"Mas Barra mau bawa Gisell ke mana yaa, kenapa mereka pergi tampa berpamitan terlebih dahulu sama aku."
Laura pun langsung masuk ke dalam mobil nya dia mencoba untuk mengikuti mobil Barra.
Laura mempercepat laju kendaraan nya dia kehilangan jejak mobil Barra.
Gisella terus saja memandangi wajah Barra dan pandangan mata nya tertuju pada kaca spion mobil Barra.
Gisella memperhatikan mobil yang melaju sangat kencang sekali di belakang mobil Barra.
Sehingga membuat Gisella membalikkan badannya dia seperti mengenal mobil tersebut.
"Kaa Barra, coba deh berhenti sebentar saja. Itu seperti mobil Kak Laura dia mengikuti kita Kaa."
Mendengar perkataan Gisella, Barra pun langsung memberhentikan mobilnya dan melihat ke arah belakang mobil nya.
"Yaa Tuhan, Laura untuk apa sih dia mengikuti kita. Gisella kamu diam saja yaa di dalam mobil jangan keluar mobil yaa."
Gisella menggangukan kepalanya dan Barra pun turun dari mobil nya.
__ADS_1
Melihat mobil Barra terhenti Laura pun juga memberhentikan mobilnya tepat di belakang mobil Barra.
Barra langsung menghampiri Laura dia pun masuk ke dalam mobil Laura.
"Kamu kenapa sih,? kenapa kamu mengikuti kita. Kenapa kamu tidak diam saja di villa untuk apa kamu mengikuti aku dan Gisella."
Barra mulai terbawa emosional dengan sikap Laura.
"Yaa, aku juga berhak tau kalian berdua pergi ke mana. Kalian pergi se enak nya begitu saja tanpa memberitahu aku."
Barra tersenyum tipis kepada Laura dia merasa sangat kesal sekali.
Laura pun langsung terdiam ketika mendengar perkataan tersebut.
"Sekarang kamu mau kemana,? kamu mau kembali ke villa ? atau pulang ke rumah. Yang pasti aku malam ini tidak akan bersama dengan Gisella, kamu bisa tenang mendengar nya kan."
Barra membuka pintu mobil Laura dia hendak untuk pergi ke tujuan nya.
Tatapan Laura begitu sangat tajam sekali ketika melihat suami nya yang meninggal nya dan memilih untuk kembali ke dalam mobil nya.
Laura pun dengan penuh emosional dia memutar kendaraan nya dan dia memilih untuk pergi ke rumah orang tua nya.
__ADS_1
Barra memperhatikan mobil Laura yang melaju dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali.
"Laura, semoga saja kamu baik-baik saja yaa. Selamat sampai tujuan."
Barra masuk ke dalam mobil nya dia melihat Gisella yang menatap wajah dirinya.
"Apakah Kak Laura baik-baik saja,? dia memilih untuk kembali ke villa kan."
Barra mengabaikan pertanyaan Gisella dia memilih untuk fokus mengendarai mobil nya.
Gisella pun memilih untuk terdiam ketika pertanyaan tidak di jawab oleh Barra.
Di perjalanan Gisella terus saja memandangi wajah Barra yang seperti sangat kecewa sekali.
Dan akhirnya mereka pun sampai di hotel bintang lima yang sangat mewah sekali.
"Gisella, kamu sementara tinggal di sini yaa."
Barra membuka kan pintu mobil nya dan Gisella pun turun dari mobil nya.
Mereka berdua menuju pada kamar hotel tersebut, Gisella begitu sangat terpesona sekali ketika dirinya melihat isi kamar hotel tersebut.
__ADS_1