
Keesokan hari nya Gisella masih terbaring di tempat tidur nya, dia membayangkan tentang pekerjaan nya.
"Jika sampai aku berhasil maka aku akan membuat Bu Rossa puas dengan apa yang aku buat, semoga saja hasil nya bisa memuaskan hati Bu Rossa."
Ketika Gisella hendak terbangun dari tempat tidurnya, dia merasakan getaran-getaran cinta di dalam perut nya.
"Tiga bulan lagi sayaaaaang, 7 8 dan 9. Ibu bisa melihat kamu. Aku tidak akan menerima di beritahu kan tentang jenis kelamin nya. Biarlah menjadi sebuah kejutan yang indah."
Gisella pun memulai kembali aktifitas nya, dia bersiap-siap untuk pergi kembali ke kantor milik Buu Rossa.
"Bu, aku berangkat yaa. Aku tidak mau telat dan membuat Bu Rossa merasa sangat kecewa."
Gisella pun bersalaman dengan ibu nya dan berjalan untuk menggunakan taksi, tapi ternyata mobil yang biasa mengantarkan Gisella sudah berada di depan halaman nya.
"Pak, sejak pukul berapa Bapak sudah ada di depan rumah saya?."
Gisella merasa sangat terkejut ketika mobil pribadi ini yang selalu ada di saat Gisella hendak pergi.
"Saya sudah ada sejak pukul 6 pagi Buu, saya sudah siap di depan rumah Ibu."
Supir pribadi tersebut pun membukakan pintu mobil dan Gisella masuk ke dalam mobil tersebut.
"Terimakasih banyak yaa Pak, apakah ini adalah kebaikan dari Bu Rossa untuk saya."
Gisella menyangka jika Ini semua adalah Bu Rossa yang menyuruh nya.
"Tidak Bu, ini adalah perintah dari Pak Barra. Dia yang menyuruh saya untuk mengantar jemput ibu."
Gisella pun terdiam ketika mendengar perkataan tersebut, Gisella merasa jika Barra terus saja memperhatikan nya. Walaupun sikap Laura yang pencemburu kepada dirinya.
"Tolong sampaikan terimakasih banyak kepada Pak Barra yaa, saya tidak bisa menyampaikan nya secara langsung."
Supir tersebut pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Ketika Gisella memulai karir nya bersama dengan Rossalinda, di sisi lain Laura sedang mempertahankan bisnis kosmetik nya.
Laura terlihat sangat terburu-buru sekali dia pun memilih untuk pergi duluan ke kantor nya.
"Mas, maafkan aku yaa. Aku tidak bisa sarapan pagi bersama dengan kamu. Aku harus berangkat pagi ke kantor."
Setelah berpamitan Gisella pun langsung pergi meninggalkan Barra sendiri.
"Laura begitu sangat bersemangat sekali, semoga saja dia bisa mempertahankan bisnis kosmetik nya. Kembali seperti dulu lagi."
__ADS_1
Melihat Laura yang sudah pergi, Barra mencoba untuk menayangkan kabar tentang Gisella.
"Aku harus bertanya kepada Pak Robby, apakah Gisell sudah sampai di kantor."
Barra mencoba untuk menghubungi supir pribadi tersebut tapi tidak ada jawaban nya.
"Mungkin Pak Robby sedang mengendarai mobil, yasudahlah semoga Gisella baik-baik saja."
Barra pun memilih untuk pergi kantor dia merasa sangat kesepian sekali berada sendiri di dalam Apartemen nya.
Rangga yang mulai bekerja di perusahaan milik Papa nya, dia harus berkerja sama dengan perusahaan Barra.
"Ini perusahaan siapa yaa,? Barra Saputra. Apa mungkin ini adalah Perusahaan Barra Kakak ipar Gisell."
Siang ini Barra harus bertemu dengan Barra untuk membicarakan tentang rencana kerja sama nya dengan perusahaan Barra.
"Kenapa aku harus berkerja sama dengan perusahaan ini, kenapa tidak bersaing saja dengan perusahaan milik Barra."
Barra pun dengan sangat terpaksa mengikuti apa keinginan perusahaan milik Papa nya.
Laura sampai di kantor nya dia sangat begitu kerja keras sekali.
"Aku rasa kita harus mengganti varian warna produk kosmetik kita ini, dan kita cari model yang lebih cantik dan menarik untuk mempromosikan produk kosmetik kita."
"Buu, bagaimana kalau adik ibu saja. Nona Gisella dia cantik dan sangat imut sekali loh Bu wajah nya."
Laura langsung melirikan mata nya dengan sangat sinis sekali.
"Gisella sedang hamil, dan aku tidak mungkin memakai dia untuk menjadi model nya. Seperti tidak artis lain saja."
Laura yang merasa sangat kesal sekali dengan pegawai nya, dia memilih untuk pergi.
"Wahhh, seperti nya. Bu Laura marah tuh sama kamu. Seperti nya Bu Laura tidak akur dengan adik nya yaa."
Ucap salah satu pegawai yang ada di sana.
"Padahal menurut aku sih, Mbak Gisella itu lebih cantik dari Bu Laura. Dan menurut aku juga Pak Barra lebih cocok sama Mbak Gisella."
Laura ternyata dia tidak langsung pergi dia diam di belakang pintu dan mendengarkan semua percakapan pegawai nya.
Setelah mendengar hal tersebut Laura pun kembali ke ruangan nya dengan wajah yang penuh dengan emosi.
"Oh jadi Gisella itu lebih cocok dengan Mas Barra, Gisella lebih cantik dari aku. Kenapa perkataan mereka sangat jahat sekali."
__ADS_1
Laura melihat handphone nya dia melihat ada pesan masuk dari Dokter Rivan.
"Dokter Rivan, ada apa yaa dia mengirim pesan untuk aku."
Laura pun duduk dan membaca isi pesan tersebut.
*Laura Renita, hari adalah jadwal kamu periksa kandungan.*
"Astagaaaa, karena terlalu sibuk. Aku sampai lupa jadwal periksa kandungan kuu."
Laura langsung bersiap-siap untuk pergi tapi tiba-tiba perut Laura menjadi sangat kencang sekali dan membuat Laura kembali duduk.
"Ahhhhhh, perut kuu kenapa sakit sekali yaa. Seperti karena aku banyak beraktifitas dan aku juga lupa tidak meminum obat dan vitamin dari Dokter."
Laura mencari obat-obatan nya di dalam tas nya, tapi ternyata Laura lupa dia belum makan apapun.
"Yaa Tuhan, aku yang terlalu sibuk sampai lupa jadwal periksa kandungan, aku lupa juga meminum obat dan vitamin dari Dokter."
Laura menyenderkan tubuhnya di kursi kerja nya.
"Aku yang selalu sibuk dengan pekerjaan ku, sampai aku melupakan semua nya."
Laura membuka laptop nya, dia melihat Mama Rossa yang memposting sebuah produk shampo.
"Mama Rossa, bisnis baru dia membuat produk shampo. Kenapa aku tidak tahu yaa dan Mama Rossa berkerja sama dengan siapa yaa."
Laura pun mulai mencari tahu tentang bisnis baru milik Rossalinda.
"Maksudnya apa yaa ini, apakah Mama Rossa berniat untuk bersaing dengan produk ku juga. Tapi ini kan hanya produk shampo saja tidak berpengaruh terhadap produk kosmetik ku yang sekarang."
Laura pun mencoba untuk menanyakan langsung kepada Rossalinda.
"Lebih baik aku menanyakan langsung kepada Mas Barra saja."
Laura memilih untuk mengirimkan pesan kepada suami nya.
*Mas, Mama Rossalinda sekarang sedang mengeluarkan produk bisnis terbaru nya. Sebuah shampoo dengan siapa Mama Rossa berkerja sama nya.*
Laura menunggu balasan pesan dari Barra.
*Mama berkerja sama dengan Gisella, Gisella yang mendesain gambar nya dan ketika nanti Gisella sudah melahirkan dia yang akan menjadi brand ambassador produk tersebut.*
Laura membantingkan handphone nya ke meja kerja nya ketika dia membaca balasan pesan tersebut.
__ADS_1