Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (73)


__ADS_3

Gisella pun mencari barang-barang yang pernah di berikan Rangga kepada nya.


Gisella mengumpulkan nya dan memasukkan semua kenangan nya bersama dengan Rangga ke dalam kardus.


"Lebih baik aku tidak menyimpan nya lagi, apalagi foto-foto kebersamaan aku bersama dengan Rangga. Aku harus menghargai suamiku walaupun hanya suami sementara."


Gisella pun langsung membawa nya ke gudang belakang rumah nya.


Laura kembali ke rumah nya dengan wajah emosi nya, Rossalinda hanya memperhatikan Laura saja dia tidak menyapa Laura dan Laura pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya.


Rossalinda begitu sangat merindukan Gisella.


"Aku sangat rindu Gisell, dia yang masih sangat polos sekali tapi dia mau mengikuti apa yang aku perintahkan."


Rossalinda menunggu kedatangan Barra dia ingin sekali Barra menjemput kembali Gisella.


"Aku tahu Gisella hanya sementara ada di keluarga ini, tapi ntah mengapa aku sangat menginginkan sekali anak dari Gisella dan Barra."


Rossalinda memilih untuk keluar dia menunggu kedatangan Barra dari kantor nya.


"Sekarang aku sudah sangat malas sekali untuk pergi ke kantor, aku ingin sekali diam di rumah menghabiskan waktu kuu bersama dengan cucu-cucu kuu."


Rossalinda duduk sambil membayangkan hal-hal manis itu.


Tidak lama kemudian Barra pulang tepat waktu dia pun langsung menghampiri Mama nya untuk bersalaman.


"Duduklah, Mama ingin membicarakan sesuatu kepada kamu."


Barra pun duduk di samping Mama nya.


"Kapan kamu membawa Gisella kembali ke rumah ini,? Mama sangat merindukan sekali dia."


Barra merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.


"Aku tidak tau Mam, Gisella sangat menjaga perasaan Laura. Memang susah untuk bisa mempersatukan mereka berdua walaupun mereka adalah Adik dan Kakak."


Rossalinda pun hanya bisa terdiam saja karena dia melupakan perasaan Laura.


"Lalu bagaimana jika Gisella bulan depan dia positif hamil,? apakah dia akan tinggal bersama dengan orang tua nya?."

__ADS_1


Ketika mendengar perkataan Mama nya, Barra langsung mengingat perkataan Laura.


"Seperti seperti itu Mam, aku sungguh kasihan sekali melihat Gisella sikap Laura yang tiba-tiba saja berubah seperti itu."


Rossalinda mengelus pundak Barra di saat Barra mulai merasakan kebingungan untuk membagi waktu antara Laura dengan Gisella.


"Oh iya Mam, tadi Laura datang tiba-tiba saja dia ingin menjalankan program bayi tabung. Dia seperti ingin sekali berjuang untuk bisa hamil, aku sangat binggung sekali dengan Laura Mam. Lalu bagaimana jika Gisella dan Laura hamil secara bersamaan dan Laura jika Laura sampai hamil dia akan mengakhiri pernikahan kontrak ini dan dia sanggup membayar 1 Milyaran untuk Gisella."


Rossalinda langsung di buat sangat emosional sekali dengan sikap Laura.


"Laura dia benar-benar yaa, ketika wanita sudah mempunyai uang banyak dia mempergunakan uang nya untuk membayar apapun termasuk untuk adik kandung nya sendiri."


Barra mencoba untuk menenangkan perasaan Mama nya.


"Sudah yaa Mam, aku mohon sikap Mama jangan menjadi semakin berubah saat mengetahui ini semua. Aku tidak mau Laura semakin merasa selalu tersalahkan dan dia semakin membenci Gisella."


Barra memilih untuk langsung pergi ke kamar nya dan meninggalkan Mama sendiri di kursi depan rumah nya.


"Astaga Laura, dia sangat ketakutan sekali Gisella mengambil posisi dia sebagai istri Barra. Lalu kenapa dia yang merencanakan pernikahan kontrak ini. Dan kenapa setelah kejadian ini dia baru memikirkan untuk bisa menjalankan program bayi tabung."


Rossalinda yang mereka sangat kesal sekali dengan sikap Laura memilih untuk diam di depan rumah nya.


Rossalinda ingin menghindari bertemu dengan Laura di meja makan.


Barra pun merasa sangat malas sekali ketika dia baru pulang dari kantor bukan di sambut baik tapi Laura masih saja sibuk dengan handphone nya.


Melihat sikap Barra yang begitu sangat dingin kepada nya dia pun langsung menghampiri suaminya tersebut.


"Tumben kamu pulang kerja langsung masuk ke kamar mandi, biasa juga kamu langsung menghampiri aku dan mencium kening aku sekarang sudah tidak lagi."


Laura menyimpan handphone dan menghampiri suaminya.


"Kenapa jadi kamu yang marah sama aku, bukan kah kamu yang di kantor mengusir aku dan bersikap kasar harus kamu minta maaf dong sama akuu."


Barra memegang tangan Laura dan bersalaman.


"Aku minta maaf atas semua sikap ku kepada mu."


Setelah berminta maaf kepada Laura Barra pun pergi untuk mandi.

__ADS_1


"Dia berubah ini semua karena Gisella, dia musuh dalam selimut dia pasti ingin mengambil Mas Barra dari kehidupan kuu."


Laura pun memilih untuk menganti pakaian nya dengan yang sedikit terbuka agar bisa menggoda suaminya tersebut.


"Aku harus sexy dan cantik agar Mas Barra, langsung tergoda kembali dengan aku."


Laura ingin sekali tampil sempurna di hadapan suaminya tersebut dia begitu sangat cantik dan seperti mandi parfume.


Barra yang sudah selesai mandi melihat istrinya yang sudah berada di atas kasur untuk menggoda nya.


"Mas, cepatlah kemarin aku ingin kita berdamai kembali. Kita seperti dulu lagi."


Laura memaksa Barra untuk menemani nya di kasur.


Barra masih bersikap dingin kepada Laura.


"Bagaimana, kalau kita meluangkan waktu bersama dengan cara kita honeymoon kembali siapa tahu kan aku bisa langsung hamil Mas."


Barra hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Laura, perkataan itu yang pernah di ucapkan oleh Barra kepada dirinya ketika Laura memaksa nya untuk menikah dengan Gisella.


"Loh, kamu kok malah senyum sih Mas. Ayolah kamu jawab dong."


Laura merasa sangat kesal sekali dengan sikap Barra kepada nya.


"Apa yang sudah aku ucapkan kepada kamu dulu sekarang kamu ucapkan kembali kepada suami kamu,? Laura apakah kamu mempunyai kepribadian ganda.?"


Barra memundurkan tubuhnya sehingga dia berjauhan dengan Laura.


"Laura Renita, ingatkan kamu dulu seperti apa memaksa aku dengan pernikahan kontrak ini dan sekarang dengan mudah nya kamu ingin mengakhiri nya dengan uang-uang kamu itu."


Barra menatap wajah Laura dengan sangat tajam sekali.


"Gisella itu adalah adik kandung muu Laura, dan kamu dengan tidak langsung ingin membuat masa depan adik kamu berantakan saja. Ingat yaa Laura walaupun sampai kamu hamil aku tetap akan bertanggung jawab jika Gisella pun hamil."


Barra memilih untuk pergi dari kamar tersebut.


Tapi Laura seketika langsung berteriak kencang.


"Mau pergi ke kamuuuuuuuuuu, pasti kamu akan bertemu lagi dengan Gisella hah. Aku tidak akan membiarkan kalian berdua bersama."

__ADS_1


Laura langsung berlari dia mengunci pintu kamar nya agar Barra tidak bisa keluar dari kamar nya.


"Kamu jangan pergi, kamu harus bersama dengan aku. Kamu tidak boleh lagi bersama dengan Gisella."


__ADS_2