Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *135*


__ADS_3

Rangga merasa jika Gisella benar-benar tidak lagi peduli terhadap nya. Rangga pun memutuskan untuk pergi dan kembali ke rumah nya.


Gisella yang melihat kepergian Rangga membuat nya langsung menangis histeris.


"Rangga kamu begitu sangat baik sekali dan aku sangat yakin sekali jika kamu pasti akan bahagia."


Gisella menutup rapat gorden jendela kamar nya.


"Aku harus segera tidur dan menyiapkan hari esok untuk melihat kebahagiaan Rangga."


Gisella mulai membaringkan tubuhnya dan mematikan lampu kamar nya.


Rangga merasa sangat emosional sekali dia mengendarai mobil nya dengan sangat cepat sekali.


"Gisella, kenapa kamu menolak nya. Kita bisa pergi ke luar kota dan memulai kehidupan baru di sana."


Rangga berada di depan rumah nya yang sedang sibuk untuk mendekorasi rumah nya untuk acara besok.


Veronica melihat mobil Rangga, dia pun langsung menghampiri Rangga.

__ADS_1


"Rangga pasti baru saja bertemu dengan Gisella, dia benar-benar tidak bisa melupakan Gisella. Tapi jika nanti Rangga sudah sibuk di perusahaan dia pasti akan melupakan Gisella karena kesibukan nya sendiri."


Rangga turun dari mobil nya dia menatap sinis wajah Mama nya.


"Apa Mama puas membuat aku harus bersama dengan wanita yang tidak aku cintai, hati ku masih untuk Gisella sampai kapan pun Mam.'


Veronica hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Rangga.


"Apa yang membuat kamu masih mencintai wanita yang jelas-jelas menikah dengan lelaki lain secara tiba-tiba, apakah rasa cinta kamu lebih besar dari rasa sakit hati kamu Rangga dan sekarang hubungi pernikahan Gisella sudah berakhir di saat dia sedang hamil. Apakah kamu masih berpikir jika Gisella itu wanita yang baik dia seperti sedang mempermainkan perasaan senang lelaki."


Ketika mendengar perkataan tersebut Rangga menghampiri Mama nya.


Rangga selalu berpikiran positif terhadap Gisella walaupun dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Gisella.


"Rangga kamu tertutup oleh kabut cinta, dan sekarang pernikahan Gisella sudah berakhir tapi dia sedang hamil. Hamil dari lelaki lain dan kamu akan tetap bersama dengan nya Erlangga???."


Veronica tidak habis pikir kenapa Rangga begitu sangat mencintai Gisella.


"Iya Mam, aku akan tetap bersama dengan Gisella. Walaupun Gisella sedang hamil aku akan tetap ingin bersama dengan Gisella."

__ADS_1


Veronica menggelengkan kepalanya berkali-kali.


"Bangun dari mimpi muu Erlangga, bersiap untuk menghadapi dunia nyata. Pergi ke kamar dan beristirahat lah agar besok kamu bisa tampil menawan dan segar. Dan ingat jangan kamu mempermalukan keluarga kamu sendiri."


Veronica memilih untuk pergi untuk membuat mendekorasi rumah nya kembali.


Rangga melihat dekorasi yang sangat mewah sekali hanya untuk sebuah pertunangan.


"Rangga ini hanya pertunangan bukan sebuah pernikahan, kamu masih bisa banyak waktu untuk keluar dari semua ini."


Rangga masuk ke dalam kamar dia mengunci pintu kamar nya.


Rangga mengambil handphone nya sambil memandangi foto-foto kebersamaan nya ketika bersama dengan Gisella.


"Aku harus bertunangan dengan wanita yang sama sekali aku tidak tahu siapa dia dan wajah nya seperti apa, ini sebuah musibah untuk kuu. Aku harus bagaimana lagi acara besok dan Gisella menolak untuk aku ajak pergi."


Rangga terus memandangi foto Gisella.


__ADS_1


__ADS_2