
Laura akhirnya sampai di depan gedung Apartemen nya, dia dengan begitu sangat mudah sekali untuk menyuruh satpam untuk membantu nya.
Satpam tersebut tidak curiga karena mengetahui jika Laura dan Gisella adalah sodara.
Satpam tersebut sampai mendorong Gisella dengan kursi roda sampai di depan pintu Apartemen Laura.
"Terimakasih banyak yaa Pak, kalau tidak ada bapak saya kesulitan untuk membawa adik saya ke kamar ini."
Melihat satpam tersebut pergi Laura pun langsung mengunci pintu Apartemen nya.
Dia lebih memilih untuk mengikat kaki tangan dan tubuh Gisella di kursi roda, tidak lupa juga lakban hitam untuk menutupi mulut Gisella.
Laura mendorong kursi roda tersebut sampai ke kamar nya.
"Selamat bermalam di sini Gisella sampai keluarga Barra mengatakan membatalkan rencana pernikahan kalian berdua."
Laura memilih untuk pergi dari Apartemen dia mengunci nya dan pergi untuk datang ke rumah Barra.
"Aku sangat kejam sekali ternyata dan aku tidak sadar dengan hal itu."
__ADS_1
Laura pun memilih untuk kembali ke kantor nya, dia sama sekali tidak memikirkan bagaimana dengan Gisella yang dia tinggalkan begitu saja.
***
Suster Mirna mencoba untuk mencari Gisella, sedangkan handphone Gisella yang tidak di bawa.
Tiara pun mendadak menangis histeris seperti mencari keberadaan Ibu nya.
"Lebih baik aku hubungi Pak Barra, karena sudah sangat lama sekali Bu Gisell tidak juga kembali."
"Hallo Pak Barra, Pak Ibu Gisella menghilang begitu saja. Dari tadi dia tidak kembali ke taman.*
Mendengar perkataan dari Suster Dina, Barra mengakhiri panggilan telephone tersebut dan pergi menuju ke taman.
Barra pun dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali dia sampai di taman tersebut dengan sangat cepat sekali.
Dia turun dari mobil nya dan berlari untuk mencari Tiara dan Suster Dina.
Akhirnya mereka pun ketemu dan Barra langsung mengendong Tiara yang histeris menangis.
__ADS_1
"Kita ceritakan di rumah saja yaa, kasihan Tiara. Ayo cepat masuk ke dalam mobil."
Suster Dina mengikuti apa yang di perintahkan oleh Barra dan dia mencoba untuk menenangkan Tiara di saat Barra yang harus mengendarai mobil nya.
Barra terlihat sangat gelisah sekali dia terus saja memandangi wajah Tiara.
Mereka pun akhirnya sampai di rumah dan Rossalinda pun begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Barra, Suster Dina dan Tiara. Mereka tidak bersama dengan Gisella.
Rossalinda juga melihat wajah Barra yang sangat panik sekali seperti sedang terjadi sesuatu.
Rossalinda mengambil Tiara dari gendongan Suster Dina, Tiara yang terus menerus menagis tanpa henti.
"Bu Gisella di culik oleh seorang lelaki, lelaki itu mencoba untuk menarik tangan Bu Gisell dan mereka pun tidak kembali lagi."
Rossalinda begitu sangat syok sekali ketika mendengar perkataan dari Suster Dina.
"Gisella, di culik? siapa yang berani untuk melakukan ini semua nya. Sedangkan Gisella yang akan segera menikah."
Mereka pun sangat panik sekali sedangkan tidak ada satu pun yang memberitahu tentang rencana pernikahan ini kepada Laura.
__ADS_1
"Barra, apakah Laura yang melakukan nya. Dia menculik Gisella tapi bukan kah Laura sudah lama sekali menghilang dari keluarga kita."
Barra merasa sangat sedih sekali apalagi melihat Tiara yang terus menerus menagis seperti sedang mencari keberadaan ibu nya