Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 43.


__ADS_3

Gisella mencoba untuk membuka pintu tersebut dan ternyata dia sangat terkejut sekali ketika dia melihat Rossalinda yang berada di balik pintu tersebut


Gisella pun langsung terdiam dan mempersilahkan Rossalinda untuk masuk ke dalam kamar nya.


"Di mana Barra,? kenapa dia tidak ada di kamar ini."


Gisella merasa sangat binggung sekali dia harus menjawab pertanyaan tersebut.


"Hmmmmmm, Kak Barra tadi keluar dulu dia mungkin mau mencari angin."


Rossalinda memandangi wajah Gisella yang terlihat sangat pucat sekali.


"Apakah ada kamu sembunyikan Gisella, lalu kenapa bantal dan guling ini berada di sofa."


Gisella tidak menyangka jika Rossalinda sampai memeriksa keadaan kamar nya.


"Oh itu Tante Rossa, aku mau nonton TV sambil tiduran di atas sofa itu biar aku merasa nyaman."


Rossalinda pun tersenyum manis kepada Gisella.


"Kenapa kamu lebih memilih untuk pergi ke hotel dan meninggalkan villa tersebut."


Rossalinda terus memandangi wajah Gisella dengan jarak yang sangat dekat sekali.

__ADS_1


Membuat Gisella curiga jika sebenarnya Rossalinda mengetahui semuanya.


"Aku merasa tidak nyaman sekali berada di villa itu terlalu besar sekali dan jika di hotel ini aku lebih tertutup dari banyak nya orang yang memperhatikan aku."


Gisella begitu sangat tegas sekali menjawab pertanyaan dari Rossalinda.


"Bukan karena Laura yang menggangu kalian berdua,? apakah Laura membuat kamu tidak nyaman."


Gisella lebih memilih untuk menundukkan kepalanya dia tidak merasa tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut.


Handphone Rossalinda tiba-tiba saja bergetar dia seperti sedang mendapatkan pesan yang sangat penting sekali.


Rossalinda seketika langsung memandangi wajah Gisella sambil membaca pesan tersebut.


Ketika selesai membaca pesan tersebut Rossalinda pun langsung memilih untuk pergi meninggalkan Gisella sendiri di hotel.


Gisella pun langsung menutup rapat pintu tersebut dia semakin hawatir sekali.


"Yaa Tuhan, Kak Barra kok belum juga pulang yaa. Aku hawatir sekali dengan kondisi Kak Barra."


Gisella pun memilih untuk duduk di sofa lagi sambil memeluk erat guling untuk menunggu kedatangan Barra.


Rossalinda meminta supir nya untuk mencari keberadaan Barra dan Laura.

__ADS_1


"Laura dia benar-benar yaa, untuk apa dia datang ke villa. Sedangkan itu adalah momen kebersamaan Barra dan Gisella."


Rossalinda baru saja mendapatkan laporan dari salah satu pegawai nya dan mengirimkan video lengkap kejadian tersebut.


Tampa harus mencari lama Rossalinda melihat mobil Barra dan Laura di pinggir jalan yang lokasinya tidak jauh dari hotel tersebut.


"Stop Pak, saya turun di sini yaa. Saya sudah menemukan Barra dan Laura."


Rossalinda dengan langkah kaki yang sangat cepat sekali dia menghampiri Barra dan Laura yang sedang berdebat.


*Plaaaakkkkkkk*


Suara tamparan yang sangat keras sekali.


Rossalinda menampar pipi Laura dengan sangat keras sekali membuat Barra terkejut.


"Laura apa yang sudah kamu lakukan itu sangat tidak normal sekali, kamu datang ke villa hanya untuk menggangu kebersamaan mereka berdua."


Laura memegang pipi nya tamparan Rossalinda begitu sangat keras sekali.


"Kami harus memegang apa yang sudah kamu rencanakan sebelumnya, kamu jangan membuat hancur rencana pernikahan kontrak ini ketika kamu sendiri tidak bisa memberikan keturunan untuk Barra."


Pandangan mata Rossalinda pun menatap wajah Barra.

__ADS_1


"Dan kamu Barra kembali ke hotel temani Gisella, kasihan dia sendiri an di kamar hotel."


Barra hanya menundukkan kepalanya dia tidak bisa membela Laura, karena memang posisi Laura yang bersalah.


__ADS_2