Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 48.


__ADS_3

Gisella terus saja memperhatikan pintu kamar mandi tersebut dia merasa sangat gugup sekali.


"Gisella, kamu tidak boleh menolak nya karena itu akan sangat berdosa sekali. Dan ingat uang 100 juta yang sudah ada di rekening kamu. Percayalah ini tidak akan berlangsung lama semakin cepat kamu bisa hamil maka semakin cepat juga kamu pergi dari kehidupan rumah tangga Kak Laura."


Barra keluar dari kamar mandi dengan handuk putih, dia menatap Gisella membuat Gisella lebih menarik lebih tinggi selimut nya.


Gisella tidak berani menatap wajah Barra yang terus saja memperhatikan nya.


Barra pun menghampiri Gisella dia duduk di samping Gisella membuat Gisella semakin bergetar.


Barra mencoba untuk menarik selimut yang di genggaman erat oleh tangan Gisella.


Barra mulai membelai rambut panjang Gisella dengan sangat lembut sekali dan membuat Gisella lebih memilih untuk memejamkan mata nya.


Barra terus memandangi wajah Gisella tapi Gisella lebih memilih untuk tetap memejamkan mata nya.


Apa yang di lakukan Gisella membuat Barra semakin menyukai nya.

__ADS_1


Barra pun berbisik mesra ke telinga Gisella dan membuat Gisella langsung membuka mata nya karena merasa sangat terkejut mendengar nya.


"Aku ingin kita melakukan nya sekarang, apa kamu sudah mau melayani kuu sebagai suami dan istri pada umumnya."


Sentuhan lembut cinta menyentuh ke leher Gisella dan membuat Gisella langsung bereaksi dengan sentuhan lembut tersebut.


Gisella sudah tidak bisa ngatur nafas nya dia pun memegang kepala Barra yang terus saja tidak mau diam memberikan sentuhan cinta tersebut.


Sampai akhirnya Barra membuka satu persatu kancing baju Gisella, Gisella hanya bisa terdiam saja ketika Barra melihat semua nya.


Barra mencium bibir mungil Gisella agar dia bisa terdiam dan hanya menikmati nya saja apa yang di lakukan nya.


Gisella tidak menyangka malam ini Barra menggambil mahkota nya, sekarang sudah tiada lagi dia menjadi istri Barra seutuhnya.


Gisella memberikan semuanya kepada Barra malam ini.


Gisella melepaskan ciuman yang di berikan oleh Barra dia meringis kesakitan dan Barra pun mencoba untuk menenangkan nya.

__ADS_1


"Lihat aku Gisella lihat aku, sakit ini hanya sekali saja kamu tidak merasakan sakit seperti ini jadi kamu tahan yaa."


Sentuhan lembut Barra membuat Gisella merasa sangat nyaman sekali serasa di bawa terbang melayang bersama ke atas awan.


Barra memeluk erat tubuh Gisella dia mengelus rambut panjang nya dan mencium rambut panjang nya.


Dan mereka berdua pun melakukan nya berulang kali sampai mereka berdua merasa puas dan kelelahan.


Gisella menatap wajah Barra yang berada di hadapannya dia memegang wajah Barra yang sangat tampan sekali.


"Apakah selimut cinta ini akan selalu ada bersama dengan kita, atau selimut cinta ini hanya untuk sesaat saja."


Gisella mulai berani membalas apa yang di lakukan oleh Barra kepada nya.


Barra pun menikmati apa yang di lakukan oleh Gisella kepada nya, kepuasan yang luar biasa sekali yang di lakukan Gisella terhadap nya.


Di malam itu hanya terdengar suara cinta dari mereka berdua sampai akhirnya mereka pun menghabiskan waktu bersama sampai datangnya pagi hari.

__ADS_1


__ADS_2