
Tidak seperti Laura yang sudah terbangun dan mulai beraktivitas, Gisella baru terbangun dari tidurnya dia pun langsung menghampiri Barra.
Gisella melihat Barra yang masih saja tidur di lantai dan Gisella pun merasa penasaran sekali dia memegang kening Barra.
"Astaga, panas sekali seperti nya Kak Barra demam karena tidur di lantai."
Gisella dengan sekuat tenaga nya dia mencoba untuk membangunkan Barra dan membawa Barra ke tempat tidur.
Gisella begitu sangat keberatan sekali karena Barra yang kelihatan begitu sangat lemas sekali.
"Kepala kuu pusing sekali Gisella, ahhhh pusing sekali."
Dengan sekuat tenaga nya akhirnya Barra pun bisa dia angkat ke tempat tidur nya.
"Sebentar yaa Kaa, aku mau mencari air hangat dan kain."
Gisella keluar dari kamar nya dan ternyata sudah ada pelayan di villa tersebut.
"Ahhh untung nya sudah ada yang bisa membantu aku di sini."
Gisella pun berlari menghampiri pelayan tersebut dan meminta tolong kepada nya.
__ADS_1
"Maaf yaa mbak, saya butuh air hangat dan kain untuk mengompres Kak Barra dia demam."
Mendengar perkataan Gisella pelayan tersebut pun langsung berlari mempersiapkan apa yang di minta oleh Gisella.
"Bawa ke kamar saya yaa Mbak, saya tunggu di kamar."
Gisella berteriak kencang sekali kepada Pelayan nya tersebut.
"Haduh apa yang harus aku katakan kepada Tante Rossa dia pasti datang ke sini, dan kalau sampai dia tahu Kak Barra tidur di lantai dia pasti akan marah besar."
Gisella pun mencoba untuk menenangkan pikiran dia harus fokus pada Barra yang sedang sakit.
Gisella memegang kembali Barra panas badan nya masih saja belum turun.
"Terimakasih banyak yaa, dan bisa kah tolong buatkan sup untuk Kak Barra. Saya akan mencoba untuk mencari obat untuk bisa menurunkan demam nya."
Gisella terlihat sangat panik sekali ketika melihat Barra yang terus menerus mengeluhkan pusing.
"Baik Nona saya akan membuat kan sup untuk Tuan Barra, dan semoga Tuan Barra bisa segera sehat kembali."
Gisella pun mulai mengompres dan tiba-tiba saja tangan Gisella di genggaman erat oleh Barra.
__ADS_1
"Jangan pergi Laura terus saja temani aku di sini."
Gisella pun langsung terdiam ketika Barra menyebutkan nama Laura bukan dirinya.
"Maafkan aku Kak Barra, aku Gisella bukan Kak Laura. Jadi lepaskan genggaman tangan erat ini aku ingin mandi."
Barra pun seketika langsung melepaskan genggaman erat tangan tersebut.
"Maafkan aku Gisella maafkan aku."
Gisella pun langsung pergi untuk mandi dia meninggalkan Barra sendiri di tempat tidur nya.
Wajah Gisella terlihat sangat kesal sekali mendengar perkataan Barra yang terus menerus memanggil nya dengan sebutan Laura bukan Gisella.
"Sampai kapan aku harus seperti ini yaa, aku merasa sangat tidak nyaman sekali jika Kak Barra terus saja memanggil ku dengan sebutan Kak Laura. Jika terus seperti ini lebih baik aku akhiri saja honeymoon ini biarkan dia bersama dengan Kak Laura aku merasa sangat risih sekali."
Selesai mandi Gisella pun keluar dan mencoba untuk menghampiri kembali Barra.
Gisella melihat sudah datang sup yang dia pesan dari pelayan tersebut.
Gisella pun memilih untuk keluar dari kamar dan mencari kotak obat yang berada di villa tersebut.
__ADS_1
Gisella mencari obat penurun panas untuk di berikan kepada Barra.