
Barra terbangun dari tidurnya dia melihat Gisella yang masih tertidur pulas di pelukan nya.
Barra bisa memandangi wajah cantik istri nya tersebut.
"Selamat pagi istri ku sayang," ucap Barra sambil mencium kening Gisella.
Barra pun mencoba untuk untuk melepaskan pelukan erat dari Gisella, dari dia harus bersiap untuk pergi ke kantor.
Baraa pun akhirnya membuat Gisella karena dia yang melepaskan pelukan erat Gisella.
Gisella pun langsung menjauh dari Barra, Gisella masih belum bisa terlalu dekat dengan Barra.
Pandangan Gisella bahwa Barra adalah Kakak ipar nya bukan suaminya.
"Maafkan aku yaa Gisella, membuat tidur kamu terganggu."
Barra pun langsung membuka jendela kamar nya, udara segar yang masuk ke dalam kamar Gisella membuat Gisella merasa sangat mual sekali.
Tapi Gisella mencoba untuk menahan nya karena jika di pagi hari dia merasakan mual muntah.
Barra melihat sikap Gisella yang sangat aneh sekali dia terus saja memejamkan mata nya dan menutup mulutnya.
Barra pun menghampiri Gisella, di karena kan Gisella yang sudah terlalu mual. Gisella pun langsung berlari menuju ke kamar mandi nya.
Barra ikut berlari mengejar Gisella dia melihat istrinya tersebut yang sedang muntah-muntah dengan wajah yang sangat pucat sekali.
Barra begitu sangat hawatir sekali dengan melihat Gisella.
"Gisella, apakah kamu baik-baik saja?."
Barra mencoba untuk membawa Gisella kembali ke tempat tidur nya.
"Gisella, tidur lah dulu yaa. Aku akan membuat kan minuman hangat untuk kamu."
Barra meninggalkan Gisella dan mencoba untuk membuatkan teh manis hangat untuk Gisella.
"Aku tidak boleh membuat Kak Barra hawatir, nanti dia akan semakin lama di sini dan Kak Laura semakin membenci aku."
Gisella pun menunggu kedatangan Barra, dan Barra pun akhirnya datang dengan membawa teh manis hangat untuk Gisella.
"Ayo Gisella cepat habiskan teh manis hangat ini yaa."
Gisella pun segera meminum nya dan tersenyum manis kepada Barra.
__ADS_1
"Gisella, lebih baik sekarang kita pergi ke Dokter Specialis Kandungan yaa. Kita lihat bagaimana kondisi anak kita, bagaimana mungkin kamu bisa banyak makan jika kamu selalu mual muntah seperti ini."
Wajah Barra terlihat sangat hawatir sekali dia memegang perut Gisella.
"Ini biasa ko Kaa, ini hanya terjadi di pagi hari saja. Semua ibu hamil pasti mengalami ini semua jadi Kak Barra nggak usah hawatir yaa. Sekarang lebih baik Kak Barra bersiap-siap untuk pergi ke kantor, aku sudah tidak apa-apa kok Kaa."
Gisella mencoba untuk meyakinkan Barra karena dia ingin Barra pergi dan menemani Laura.
"Kasihan Kak Laura, pasti dia hawatir sekali dengan Kakak dan Kak Laura juga butuh perhatian Kakak. Aku di sini ada Ibu dan Ayah yang selalu ada untuk aku."
Barra tidak mengerti dengan sikap Gisella yang begitu sangat baik sekali kepada Laura.
"Kamu hati-hati yaa jangan berlari seperti tadi ingat kamu itu sedang hamil dan jangan lupa makan sedikit tapi sering yaa agar tidak terlalu mual."
Barra pun langsung mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor.
Gisella menyiapkan baju Barra dia pun merasa jika suaminya tersebut pasti pergi ke rumah nya dulu untuk mengganti baju nya.
Gisella mencoba untuk keluar dari kamar nya walaupun sebenarnya dia masih sangat pusing dan mual.
Gisella mencoba untuk membuatkan sarapan pagi untuk suaminya tersebut karena kedua orang tuanya sudah pergi ke toko bunga.
Gisella hanya bisa membuatkan roti panggang selai coklat dengan susu coklat hangat.
"Gisella kamu sedang mual pun masih bisa membuatkan sarapan pagi untuk suami kamu."
Barra merasa sangat terharu sekali ketika melihat istrinya yang begitu sangat perhatian kepada nya.
"Maafkan aku yaa Kak, aku hanya bisa membuat sarapan seperti ini saja."
Barra pun langsung memotong kan roti panggang tersebut dan menyuapi nya kepada Gisella.
Gisella pun memakan roti panggang tersebut dari suapan suaminya.
Gisella terlihat sangat malu sekali ketika dia sedang makan di perhatikan oleh suaminya.
"Kita makan bersama yaa, seperti nya anak papah pun ingin makan bersama."
Barra lebih sering menyuapi Gisella dari pada dirinya yang makan.
"Yeah habis, Papa pergi ke kantor dulu yaa sayaaaaang. Kamu baik-baik yaa jangan muntah-muntah kasihan Ibu nya mungkin sangat lapar sekali yaa."
Barra mengelus perut Gisella dan mencium perut Gisella.
__ADS_1
"Gisella, aku pergi ke kantor dulu yaa. Kamu baik-baik yaa, jangan lupa minum vitamin yaa."
Barra memeluk erat Gisella dan mencium kening Gisella, ketika Barra pergi dia merasa aroma parfum nya.
"Kenapa ada aroma parfume ku yaa di sini, siapa yang memakai parfume ku ini."
Gisella menghampiri Barra dan mencium pundak Gisella membuat Barra terkejut dengan sikap Gisella.
"Kak pakai parfume aku yaa,? kenapa pakai parfume aku sih."
Barra hanya bisa tersenyum manis kepada Gisella.
"Agar aku selalu merasa ada di dekat kamu, aku memakai nya sangat banyak sekali loh."
Gisella sangat terkejut sekali ketika mengetahui nya.
"Kenapa???? nanti Kak Laura mengetahui nya dan dia semakin marah-marah kepada Kakak."
Gisella merasa sangat kesal sekali.
"Apakah memang Laura lebih di ingat dengan sikap marah-marah nya saja, sudah lah kamu tenang saja ini tidak akan di ketahui Laura."
Barra melambaikan tangan nya kepada Gisella dan dia pun masuk ke dalam mobil.
Barra tidak berpamitan dengan orang tua Gisella karena mereka yang sedang sibuk di toko bunga nya.
Ketika mobil Barra yang sudah pergi, Gisella pun berjalan menuju ke pagar rumah dia memastikan tidak ada Rangga yang berada di lingkungan rumah nya.
"Syukurlah Rangga tidak ada di sini dan semoga saja Rangga tidak pernah hadir secara tiba-tiba lagi."
Gisella pun memilih untuk menghampiri kedua orang tuanya dan mencoba untuk membantu kedua orang tuanya.
"Gisella, lebih baik kamu istrirahat saja. Ibu tidak bisa menghampiri Barra karena di toko yang banyak sekali yang datang untuk mengambil pesanan bucket bunga nya."
Gisella memilih untuk duduk dan membantu membuat bucket bunga sesuai dengan pesanan.
"Aku harus bergerak buuu, aku jangan tiduran terus harus di gerakkan biar aku terbiasa selalu bergerak."
Riana melihat wajah Gisella yang terlihat sangat pucat sekali tapi masih bisa melakukan aktifitas nya.
"Yasudah ibu akan bawakan buah-buahan yaa, kalau pagi kamu sering sekali merasakan mual muntah."
Riana membawakan buah-buahan untuk Gisella dan mengupasnya nya.
__ADS_1
Riana ingin sekali pernikahan kontrak ini segera berakhir agar hubungan Gisella dan Laura bisa membaik seperti dulu lagi.