Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (75)


__ADS_3

Wajah Barra terlihat sangat panik sekali dia seperti ingin sekali menyusul Gisella.


"Sudahlah Mas, kamu jangan negatif terhadap Rangga dia tidak mungkin melakukan hal yang negatif."


Laura mulai menikmati makanan yang sudah datang, dan Barra pun tidak suka dengan sikap istri nya tersebut.


"Bagaimana jika Rangga mengetahui jika aku ini adalah suaminya Gisella juga."


Laura menghentikan makannya ketika mendengar perkataan tersebut dari suaminya.


"Rangga tidak akan pernah tahu jika bukan kamu yang memberi tahu, karena kamu yang terlalu berlebih-lebihan dengan Gisella."


Laura merasa tidak menikmati waktu kebersamaan nya dengan Barra.


"Aku ingin pulang saja nafsu makan ku langsung hilang begitu saja."


Laura pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan dia menuju ke mobil nya.


Barra tersenyum ketika Laura memilih untuk pergi dari tempat tersebut.


Gisella memikirkan ucapan Laura yang akan honeymoon kembali bersama dengan Barra.


Gisella pun merasa sangat kebingungan sekali dengan rencana tersebut.


"Jika Kak Laura pergi honeymoon bersama dengan Kak Barra, itu tandanya mereka berdua berencana untuk bisa mempunyai anak. Lalu bagaimana dengan nasib ku sekarang bagaimana jika bulan depan aku sampai positif hamil dan Kak Laura pun positif hamil lalu bagaimana dengan pertanggung jawaban dari Kak Barra."


Rangga berlari menghampiri Gisella dan langsung membuka pintu mobil nya.


Rangga melihat Gisella seperti sangat sedih sekali dan membuat Rangga curiga.


"Gisell, kenapa kamu jadi sedih seperti itu ketika melihat Kak Laura dan suaminya. Apakah ada sesuatu yang kamu sembunyikan."


Gisella menggelengkan kepalanya sambil memandangi wajah Rangga.


"Aku nggak sedih aku hanya rindu dengan suami ku yang sekarang sedang bertugas di luar kota."


Rangga memilih langsung mengendarai mobil nya.


"Gisell, aku tahu kamu sekarang sudah milik lelaki yang lain. Tapi aku ingin kamu bisa mencurahkan isi hati kamu karena aku ngerasa kamu sedang memendam suatu."


Gisella merasa jika Rangga begitu sangat tulus sekali kepada nya.


"Gisell, sekarang aku ikhlas kamu bersama dengan lelaki lain. Sekarang aku ingin bisa menjadi sahabat kamu saja."

__ADS_1


Gisella merasa sangat tersentuh sekali ketika mendengar perkataan dari Rangga.


Gisella pun membayangkan jika seharusnya dirinya sekarang sudah bertunangan dengan Barra.


Dan mungkin mereka berdua pun akan segera menikah secepatnya tapi takdir berkata lain Gisella harus menikah dengan lelaki yang tidak dia inginkan.


"Terimakasih banyak Rangga, kamu masih mau berteman dengan aku. Padahal aku sudah menyakiti hati kamu menikah dengan lelaki lain."


Rangga pun hanya tersenyum tipis padahal di hati nya dia ingin bisa memiliki Gisella kembali.


"Rangga, terimakasih banyak ya. Kamu sudah mau mengantarkan aku pulang dan kamu harus hati-hati ya jangan ngebut-ngebut bahaya kamu belum nikah."


Gisella membuka pintu mobil nya dan langsung berlari menuju ke rumah nya.


Kedatangan Gisella pun di sambut manis oleh ibunya.


"Kamu sudah pulang Nak, mandi dan langsung makan yaa. Ibu dan ayah menunggu kamu."


Gisella pun mengikuti apa yang di katakan oleh Ibunya.


Gisella memandangi wajah nya di cermin dia terus memandangi wajah nya.


"Gisella, kenapa kamu harus menjadi seorang wanita bayaran yang di simpan, kenapa aku bisa melakukan nya dan aku sangat menyesal sekali. Tapi ini sudah takdir yang harus aku jalani."


Riana melihat wajah Gisella yang kelihatan sangat pucat sekali tidak seperti biasa nya.


"Gisell, kamu baik-baik saja kan. Tidak ada yang terjadi dengan kamu."


Gisella merasa jika kedua orang tuanya harus mengetahui semuanya.


"Tadi di cafe aku bertemu dengan Kak Laura dan Kak Barra, Kak Laura bilang mereka berdua akan melakukan honeymoon."


Kedua orang Gisella merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan dari Gisella.


"Laura akan honeymoon kembali bersama dengan Barra, dia berniat ingin bisa hamil tapi sebelum nya dia menginginkan anak dari rahim kamu."


Ayah Gisella merasa sangat kesal sekali dengan sikap Laura.


"Iya Yah, aku merasa sangat kebingungan sekali dengan apa yang ada di pikiran Kak Laura. Lalu aku menikah dengan Kak Barra untuk apa, apa Kak Laura hanya ingin merusak masa depan ku saja."


Wajah Gisella terlihat sangat sedih sekali.


"Sudah yaa Nak, kamu jangan sedih seperti itu. Jika sampai bulan depan kamu positif hamil ibu yang akan bicara dengan Kakak kamu."

__ADS_1


Gisella tiba-tiba merasa sangat pusing sekali mata nya seperti berkunang-kunang.


"Buu, aku pusing sekali yaa. Pandangan mata ku buram sekali."


Gisella terus memegang kepala nya dan dia berniat untuk mencoba untuk berdiri tapi ternyata Gisella langsung jatuh pingsan.


Orang tua Gisella langsung membawa Gisella ke kamar nya, mencoba untuk menyadarkan dulu Gisella.


"Yaa Tuhan Nak, kamu kenapa sayang. Tangan kamu dingin sekali."


Orang tua Gisella mencoba untuk memberikan sesuatu yang bisa membuat Gisella tersadar kan diri.


Tapi tetap saja tidak ada respon dari Gisella.


"Bu, lebih baik sekarang kita bawa saja Gisell ke rumah sakit. Ayah takut terjadi sesuatu dengan Gisella."


Orang tua Gisella begitu sangat hawatir sekali dan mereka pun langsung membawa Gisella ke rumah sakit.


"Bertahan yaa sayaaaaang, kamu pasti kuat Nak."


Riana tidak kuasa menahan air mata nya ketika melihat wajah Gisella yang sangat pucat sekali.


Sampai akhirnya Gisella sampai di rumah sakit dan langsung di tangani oleh pihak medis.


"Bagaimana ini Bu, apakah kita harus memberitahu kepada Laura di saat hubungan mereka berdua sedang begini. Ayah takut Laura berpikiran negatif terhadap Gisell apalagi mereka berdua yang berniat untuk bisa pergi berlibur bersama."


Riana merasa sangat sedih sekali tapi bagaimana pun juga Gisella juga adalah istri dari Barra.


"Semoga saja Gisell baik-baik saja, sehingga dia bisa langsung pulang ke rumah."


Orang tua Gisella menunggu hasil pemeriksaan nya, mereka sangat hawatir sekali dengan kondisi Gisella.


Dan akhirnya Dokter pun keluar dari ruangan pemeriksaan nya.


"Bagaimana Dok, keadaan Putri saya Gisella.?"


Riana langsung menghampiri Dokter tersebut.


"Tensi darah Gisella sangat rendah sekali, dua harus banyak istirahat dan tidak banyak pikiran dulu yaa. Saya rasa Gisella sedang memendam sesuatu di dalam diri nya."


Riana pun meneteskan air mata nya, dia langsung berpikir. Gisella pasti sedang banyak sekali pikiran di kehidupan nya, dia harus melawan rasa sabar nya ketika dia bertemu dengan Kakak nya dan Kakak ipar nya atau suaminya.


Riana dan suaminya pun langsung menghampiri Gisella dan mencium kening Gisella.

__ADS_1


Riana tidak kuasa menahan air mata ketika melihat kondisi Gisella.


__ADS_2