Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (94)


__ADS_3

Rangga mencoba untuk memberanikan diri untuk bertanya kepada Gisella.


"Gisell, kenapa kamu tidak mau bertemu dengan Kak Laura tadi."


Tanya Rangga yang begitu sangat kebingungan sekali.


"Hmmm, aku mencoba untuk menghargai perasaan Kak Laura. Karena dia sekarang sedang melakukan program kehamilan dan aku rasa Kak Laura tidak usah tau dengan kehamilan ku ini."


Rangga pun akhirnya mengerti dengan apa yang di lakukan oleh Gisella.


"Kamu baik sekali Gisella, mencoba untuk menjaga perasaan Kakak kamu yang sudah lama menikah tetapi belum bisa hamil."


Gisella pun kembali melamun sambil memegang perut nya.


"Gisella, kenapa kamu tidak memberitahu suami kamu tentang kehamilan kamu ini dia pasti sangat senang sekali dan bilang langsung pulang untuk bertemu dengan kamu."


Gisella pun lagi-lagi menangis kembali ketika mendengar perkataan dari Rangga.


"Aku tidak akan memberitahu suamiku, biarkan ini menjadi sebuah kejutan nanti di saat dia kembali kepada kuu."


Rangga semakin mencurigai pernikahan Gisella.


"Oh begitu yaa Gisella, mungkin itu semua nya sudah kamu pikirkan sebelumnya."


Rangga pun sampai di depan gedung Apartemen Gisella.


"Gisella apakah kamu mau diantarkan sampai di depan pintu Apartemen kamu."


Gisella langsung membuka pintu mobil dia seperti sangat terburu-buru sekali.


"Tidak usah Rangga, terimakasih banyak yaa kamu sangat baik sekali sama aku."


Gisella pun langsung berjalan menuju ke dalam Apartemen nya dan Rangga hanya bisa memandangi Gisella dari jauh.


Gisella masuk ke dalam Apartemen nya dia melemparkan obat dan vitamin untuk kandungan nya ke atas kasur.


"Yaa Tuhan, aku hamil sekarang aku sedang hamil anak Kak Barra. Lalu bagaimana dengan kak Laura jika dia mendengar kabar ini dia pasti sangat sedih sekali dia pasti semakin membenci aku."


Gisella membaringkan tubuhnya di atas kasur sambil memegang perut nya.


"Lebih baik aku rahasia dulu tentang kehamilan ku ini, sampai saat nya tiba aku memberitahu kepada mereka."


Gisella kembali merasakan mual-mual yang berlebih-lebihan dia pun langsung berlari ke kamar mandi.


Gisella harus bisa kuat dan tegar dalam menghadapi kehamilan nya ini.

__ADS_1


"Gisella kamu harus kuat Gisella kamu jangan sampai lemah seperti ini."


Gisella mengelus perut nya sambil menahan pusing mual yang sedang dia rasakan.


Laura berada di Rumah Sakit tersebut dia ingin mengambil hasil pemeriksaan yang di lakukan oleh Barra.


"Semoga saja hasil sangat baik tidak yang membahayakan kesehatan Mas Barra."


Laura merasa sangat tidak sabar sekali untuk menunggu hasil nya.


Dan akhirnya Laura pun mendapatkan hasil nya.


"Semoga saja, hasil nya baik yaa Laura dan kamu secepatnya bisa segera hamil."


Laura pun tersenyum manis kepada Dokter Rivan.


"Semoga saja yaa, aku ingin membuka nya bersama an dengan suamiku saja."


Setelah sudah mendapatkan surat tersebut, Laura pun memilih untuk segera pergi dari rumah sakit tersebut dan menuju ke kantor suaminya.


"Aku tidak sabar sekali ingin mengetahui apa yaa hasilnya."


Laura sampai di kantor Barra, Laura pun lupa jika sekarang Barra sedang rapat untuk membicarakan tentang proyek besar perusahaan nya.


"Bagaimana yaa ini, aku harus menunggu lama di sini. Ahhhh itu sangat membosankan sekali untuk aku."


"Lebih baik aku sekarang pergi ke rumah ayah dan ibu saja dan melihat bagaimana dengan bisnis toko bunga kuu."


Laura pun lebih memilih untuk menyimpan surat tersebut di didalam mobil nya.


Di perjalanan menuju rumah orang tua nya, Laura tersenyum-senyum sendiri dia berharap yang terbaik untuk dirinya.


Laura sampai di depan pintu gerbang rumah orang tua nya, dia pun langsung turun dari mobil nya dan menghampiri orang tua yang sedang duduk di depan toko kue nya.


Kedatangan Laura membuat bahagia kedua orang tuanya karena mereka sangat kesepian sekali ketika Gisella yang memilih untuk tinggal di Apartemen nya.


Laura pun bersalaman dengan kedua orang tuanya dan memeluk erat tubuh ibu nya.


"Bagaimana kabar kamu Nak sekarang,? kamu terlihat sangat bergembira sekali."


Riana memandangi wajah Laura yang terlihat sangat bahagia.


"Iya Buu, aku sekarang sedang bahagia sekali Buu. Aku sedang menjalankan program kehamilan dan bukan hanya aku saja tapi Mas Barra pun dia mau melakukan program kehamilan tersebut, sekarang aku sudah mengambil hasil dari pemeriksaan Mas Barra."


Riana dan suaminya pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan tersebut mereka berdua langsung teringat dengan Gisella.

__ADS_1


"Oh iya Buu bagaimana dengan bisnis toko bunga ku ini, semua berjalan dengan lancar kan Buu."


Laura masuk dengan melihat toko bunga tersebut.


Bukan Gisella yang dia tanyakan tapi toko bunga yang dia tanyakan.


"Semuanya baik-baik saja, dan ibu rasa toko bunga kita ini sangat malu sekali."


Laura pun sangat bahagia sekali ketika mendengar hal tersebut.


"Syukurlah Buu, semoga saja kita bisa membuka cabang toko bunga yang lain nya yaa."


Pandangan Laura tertuju pada jendela kamar Gisella yang tertutup rapat, itu tandanya Gisella sedang tidak ada di rumah.


Laura memilih untuk kembali ke kantor suaminya.


"Buuu, seperti nya aku harus kembali ke kantor Mas Barra. Aku ingin sekali membuka hasil pemeriksaan Mas Barra bersama."


Laura pun berpamitan kepada kedua orang tuanya dan kembali menuju ke kantor suaminya.


"Dia benar-benar sudah melupakan Gisella, Laura sudah melupakan pengobatan besar Gisella."


Ucap Riana sambil memandangi wajah Laura dari kejauhan.


Laura pun langsung berpikir kemana pergi nya Gisella.


"Pergi ke mana yaa Gisella, dia tidak mungkin kan sedang bertemu dengan Mas Barra. Jangan-jangan mereka berdua sekarang sedang ketemu di kantor. Aku harus secepatnya sampai di kantor."


Laura mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tinggi sekali dia tidak mau Barra bertemu dengan Gisella.


"Sebelum aku positif hamil, Gisella tidak boleh bertemu dengan Mas Barra."


Laura pun langsung berlari ketika dirinya sampai di kantor Barra.


Laura begitu sangat ingin sekali bisa bertemu dengan Barra.


"Sebelum aku melihat wajah Mas Barra, hati ku ini belum tenang."


Sampai akhirnya Barra pun keluar dari ruangan rapat nya dan langsung melihat Laura yang ada di hadapannya.


Laura pun tersenyum manis sambil mengeluarkan amplop putih di tangan nya.


"Apa hasil nya,? bagaimana hasil dari pemeriksaan tersebut."


Laura pun langsung menarik tangan suaminya tersebut agar bisa membuka nya secara bersamaan.

__ADS_1


"Aku sengaja belum membuka nya Mas, aku ingin membaca bersama dengan kamu."


Laura dan Barra pun membuka hasil pemeriksaan tersebut dan langsung membaca nya bersama.


__ADS_2