Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 56.


__ADS_3

Barra terus menatap wajah Gisella sambil tersenyum dan Gisella pun menatap wajah Barra.


"Ada apa yaa kaa,? apa ada yang salah dengan penampilan aku yaa."


Gisella mengambil cermin yang dia simpan di tas nya.


"Tidak ada Gisell, sudah jangan sering bercermin seperti itu kamu sudah cantik."


Gisella pun langsung menundukan kepalanya dia tidak nyaman dengan perkataan tersebut apalagi sekarang dia akan segera pulang.


"Gisella, kamu persiapkan diri kamu yaa. Hari ini kita langsung pulang ke rumah Mama Rossa. Kamu mungkin akan di suruh menginap untuk beberapa hari."


Gisella pun langsung terkejut ketika mendengar hal tersebut, Gisell tidak menyangka jika dia harus pulang ke rumah Barra bukan ke rumah orang tua nya.


"Kamu tenang saja yaa, semua akan baik-baik saja. Apalagi di sana kan ada Kakak kamu Laura dia pasti akan membuat kamu nyaman."


Gisella tidak yakin jika Laura akan bersikap seperti dulu kepada nya, apalagi setelah kejadian di kamar itu.


"Iyaa Kaa, semoga saja Kak Laura mau bersama dengan aku."


Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan gerbang pintu rumah Barra.


Gisella merasakan rasa ketidak nyamanan nya pada dirinya, dia merasa sangat ragu sekali ketika dia mulai turun dari mobil nya.


Gisella pun langsung terkejut ketika melihat penyambutan yang sudah di siapkan.


__ADS_1



Barra langsung masuk ke dalam dan dia melihat Laura sudah menyambut kedatangan mereka berdua.



Laura tampak tersenyum manis ketika melihat kedatangan suaminya.


Barra dan Laura pun berpelukan melepaskan rasa rindu mereka.


"Laura aku sangat merindukan sekali kamu, kamu baik-baik saja kan di rumah."


Gisella hanya bisa memandangi mereka berdua dan dia pun memilih untuk terdiam saja.


"Aku baik-baik saja Mas, aku kan sekarang mulai di sibuk kan dengan bisnis baru aku. Aku membuka toko bunga di dekat rumah Ayah dan Ibu semoga toko itu bisa maju dan Ayah dan Ibu mempunyai kesibukan."


Rossalinda memilih untuk terus berjalan menghampiri Gisella.


"Bagaimana kabar kamu Gisella,? kamu merasa sangat nyaman bersama dengan Barra. Atau kamu ingin pergi honeymoon kembali di bulan depan."


Mendengar perkataan tersebut Laura pun langsung memandangi wajah Gisella.


"Aku baik-baik saja dan aku sangat bahagia, aku rasa liburan cukup saja tidak usah di perpanjang lagi. Kak Barra pasti sangat sibuk sekali di kantor nya."


Rossalinda menarik tangan Gisella ketika Laura mau menghampiri nya.


"Ayo Gisella, kita sudah mempersiapkan kamar untuk kamu. Kamu butuh waktu untuk beristirahat."

__ADS_1


Gisella pun hanya bisa memandangi wajah Laura dan mengikuti langkah kaki Rossalinda.


Barra pun langsung menghampiri Laura.


"Mungkin Mama membawa Gisell, itu untuk kita bisa berduaan dulu."


Barra pun langsung menarik tangan Laura menuju ke kamar nya.


Laura hanya tersenyum tipis kepada Barra.


Mereka berdua pun masuk ke dalam kamar nya dan menutup rapat pintu kamar nya.


"Bagaimana Mas, kamu sudah bisa menerima kehadiran Gisell sebagai istri kamu seutuhnya."


Laura menayangkan hal yang sebenarnya tidak ingin Barra bahas, dia tidak ingin Laura merasa sakit hati jika Barra mengatakan hal yang sebenarnya.


"Laura kita sedang berada berdua di dalam kamar, kamu bisa kan jangan dulu membahas tentang pernikahan itu. Aku ingin fokus dulu bersama dengan kamu."


Ketika Barra mencoba untuk mendekati Laura tiba-tiba saja handphone Laura berdering kencang sekali.


Dan membuat Laura langsung mengambil handphone nya dari tas nya.


Laura pun menjawab panggilan telephone tersebut dan kelihatan sekali Laura begitu sangat serius sekali.


"Mas, maafkan aku yaa. Aku harus ke kantor sekarang. Aku mau membicarakan tentang varian baru masker wajah yang akan aku luncurkan bulan depan. Jadi maafkan aku yaa Mas sekarang aku harus ke kantor secepatnya."


Laura langsung mencium pipi Barra dan dia pun meninggalkan Barra sendirian di kamar nya.

__ADS_1


Barra hanya bisa menghelakan nafas panjang dan memilih untuk keluar dari kamar nya.


__ADS_2