
Laura seperti tidak berselera dan tidak bersemangat dia terus saja melamun dengan tatapan kosong nya.
Barra harus segera pergi ke kantor karena dia mempunyai janji bisnis dengan Rangga.
Tapi Barra merasa sangat tidak tega ketika melihat Laura yang seperti itu.
"Laura, kamu baik-baik saja kan?. Kamu sudah makan belum bagaimana aku bisa tenang untuk pergi ke kantor jika kondisi kamu seperti ini."
Barra menghampiri Laura tapi Laura selalu saja menghindar ketika dia sentuh oleh Barra.
"Kamu pergi saja Mas, aku baik-baik saja kok berada di Apartemen."
Laura mencoba untuk menyakinkan suami nya.
"Baiklah, aku pergi dulu yaa. Sore ini aku ada pertemuan dengan Rangga untuk membicarakan tentang bisnis yang akan kita lakukan."
Barra mencium kening Laura dan pergi.
Laura tidak bisa selalu seperti ini, dia harus bangkit kembali seperti Laura yang dulu.
__ADS_1
"Laura, kamu harus bisa bersikap biasa saja. Lupakan jangan selalu di ingatkan lagi."
Laura memilih untuk pergi dari Apartemen nya.
Dia ingin sekali membebaskan diri nya.
"Lebih baik aku pergi ke toko baju dan aksesoris, sudah lama sekali aku tidak pergi ke sana."
Laura pun keluar dari Apartemen nya dan menuju ke mobil pribadi nya.
Barra dan Rangga lebih memilih untuk membicarakan tentang bisnis mereka di sebuah Restoran.
Rangga pun ingin sekali membicarakan tentang Gisella kepada Barra.
Mereka berdua terlihat sangat serius sekali, setelah selesai membicarakan tentang bisnis Rangga meminta Barra untuk duduk sebentar bersama nya.
"Barra, apakah kamu tahu jika Dokter Rivan itu menyukai Gisella."
Barra sangat terkejut sekali ketika Rangga mengatakan hal tersebut.
"Dokter Rivan dengan Gisella,? mereka mempunyai hubungan itu tidak mungkin terjadi."
__ADS_1
Barra tidak percaya dengan perkataan Rangga kepada nya.
"Tadi aku pergi untuk menemui Gisella, dan ternyata dia sudah melahirkan. Setelah itu datang Dokter Rivan dan dia mengatakan hal tersebut jika Gisella adalah kekasih dirinya."
Ketika mendengar hal tersebut, Barra pun teringat dengan setatus Dokter Rivan di media sosial.
Barra berpikir jika status tersebut ternyata untuk Gisella.
"Seperti iya, Dokter Rivan pernah menulis tentang seseorang di media sosial nya. Dan mungkin itu untuk Gisella seperti nya Dokter Rivan yang menyukai Gisella."
Rangga melihat tidak ada wajah cemburu yang Rangga lihat dari Barra.
Rangga pun baru yakin jika Barra tidak punya perasaan terhadap Gisella.
"Aku mencintai Gisella, Gisella adalah kekasih kuu cinta pertama kuu. Aku ingin bisa bersama kembali dengan Gisella dan membatalkan rencana pernikahan kuu dengan wanita pilihan orang tua, bisakah kamu membantu ku agar Gisella bisa kembali bersama dengan kuu."
Permintaan Rangga begitu sangat berat sekali untuk bisa di lakukan oleh Barra.
"Jangan lakukan hal tersebut, jangan membatalkan rencana pernikahan kamu. Karena nanti Gisella yang akan menjadi korban nya dia yang akan menjadi incaran orang tua kamu dan juga calon istri kamu."
Barra tidak mau Gisella lagi-lagi di salahkan, Barra ingin melihat Gisella bahagia.
__ADS_1
"Jika kamu kasihan dengan Gisella jangan lakukan hal tersebut, jangan selalu memaksakan. Hanya memikirkan kebahagiaan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan Gisella."
Barra memilih untuk langsung meninggalkan Rangga karena dia merasa pertemuan bisnis bersama dengan Rangga sudah selesai.