
Riana mencoba untuk menghampiri Laura dia ingin melihat kondisi Laura.
Riana pun mengetuk pintu kamar Laura dan Laura pun berteriak agar ibu nya bisa masuk ke dalam.
Riana melihat kondisi Laura yang sudah berbeda dari sebelumnya dia terlihat lebih
segar.
"Ibu rasa kamu sudah membaik Laura, kamu terlihat sangat segar dan cantik."
Laura memilih untuk mandi agar dirinya terlihat lebih segar dan sehat.
"Aku tidak bisa hanya berbaring saja di tempat tidur, itu hanya membuat Mas Barra bosan melihat kuu."
Laura duduk dan seperti ingin sekali bercerita kepada ibu nya.
__ADS_1
"Buu, aku merasa rumah tangga selalu saja seperti ini. Kadang aku merasa ingin mengakhiri pernikahan ini tapi kadang juga aku tidak ingin kehilangan Mas Barra dan perasaan itu terus-menerus datang dalam pikiran ku."
Laura menatap wajah Ibu nya dengan mata yang berkaca-kaca.
"Laura kenapa kamu mempunyai pikiran ingin mengakhiri pernikahan mu ini ,? sedangkan ibu rasa kamu sangat mencintai Barra dan sikap Ibu Rossa pun sekarang sangat membaik sekali tidak seperti dulu."
Laura pun menghela nafas panjang nya dan kembali merenung.
"Aku tidak tahu Buu, perasaan ini yang selalu saja berubah-ubah sesuai dengan rasa yang aku rasakan. Apakah mungkin dengan kehadiran anak ku ini akan memperbaiki hubungan rumah tangga ku atau akan mengakhiri pernikahan ku."
Laura pun beranjak dari tempat duduknya dia berjalan menuju jendela kamar nya.
Riana menghampiri Laura dan memeluk erat Laura.
"Kemewahan tidak membuat ku bahagia Buu, aku berkerja keras karena aku tidak mau di pandang rendah oleh keluarga ini termasuk Mama Rossa."
Laura menangis di pelukan ibu nya dia seperti meluapkan semua yang ada di dalam hati nya.
__ADS_1
"Aku sangat lelah sekali buuu, perjuangan pernikahan ku ini sangat luar biasa sekali. Aku merasa sekarang aku berada di titik paling rendah Buu. Aku merasa ingin menyerah saja."
Riana mengusap air mata Laura yang terus-menerus membasahi pipinya.
"Kamu harus sabar nak, kamu pasti bisa melewati kehidupan ini. Ingat perjuangan pernikahan kamu bersama dengan Barra. Barra yang menyakinkan kamu untuk bisa menjalani rumah tangga ini bersama dengan nya."
Riana mencoba untuk menyemangati Laura, karena Laura harus bisa memperjuangkan rumah tangga nya.
"Laura, kamu sekarang sedang hamil anak pertama kamu bersama dengan Barra. ini adalah penantian panjang muu selama 3 tahun pernikahan kalian, ini harus jadi penyemangat hidup kamu Laura. Anak ini akan menjadi permata di tengah keluarga kalian."
Laura memeluk kembali Ibu nya dia merasa sangat nyaman sekali berada di pelukan ibu nya.
"Terimakasih banyak yaa Buu, kehadiran ibu di sini membuat aku merasa sangat nyaman sekali Buu. Pelukan ibu dan nasihat ibu membuat aku bahagia."
Laura terus-menerus memandangi wajah ibu nya, Laura merasa tidak mau jauh dari Ibu nya.
"Buuu, bisakah ibu berlama-lama untuk tinggal di sini bersama dengan kuu. Aku membutuhkan ibu di siap hari-hari kuuu."
__ADS_1
Riana memikirkan kondisi Gisella jika dia terlalu lama bersama dengan Laura.