Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *147*


__ADS_3

Rossalinda memegang tangan Gisella, dan membuat Gisella membalikkan badannya.


"Kamu akan pulang,? atau kamu masih menjadi guru private."


Gisella memilih untuk tidak berkata jujur kepada Rossalinda.


"Aku akan pulang, aku tidak menjadi guru private hari ini."


Gisella terpaksa berbohong padahal dirinya jadwal cek kandungan hari ini.


"Yasudah hati-hati yaa Gisell dan jaga kesehatan kandungan kamu baik-baik."


Gisella tersenyum dan pergi dari ruangan tersebut.


Gisella melihat mobil tersebut masih menunggu Gisella.


"Buu Gisella, saya harus mengantarkan Bu Gisell sampai rumah."


Supir tersebut membuka pintu mobil nya dan Gisella pun masuk ke dalam mobil tersebut.


Gisella pun meminta supir tersebut untuk mengantarkan nya ke rumah sakit.


"Pak, bisa kah mengantarkan saya ke Rumah Sakit Sejahtera. Saya mau memeriksa kandungan saya. Tapi saya mohon jangan beritahu kan ini kepada Pak Barra."


Supir tersebut pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Gisella, karena supir tersebut menjadi supir pribadi Gisella.


"Baiklah Buu, saya akan mengantar ibu ke Rumah Sakit Sejahtera."


Gisella pun tersenyum bahagia dia tidak berpanas-panasan untuk mengunggu kendaraan umum.


Gisella sampai di depan Rumah Sakit Sejahtera.


"Tunggu saya sampai selesai yaa, jangan tinggalkan saya ya."


Supir tersebut menggangukan kepala nya.


Gisella pun langsung masuk untuk menemui Dokter Rivan Specialis Kandungan.


"Semoga saja aku tidak bertemu dengan Kak Laura, semoga jadwal cek kandungan kita berbeda."


Gisella yang sudah mendaftarkan dia menunggu panggilan untuk di periksa.


Ketika nama Gisella di panggil dia bertemu dengan Dokter Rivan.


Dan pemeriksaan pun di lakukan oleh Dokter Rivan.

__ADS_1


"Gisella kandungan kamu sudah memasuki usia 6 bulan, posisi kepala pun sudah di bawah semoga saja tidak berubah. Kehamilan kamu ini sangat bagus sekali. Semoga di lancarkan sampai persalinan nanti."


Gisella merasa sangat bersyukur sekali ketika kandungan sehat walaupun Gisella lelah untuk berkerja.


"Terimakasih Dokter Rivan, semoga saja semua di lancarkan sampai persalinan nanti. Karena aku sangat menantikan kehadiran aku ini."


Dokter Rivan pun merasa sangat kagum sekali dengan Gisella, dia begitu sangat bersemangat sekali menunggu kelahiran anak pertama nya.


Walaupun dia harus menjaga anak nya seorang diri tanpa Barra yang tidak selalu bisa di samping Gisella.


Setelah selesai di periksa Gisella pun keluar dari ruangan tersebut dan dia pun seperti memperhatikan setiap orang yang datang.


"Seperti nya Gisella, menghindari bertemu dengan Laura. Beruntung nya tadi pagi aku mengubah jadwal pemeriksaan Laura menjadi besok bukan sekarang."


Melihat tidak melihat Kakak nya Gisella pun dengan sangat santai mengantri untuk menunggu obat.


Baraa mencoba untuk menghubungi supir pribadi Gisella, dia ingin menanyakan bagaimana dengan Gisella.


***Hallo Pak Robby, bagaimana dengan Gisella. Dia baik-baik saja kan. Apakah Gisell sudah sampai di rumah.


*Pak Barra, sebenarnya saya sekarang sedang berada di Rumah Sakit Sejahtera. Bu Gisell sedang melakukan cek kandungan tapi dia minta untuk tidak memberitahu ini kepada Pak Barra.*


*Yasudah jangan kamu matikan panggilan telephone ini yaa, sampai Gisella selesai bercerita tentang kondisi kehamilan nya. Saya ingin kamu bertanya kepada Gisella, supaya saya bisa mendengar nya.*


Supir tersebut pun memasukkan handphone nya tampa mematikan handphone nya, agar Barra bisa mendengar percakapan mereka berdua.


Gisella pun dengan sangat cepat sekali masuk dalam mobil nya.


"Yaa Tuhan, panas sekali yaa di luar. Beruntung sekali aku bisa di antarkan mobil pribadi hari ini."


Supir pribadi tersebut mulai menjalankan perintah dari Barra.


"Bu Gisell, bagaimana dengan kondisi kandungan Bu Gisell."


Gisella pun menceritakan semuanya dengan sangat detail sekali kepada supir tersebut.


"Usia kandungan ku ternyata sudah masuk usia 6 bulan, posisi kepala nya sudah berada di bawah. Dan Dokter Specialis Kandungan bilang jika kehamilan ku sangat bagus sekali perkembangan nya."


Barra mendengar suara Gisella dengan sangat jelas pun merasa bahagia sekali bisa mendengarkan kondisi kehamilan Gisella.


"Anak ku ini sangat luar biasa kuat sekali, aku pun tidak pernah menyangka jika dia yang aku bawa untuk berkerja keras tapi dia tetap sehat dan kuat di dalam perut ku ini."


Gisella tersenyum manis mengelus perut besar nya.


"Selamat yaa Buu, saya doakan semoga kehamilan ibu selalu di berikan kesehatan dan kelancaran sampai proses persalinan tiba."

__ADS_1


Gisella begitu sangat bahagia sekali ketika dia doakan.


"Terimakasih banyak yaa Pak, saya senang sekali sudah di doakan seperti itu."


Ketika sudah mendengar kondisi kehamilan Gisella, Barra mengakhiri panggilan telephone nya.


"Gisella aku pun di sini selalu mendoakan kamu dan anak kita, kamu harus bahagia Gisella begitu juga anak kita."


Barra melanjutkan kembali pekerjaan nya.


Gisella sampai di depan rumah nya, dia pun turun dari mobil tersebut.


"Terimakasih banyak yaa Pak, sudah mau mengantarkan saya dari kantor ke Rumah Sakit dan sekarang sampai di depan rumah."


Gisella menutup rapat pintu mobil tersebut.


"Saya adalah supir pribadi Bu Gisella, ke mana pun Bu Gisell pergi saya akan mengantar kan Bu Gisell."


Supir tersebut langsung pergi ketika sudah mengatakan hal tersebut.


"Seperti nya Mama Rossa yang memberikan fasilitas ini untuk aku, yasudah lah ini juga untuk kepentingan perkerjaan."


Gisella sampai di depan rumah nya tapi dia memilih untuk pergi ke toko bunga.


"Bagaimana Gisella, bagaimana dengan kondisi kandungan kamu dan pekerjaan kamu."


Gisella pun duduk di sebelah ibu nya.


"Kondisi kandungan ku baik-baik saja Buu, dan pekerjaan ku. Aku di percaya untuk mendesain produk shampo yang akan di keluarkan oleh Bu Rossa dia memberikan kepercayaan besar kepada ku Buu. Semua nya."


Riana merasa sangat bahagia sekali ketika Gisella yang sudah mempunyai pekerjaan bukan di berikan perkejaan tanpa ada perjuangan nya.


"Kamu harus semangat yaa sayaaaaang, berikan yang terbaik untuk Bu Rossa. Semoga saja ini menjadi awal dari kesuksesan kamu yaa."


Gisella pun berjanji di dalam hati nya dia tidak akan mengecewakan Rossalinda.


"Iyaa Buu, aku pasti akan selalu semangat dan berjuang untuk masa depan anak ku nanti. Karena aku yang menjadi seorang singel mother jadi perjuangan ku harus lebih besar."


Riana memegang perut Gisella yang sudah kelihatan besar.


"Ibu tidak sabar menunggu kehadiran bayi-bayi dari kedua putri cantik ibu, ibu selalu berharap kamu dan Kakak kamu bisa di lancarkan persalinan nanti."


Gisella pun mengharapkan kehadiran dua bayi di dalam keluarga nya.


"Iyaa Buu, semoga saja semua berjalan dengan sangat lancar yaa Buu. Bayi ku dan bayi Kak Laura."

__ADS_1


__ADS_2