Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 61.


__ADS_3

Selesai makan malam Gisella memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dan dia pun lupa memberikan bucket bunga yang di berikan oleh Barra kepada nya.


"Aku harus memberikan bucket bunga ini kepada Kak Laura, semoga saja Kak Laura belum tidur."


Gisella mengetuk pintu kamar Laura, dia mendengar suara tangisan di dalam kamar tersebut.


Laura pun akhirnya membuka pintu kamar nya, dia sangat terkejut sekali ketika melihat Gisella yang ada di balik pintu tersebut.


"Kak, ini bucket bunga dari Kak Barra. Maafkan aku yang baru bisa memberikan nya kepada Kakak."


Laura pun langsung mengambil bucket bunga tersebut, terlihat jelas sekali wajah Laura yang sedang habis menangis.


"Terimakasih banyak ya."


Laura langsung menutup rapat pintu kamar nya kembali dia tidak mengobrol sedikit pun dengan Gisella.


"Oke baiklah, besok aku akan pulang saja. Sikap Kak Laura sekarang menjadi berubah kepada kuu."


Gisella dengan wajah yang sedih dia pun memilih untuk pergi ke dalam kamar.


Gisella memeluk erat guling dan melamun.

__ADS_1


"Sebenarnya aku ini siapa yaa,? wanita simpanan atau wanita pengganti. Kenapa sikap Kak Laura seperti membenci aku seperti itu."


Gisella mulai membereskan barang-barang yang akan dia bawa pulang.


"Selesai semua nya, aku harus membuat susu hangat agar tidur ku bisa sangat nyenyak."


Gisella membuka pintu kamar nya dia melihat Barra yang sedang tertidur pulas di sofa.


"Kak Barra,? bukan kah dia bilang tidak akan pulang yaa. Kenapa dia sekarang tertidur pulas di sofa dan kenapa bukan di kamar bersama dengan Kak Laura."


Gisella hendak menghampiri Barra tapi langkah kaki nya tiba-tiba saja terhenti.


"Sebentar Gisella, jika kamu mendekati Kak Barra. Maka Kak Laura akan semakin membenci kuu lebih baik aku ambilkan saja selimut kasihan dia kedinginan."


"Akhirnya, sekarang aku bisa pergi ke dapur dan membuat susu coklat hangat."


Ketika Gisella hendak pergi tangan Barra memegang tangan Gisella dan Gisella langsung membalikkan badannya.


"Jangan pergi Gisella, aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri di sini."


Barra membuka mata nya dia ternyata tidak sedang tertidur.

__ADS_1


"Kak Barra, aku mohon jangan seperti ini yaa. Aku tidak mau Kak Laura semakin membenci aku."


Gisella melepaskan paksa genggam tangan Barra dan dia pun memilih untuk langsung berlari ke kamar nya.


Gisella menutup rapat pintu kamar nya bahkan dia mengunci nya.


"Maafkan aku Kak Barra maafkan aku bukan aku tidak mau melayani Kak Barra tapi di sini ada Kak Laura aku tidak mungkin melakukan nya di sini."


Barra memilih untuk tidur di sofa dengan bantal dan selimut yang di berikan oleh Gisella.


"Terimakasih banyak Gisell, kamu begitu sangat perhatian sekali dan sekarang aku akan lebih memperhatikan mu juga memberikan fasilitas untuk kamu."


Barra berniat untuk membawa Gisella ke salon kecantikan dan membelikan kebutuhan Gisella.


Barra pun langsung memejamkan mata nya dan Gisella membuka pintu kamar nya hanya untuk melihat Barra.


"Syukurlah Kak Barra sudah tertidur pulas di sofa dan dia pun memakai selimut yang aku berikan kepada."


Gisella tersenyum dan langsung menutup rapat kembali pintu kamar nya.


"Besok aku akan pergi, dan semoga saja rumah tangga kalian berdua kembali seperti dulu lagi dengan tampa adanya aku di dalam rumah ini."

__ADS_1


Gisella merasa apa yang dia lakukan ini adalah yang terbaik, dia tidak mau Laura membenci nya.


__ADS_2