
Ketika Laura menghampiri mobil Barra, seketika mobil Barra mundur dan langsung pergi begitu saja.
Gisella yang berada di dalam mobil tersebut pun sangat kaget sekali ketika Barra memilih untuk meninggalkan Laura.
Laura pun merasa sangat kesal sekali ketika Barra yang lebih memilih untuk pergi dari pada turun dari mobil nya.
"Ahhhhhhh, kenapa dia pergi sih. Kenapa dia lebih memilih untuk meninggalkan aku. Ini pasti ada hubungannya dengan bucket mawar merah yang di berikan oleh Rivan."
Laura pun memilih untuk pergi dia masuk kembali ke dalam mobil berharap bisa menyusul Barra.
Gisella hanya bisa menutup rapat ke dua wajah nya dengan tangan nya.
Dan Barra pun memperhatikan Gisella.
"Gisella, kamu baik-baik saja kan. Kenapa kamu menutup wajah mu dengan kedua tangan muu itu."
Gisella pun membuka tangan nya yang menutupi wajah nya.
"Aku sangat ketakutan sekali dan aku juga takut wajah kuu ini terlihat oleh Kak Laura."
Gisella pun menundukkan kepalanya dan Barra membawa Gisella ke Apartemen nya yang dulu.
"Kita ke Apartemen yaa, supaya kita aman dari Laura. Banyak sekali yang ingin aku ceritakan kepada muu."
__ADS_1
Gisella hanya terdiam mengikuti apa yang di katakan oleh Barra.
Gisella pun masih membayangkan bagaimana jika Laura mengetahui jika dirinya ada bersama dengan Barra di dalam mobil Barra.
"Gisella kamu pasti sangat lapar sekali yaa, kamu pulang kerja kan."
Barra memilih untuk memesan makanan secara online untuk mereka berdua.
"Iyaa aku sangat kelaparan sekali Kaa, aku tidak bohong."
Gisella memegang perut nya dan membuat Barra tersenyum manis kepada Gisella.
"Iyaa, sudah aku pesan kan makanan kesukaan kamu Gisella."
Gisella pun tersenyum manis kepada Barra.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan pintu Apartemennya.
Ketika Barra membuka pintu Apartemen tersebut dia mengingat kembali kebersihan nya ketika bersama dengan Gisella.
Kebersamaan yang romantis yang mereka lakukan di Apartemen tersebut.
"Aku jadi ingat sekali ketika aku sedang hamil Tiara, aku mual muntah di Apartemen ini terasa sangat lemas sekali."
__ADS_1
Gisella pun langsung menghampiri kasur yang menjadi saksi bisu kebersamaan nya bersama dengan Barra.
Tapi Gisella menutup mata nya dia tidak mengingat nya kembali.
Barra pun menghampiri Gisella, dan membuat Gisella merasa sangat canggung sekali dengan kehadiran Barra yang begitu sangat dekat dengan nya.
Tapi Gisella sangat mengetahui Barra yang tidak mungkin bersikap negatif terhadap nya.
Mereka berdua pun saling berhadapan.
"Ayo kita ke sofa Gisella, kita menunggu makanan online yang sudah kita pesan."
Gisella merasa sangat tidak nyaman sekali dengan baju yang dia pakai.
"Seperti nya masih ada baju ku di sini, aku merasa tidak nyaman sekali. Aku mau mandi dulu yaa Kaa."
Gisella pun berjalan menuju ke kamar mandi dia merasa tidak percaya diri ketika harus makan bersama dengan Barra dengan keadaan baju yang berkeringat habis berkerja.
Barra pun memilih untuk menunggu Gisella di sofa sambil menunggu pesanan makanan online untuk nya.
Gisella memandangi wajah lelah nya di cermin, dia membasuh kedua wajah nya.
Gisella terus saja membasuh kedua wajah nya.
__ADS_1
"Gisella, kamu jangan berpikiran yang negatif. Ingat kalian berdua bukan lagi suami istri."
Gisella pun mulai membersihkan seluruh tubuh nya.