Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode #233#


__ADS_3

Gisella mulai terbangun karena efek obat bius yang sudah habis, dia membuka mata nya dan melihat kaki dan tangan nya yang terikat kencang.


Gisella juga yang duduk di atas kursi roda, dia tidak bisa berteriak karena mulut nya yang di lakban warna hitam.


Gisella tidak tahu siapa yang melakukan ini semua nya kepada nya, dia menagis sambil memikirkan putri nya.


Gisella mencoba untuk menggerakkan kursi roda nya, dan dia melihat ada foto Laura bersama dengan Barra.


Gisella begitu sangat terkejut sekali ketika melihat foto tersebut dan dia pun langsung mengetahui jika Laura yang melakukan ini semua nya.


Gisella terus saja mencoba untuk membuka ikatan di kaki dan tangan tapi tidak bisa membuka nya, Gisella hanya bisa pasrah dengan apa yang sudah di lakukan oleh Laura kepada nya.


Di tempat yang lain yaitu di Apartemen Dokter Rivan, Laura terlihat begitu sangat ceria sekali dan Dokter Rivan pun memperhatikan nya.


"Apa yang membuat kamu bahagia hari ini Laura,? kamu terlihat sangat bahagia sekali malam ini."

__ADS_1


Tanya Dokter Rivan ketika dirinya yang baru pulang dari Rumah Sakit.


"Aku bahagia karena sebentar lagi aku akan melahirkan anak kedua ku, dan Kenzo akan mempunyai adik."


Dokter Rivan belum memberitahu kepada Laura jika Kenzo itu adalah Bryan. Dia merasa jika Laura sudah melahirkan itu akan menjadi hadiah terindah untuk nya.


Tidak ada rasa curiga yang Dokter Rivan lihat dari Laura dan dia pun masuk ke dalam kamar nya.


Ketika masuk ke dalam kamar Dokter Rivan mendapatkan pesan masuk dari Barra.


*Gisella menghilang di dua hari lagi menuju ke pernikahan kita berdua, aku mohon bantuan nya. Karena aku pun ingin hidup bahagia bersama dengan Gisella.*


"Apakah Laura yang melakukan ini semua, apakah Laura sudah mengakhiri nyawa Gisella."


Dokter Rivan pun begitu sangat hawatir sekali dia pun langsung keluar dari kamar nya, dan melihat Laura yang sudah masuk ke kamar nya.

__ADS_1


"Aku memang belum bisa mengatakan jika Laura yang melakukan nya, tapi aku juga harus bisa membuktikan bahwa ini bukan kesalahan Laura."


Laura menutup rapat pintu kamar dia mengunci nya, Laura mengambil benda tajam di dalam tas nya.


"Aku akan mengakhiri hidup Gisella di saat satu hari menjelang pernikahan nya. Untuk malam ini kamu bermalam dulu di Apartemen ku yaa Gisella, sebelum aku tidak ingin melakukan ini tapi jika kamu masih hidup pernikahan itu masih saja akan terjadi."


Laura pun tersenyum manis dia seperti tidak ada perasaan takut sedikitpun, Laura pun mengelus perut besar nya dan dia pun memilih untuk beristirahat dia akan melakukan nya besok sore.


***


Barra hanya bisa melamun memikirkan Gisella, besok dia baru bisa melaporkan kehilangan Gisella ke polisi.


"Barra, apakah kita harus memberitahu kepada orang tua Gisella jika dia menghilang."


Barra berdiri dari tempat duduk nya dia pun memandangi wajah Mama Rossa.

__ADS_1


"Tidak Buu, aku yakin sekali Gisella pasti akan ketemu besok aku akan mendatangi Laura. Aku ingin tahu apa sebenarnya yang di inginkan oleh Laura. Karena aku sangat yakin sekali ini adalah perbuatan Laura, jika Laura tidak mengakui nya terpaksa aku langsung lapor ke pihak kepolisian."


Rossalinda pun mengikuti apa yang di rencanakan oleh Barra.


__ADS_2