
Melihat sikap Laura yang seperti sangat ketakutan sekali membuat Barra hanya bisa terdiam memandangi wajah istri nya yang sangat menyeramkan bagi nya.
"Sekarang kamu tidur bersama dengan kuu malam ini, karena aku istri kamu yang sesungguhnya bukan Gisella yang hanya istri bayaran."
Laura memaksa Barra sampai dia harus menarik tangan Barra dengan sangat kuat sekali.
Barra hanya bisa terdiam dia menahan emosi nya di hadapan Laura.
Gisella merasa sangat bosan sekali di rumah dia berniat ingin pergi malam ini.
Gisella tampil begitu sangat cantik sekali dia berniat untuk pergi.
"Buu, aku pergi dulu yaa. Aku merasa sangat bosan sekali dan aku ingin pergi tidak akan lama kok."
Gisella berpamitan kepada Ibunya dan dia pun berniat untuk langsung pergi.
"Jangan pulang larut malam yaa, ingat kamu ini sudah mempunyai suami."
Gisella tersenyum manis kepada ibunya dan langsung pergi dengan taksi online nya.
Gisella meminta kepada supir nya untuk mengantarkan dia ke sebuah cafe.
Tapi ternyata tampa sepengetahuan Gisell, Rangga mengikuti nya dari belakang.
"Akan pergi ke mana Gisella, seperti nya aku harus mengikuti nya."
Rangga mengikuti Gisella sampai di tempat tujuan nya.
"Cafe, ini adalah cafe yang sebelumnya aku bertemu dengan Kak Laura. Apakah Gisell akan ketemuan dengan seseorang di cafe ini."
Rangga menunggu Gisella turun dari mobil nya, sampai Gisella masuk ke dalam cafe tersebut.
Barulah Rangga turun dari mobil nya dan mengikuti Gisella dari belakang.
Gisella masih belum menyadari bahwa Rangga berada di belakang nya.
Gisella pun langsung duduk dan memesan makanan dan minuman untuk dirinya.
"Seperti nya Gisella hanya memesan untuk dirinya saja, dia tidak sedang menunggu seseorang."
Rangga pun mencoba untuk memberanikan diri untuk menghampiri Gisella.
Gisella begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Rangga yang tiba-tiba saja menghampiri nya.
"Rangga,? kamu kenapa bisa ada di tempat ini."
Gisella menatap sinis ke arah wajah Rangga.
"Aku tidak sengaja melihat kamu dan boleh kah, aku duduk bersama dengan kamu Gisella."
Gisella hanya bisa terdiam saja ketika melihat Rangga yang duduk di hadapan nya.
Rangga pun mulai memesan makanan dan minuman untuk nya.
__ADS_1
"Gisell, kamu terlihat sangat cantik sekali."
Rangga benar-benar terpesona dengan kecantikan Gisella di malam itu.
"Terimakasih banyak atas pujiannya Rangga tapi sayang nya aku sudah mempunyai suami sekarang."
Perkataan Gisella membuat hati Rangga sedikit sakit mendengar nya.
"Yaa, aku tahu itu Gisella. Kamu yang sudah mempunyai suami."
Rangga pun lebih memilih memainkan handphone nya dan akhirnya makanan yang mereka berdua pesan pun akhirnya datang juga.
Rangga dan Gisella menikmati makanan yang sudah merasa pesan.
Suasana makan malam yang begitu sangat sunyi senyap sekali membuat Rangga merasa ingin sekali memegang tangan Gisella.
Gisella pun hanya bisa terdiam saja dia tidak mau mengobrol dengan Rangga seperti menghargai perasaan suaminya.
Rangga berniat untuk menyudahi makan nya dia ingin pergi karena dia melihat Gisella yang hanya bisa terdiam saja.
Ketika Rangga ingin meninggalkan tempat tersebut dia melihat Laura dan Barra datang.
"Gisella coba lihat itu ada Kak Laura dan juga suami nya."
Gisella pun merasa sangat terkejut sekali dan langsung membalikkan badannya.
Rangga melambaikan tangan nya sehingga Laura dan Barra melihat Gisella dan Rangga.
Gisella tidak tahu dia harus bagaimana ketika dia melihat suaminya datang menghampiri nya.
"Barra kenapa kamu bisa bersama dengan Gisella di cafe ini."
Barra langsung memandangi wajah Gisella.
"Aku tidak sengaja melihat Gisella yang sedang makan sendiri dan aku pun langsung menghampiri Gisella."
Laura dan Barra duduk di meja yang sama dengan Gisella dan Rangga.
Gisella di buat tidak bisa berkata-kata apa-apa dia terus saja memandangi wajah Barra.
"Oh iya Rangga perkenalkan ini adalah suami Kakak. Barra nama nya."
Rangga dan Barra bersalaman dengan tatapan mata yang sangat tajam sekali.
"Rangga Erlangga, mantan kekasih Gisella."
Barra langsung melepaskan genggaman tangan nya.
__ADS_1
Laura memegang mesra tangan Barra di hadapan Gisella.
"Seperti nya kalian berdua sangat romantis sekali yaa, seandainya saja Gisella belum menikah."
Gisella pun langsung mengalihkan pembicaraan Rangga.
"Rangga bagaimana hubungan mu dengan wanita yang kamu upload di akun media sosial kamu itu, apakah kalian akan berencana segera menikah?."
Rangga terdiam ketika mendengar pertanyaan Gisella.
"Padahal Gisella itu sangat baik dan cantik tapi semudah itu kamu melupakan Gisella."
Ucap Barra sambil memandangi wajah Rangga.
"Ahhhhhh sudahlah jangan membahas tentang masa lalu mereka berdua, yaa mungkin memang Gisell tidak berjodoh dengan Rangga."
Laura mencoba untuk mencairkan suasana.
"Gisella, di mana sekarang suami. Kenapa dia tidak menemani muu. Aku merasa sangat curiga sekali apakah benar kamu itu sudah menikah sedangkan aku lihat kamu tinggal bersama dengan orang tua kamu dan aku belum pernah melihat wajah suami kamu."
Pernyataan Rangga sangat menyudutkan sekali Gisella.
"Suamiku harus berkerja ke luar kota, untuk kepentingan perusahaan nya."
Barra mereka sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Gisella yang harus berbohong di hadapan mantan kekasih nya.
Padahal suaminya tepat ada di hadapannya.
"Oh iya Gisell, Kakak akan pergi untuk honeymoon bersama dengan Kak Barra. Kita berdua akan pergi ke pantai."
Gisella hanya bisa tersenyum manis ketika mendengar perkataan tersebut.
"Kalian berdua akan honeymoon kembali pasti agar segera mendapatkan keturunan yaa."
Laura tersenyum manis kepada Rangga.
"Yaa, itu benar sekali semoga sepulang dari honeymoon kita berdua akan segera mempunyai anak. Aku bisa hamil."
Barra merasa sangat kasihan sekali melihat wajah Gisella yang kelihatan sudah tidak nyaman berada di tempat ini.
Gisella ingin sekali meluapkan apa yang ada di hati nya tapi dia menahan rasa itu karena keberadaan Rangga di samping nya.
"Rangga, bisakah kamu mengantarkan aku pulang. Aku merasa sangat pusing sekali dan ingin muntah-muntah."
Gisella berdiri dari tempat duduk nya dan dia pun langsung berpamitan dengan Laura dan Barra.
"Untuk Kakak kandung ku tercinta dan Kakak ipar ku terkasih, Aku pamit pulang dulu yaa dan semoga saja sukses dengan rencana honeymoon kalian. Jangan sampai rencana tersebut gagal hanya ada panggilan telephone tiba-tiba."
Gisella tersenyum sinis kepada Laura dan dia langsung menarik tangan Rangga untuk pergi.
Barra merasa tidak menerima jika Gisella pergi bersama dengan Rangga mantan kekasih Gisella.
"Gisella pergi bersama dengan mantan kekasih nya bagaimana jika Rangga menculik Gisella. Agar dia bisa mendapatkan kembali Gisella."
__ADS_1