
Dokter Rivan keluar dari mobil mewah nya, dan dia tersenyum kepada Gisella.
Gisella hanya diam tidak membalas senyuman dari Dokter Rivan.
Dokter Rivan menghampiri Gisella dan memegang tangan Gisella.
"Hey, jangan mengganggu lagi Gisella yaa. Di adalah kekasih kuu."
Seketika Gisella terkejut mendengar perkataan tersebut.
"Kekasih,? bukan kah Gisella itu adalah pasien mu ? dan kamu itu adalah Dokter Specialis Kandungan."
Rangga tidak percaya dengan apa yang sudah dia dengar.
"Ya, benar sekali. Dan mulai sekarang jangan lagi kamu menggangu Gisella."
Rivan merangkul Gisella untuk segera masuk ke dalam rumah nya.
Rangga masih saja terdiam di depan mobil Rivan, dia terus saja memandangi Gisella dan Dokter Rivan.
"Permainan apa lagi ini, tidak mungkin Gisella bersama dengan Dokter itu."
__ADS_1
Rangga terpaksa pergi dari tempat tersebut dan dia pun hari ini memang harus pergi ke perusahaan Barra untuk kepentingan bisnis nya.
Melihat mobil Rangga yang sudah pergi, Gisella melepaskan rangkulan dari Dokter Rivan.
"Apa maksudnya Dokter berkata seperti itu kepada Rangga,? apakah Dokter ingin membantu aku supaya Rangga tidak lagi menggangu ku lagi dan aku ucapkan terima kasih banyak."
Gisella tersenyum manis kepada Dokter Rivan.
"Lalu bagaimana jika aku benar-benar menyukai muu Gisella,?"
Dokter Rivan menatap tajam wajah Gisella.
"Itu tidak mungkin terjadi karena aku bukan wanita impian muu, dan mungkin kamu lebih suka dengan kakak ku tapi sayang dia sudah mempunyai suami."
"Kenapa Gisella bisa berbicara seperti itu, dia wanita yang sangat pintar sekali dan tidak mudah tersentuh hati nya."
Rivan pun melihat pintu yang tertutup rapat.
"Dan maksudnya apa ini yaa, aku tidak boleh masuk ke dalam rumah ini. Baiklah aku pulang tapi akan sering kembali lagi ke sini."
Rivan pun kembali ke dalam mobil nya, dia meninggalkan rumah Gisella.
__ADS_1
Gisella yang melihat kepergian Dokter Rivan pun langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Dokter Rivan kembali menemui Gisella,? tapi kenapa dia pergi kembali."
Riana semakin penasaran sekali dengan maksud Dokter Rivan yang selalu mendekati Gisella.
"Dia bilang kepada Rangga jika aku ini kekasih nya, dan aku sadar itu hanya sekedar agar Rangga tidak lagi menggangu aku."
Gisella mengambil Tiara dari pangkuan ibu nya.
"Jika benar Dokter Rivan menyukai muu bagaimana Gisella,? apakah kamu akan menerima nya?."
Gisella menghela nafas panjang nya.
"Tidak buuu, aku tidak akan bersama dengan Dokter Rivan. Aku tidak tahu bagaimana sikap nya aku tidak ingin berpacaran aku ingin menikah untuk terakhir kalinya. Dan aku rasa itu sangat lama sekali sekarang yang aku pikirkan hanyalah bagaimana aku bisa membuat bahagia Tiara dan juga menjalankan kepercayaan dari Mama Rossa dengan perusahaan yang telah dia berikan untuk kuu."
Riana merasa pendirian Gisella begitu sangat kuat sekali, dia benar-benar tidak akan secepatnya untuk segera menikah kembali.
Dia ingin membesarkan anak nya dengan hasil kerja keras nya.
"Buu, posisi aku sekarang mempunyai anak. Mungkin dia suka dengan kuu tapi belum tentu dia mau menerima kehadiran Tiara. Aku tidak mau tertipu dengan lelaki yang hanya manis di awal saja."
__ADS_1
Gisella menidurkan Tiara di kasur bayi nya.