
Gisella yang membaca balasan pesan tersebut pun langsung terdiam.
"Mereka keluarga sibuk sekali, yasudah lebih baik sekarang aku menanyakan kepada ayah. Aku ingin sekali bisa menjadi seorang guru privat ini bisa juga untuk menghasilkan uang untuk aku."
Gisella pun pergi ke Ayah nya meminta saran kepada ayah nya.
Dan Gisella pun langsung bertanya kepada ayah nya.
"Ayah, aku ingin sekali meluangkan waktu luang ku untuk menjadi seorang guru privat matematika. Aku rasa sekarang kondisi kandungan ku sudah tidak seperti dulu, sekarang aku sudah kuat dan tidak mual-mual lagi."
Ayah Gisella melihat Gisella yang begitu bersemangat besar sekali.
"Silahkan sayang, kamu yang sangat pintar dan berprestasi di saat kamu sekolah. Ayah akan selalu mendukung kamu."
Setelah membicarakan semua kepada ayah nya, membuat Gisella semakin bersemangat.
"Yasudah Ayah, aku akan membagi di sosial media aku. Semoga saja banyak berminat untuk bisa privat matematika bersama dengan aku."
Gisella pun mulai menawarkan untuk bisa menjadi guru privat yang bisa di panggil ke rumah.
Barra yang melihat postingan tersebut pun langsung merasa bangga sekali dengan Gisella.
__ADS_1
"Dia begitu sangat berprestasi sekali sampai bisa menjadi guru privat, aku rasa Gisella lebih berpotensi lebih sukses dari Laura."
Barra hanya bisa tersenyum manis ketika melihat postingan Gisella.
Tiba-tiba saja handphone Barra langsung berdering.
Sebuah panggilan telephone dari Laura.
"Ada yaa Laura, di saat aku sedang melihat postingan Gisella dia langsung menelepon aku dia mempunyai insting yang sangat kuat."
Barra pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
****Hallo Laura, ada apa kamu telephone. Aku sedang sibuk sekali sekarang.*
*Untuk apa Gisella ingin bertemu dengan kita,?*
*Gisella masih membahas tentang pernikahan kontrak ini, dia benar-benar ingin mengakhiri nya dan dia juga ingin bertemu dengan Mama Rossa untuk mengembalikan uang 100 juta yang pernah Mama Rossa berikan.*
*Baiklah aku akan pulang sekarang juga.*
*Pulang,??? kamu bilang kamu sibuk .*
__ADS_1
*Maksudnya aku akan pulang nanti sore bukan sekarang bersama dengan Mama Rossa***.*
Barra langsung mengakhiri panggilan teleponnya dia dan membuat Laura merasa kesal.
"Semangat sekali dia ingin bertemu dengan Gisella, menyebalkan sekali."
Laura merasa sudah cukup untuk dia bermalas-malasan di tempat tidur.
"Waktu nya aku keluar dari kamar dan merasakan udara segar."
Laura keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ke depan rumah nya.
"Gisella, sudah ke dua kali nya dia berniat untuk mengakhiri pernikahan ini. Semoga yang sekarang dia tidak terpengaruh dengan ucapan Mama Rossa."
Laura duduk sambil memainkan handphone nya.
Dia pun akhirnya melihat postingan Gisella yang yang menawarkan jasa menjadi guru privat matematika.
"Gisella dia ingin menjadi seorang guru privat di saat dia sedang hamil, apa itu tidak menggangu kehamilan nya dia kan selalu mual-mual dan muntah."
Laura pun hanya bisa terdiam ketika melihat postingan Gisella, dia tidak berpikir untuk memberikan pekerjaan kepada Gisella.
__ADS_1
"Aku pasti akan membiayai proses persalinan nya nanti, dan aku pun pasti aku membiayai kehidupan singel mother Gisella."
Laura pun memilih untuk kembali masuk ke dalam rumah nya.