
Keesokan hari nya ~~~
Laura bersiap untuk segera pulang ke rumah nya, tapi tidak ada Dokter Rivan. Padahal Barra ingin sekali mengucapkan terima kasih banyak kepada Dokter Rivan.
"Mas, kamu sedang mencari siapa sih?. Ayo semua sudah bereskan termasuk administrasi nya. Sekarang ayo kita pulang ke Apartemen bukan ke rumah kamu."
Laura memilih untuk pulang ke Apartemen nya, dia tidak mau lagi mendengar perkataan Rossalinda yang menginginkan anak dari nya.
"Aku sekarang mencari Dokter Rivan, tapi kenapa dia tidak muncul-muncul yaa dari tadi."
Tampa mereka berdua sadari jika Dokter Rivan memperhatikan mereka dari belakang.
"Sudahlah, ayo kita langsung pulang saja. Masalah Rivan nanti juga kita bisa bertemu."
Barra pun mengikuti apa yang di katakan oleh Laura.
"Laura, kita pasti akan bertemu kembali. Untuk meneruskan hubungan kita yang dulu pernah kita berdua jalani. Laura aku masih mencintaimu sampai sekarang."
Dokter Rivan memilih untuk pergi ketika melihat kepergian Laura di Rumah Sakit.
Barra dengan penuh hati-hati memindahkan Laura dari kursi roda ke dalam mobil nya.
__ADS_1
Barra sebisa mungkin harus membuat Laura merasa aman.
"Laura, bagaimana kalau kita pulang ke rumah Mama dulu. Menginap untuk beberapa hari saja setelah itu baru kita kembali ke Apartemen, agar kamu ada yang rawat."
Laura pun seketika langsung cemberut ketika mendengar perkataan tersebut.
"Aku sudah tidak mau mendengar ocehan mulut Mama kamu tentang meminta cucu dari kita berdua, andai saja dulu Mama kamu mau sabar menunggu kehamilan ku dan tidak mendesak ku selalu menanyakan kehamilan. Mungkin saja pernikahan kontrak kamu bersama dengan Gisella tidak akan pernah terjadi dan kita mungkin tidak akan kehilangan anak kita ini."
Barra yang tidak mau ribut dengan Jessica dia memilih untuk diam saja.
Mereka pun Akhirnya sampai di Apartemen, Laura pun langsung beristirahat.
Laura pun membiarkan suami nya untuk pergi.
"Ya, aku lebih nyaman sekali tinggal di Apartemen ini."
Melihat suami yang pergi ke luar kamar, Laura mulai memainkan handphone nya.
Dia melihat setatus media sosial milik Dokter Rivan.
*Aku pasti akan mendapatkan mu kembali, menjalin hubungan yang pernah kita tunda dahulu.*
__ADS_1
"Apa maksud dari setatus Rivan yaa, apakah mungkin dia sedang falling in love. Tapi aku tidak pernah mendengar tentang hubungan Rivan dengan wanita lain, ahhh mungkin saja itu untuk wanita yang pernah dia cintai saat dia kuliah di luar negeri."
Laura mengabaikan setatus Dokter Rivan yang sebenarnya untuk dirinya.
Laura mulai melihat lagi status-status yang lain nya.
Rossalinda merasa sangat kecewa sekali ketika dirinya yang sudah menyiapkan uang kedatangan Laura.
Tapi Laura yang lebih memilih untuk mengindari Mama mertua nya tersebut.
"Mas, kamu kenapa kok wajah nya sedih sih. Apa yang di katakan oleh Mama Rossa kepada kamu dan pasti tentang aku yaa?."
Barra lebih tidak bercerita kepada Laura.
"Tidak apa-apa hanya sedih saja teringat Bryan, yasudah Semarang kita tidur saja yuu cape."
Barra menarik selimut nya dan Laura pun merasa aneh dengan sikap Barra.
"Pasti ada yang kamu sembunyikan yaa Mas, pasti Mama Rossa berbicara yang macam-macam untuk aku."
Laura pun memilih untuk kembali melihat layar handphone nya.
__ADS_1