Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (72)


__ADS_3

Sampai akhirnya lelaki tersebut membuka topi nya dan Laura pun langsung mengenali lelaki tersebut.


"Astaga itu kan Rangga mantan kekasih Gisell, tapi kok dia sama wanita yang seperti itu sih. Wah bahaya sekali jika Rangga melihat aku di sini dia pasti akan banyak mempertanyakan tentang Gisella."


Laura pun langsung memilih pergi dari cafe tersebut.


Ketika Laura hendak pergi tiba-tiba saja tangan Laura ada yang memegang.


Laura langsung membalikkan badannya dan melihat siapa yang memegang tangan nya tersebut.


Ternyata dia adalah Rangga Erlangga, kekasih Gisella Meriska.


"Kak Laura, aku mohon jangan pergi. Aku ingin mengobrol dengan Kakak."


Laura tidak mau orang-orang yang ada di sekitar nya melihat dirinya yang seperti seseorang yang ingin kabur.


"Baiklah, tapi lepaskan genggaman tangan mu ini. Lihat banyak orang yang memperhatikan kita berdua."


Rangga pun melepaskan genggaman tangan nya.


Laura dan Rangga pun akhirnya duduk bersama dan saling berhadapan.


"Mau mengobrol tentang apa kamu,? tentang Gisella kah."


Laura seperti sudah mengetahui maksud dari Rangga.


"Ya benar sekali, aku ingin sekali bisa bertemu dengan Gisella. Aku sangat mencintai Gisella."


Laura hanya bisa tersenyum manis ketika mendengar perkataan tersebut.


"Jangan berharap lagi dengan Gisella, sekarang Gisell sudah bahagia bersama dengan lelaki pilihan nya."


Laura berniat untuk pergi meninggalkan Rangga dia tidak mau berlama-lama bersama dengan Rangga.


"Tidak mungkin Gisell dengan mudahnya menikah dengan lelaki lain, dia hanya mencintai aku."


Laura menghelakan nafas panjang nya sambil tersenyum manis kepada Rangga.


"Buktinya sekarang pernikahan itu sudah satu minggu dan mereka berdua sangat bahagia sekali, maaf yaa Rangga saya tidak punya waktu yang lama saya harus kembali ke kantor saya."


Laura pun memilih langsung pergi dari cafe tersebut menghindari Rangga.


Melihat Laura yang sudah berjalan sangat jauh, Rangga pun semakin penasaran sekali dengan Gisella.

__ADS_1


"Siapa lelaki yang menikah dengan Gisella, apakah waktu wanita yang aku lihat sedang duduk memainkan handphone itu adalah Gisella dan lelaki yang menghampiri nya itu adalah suami Gisella."


Rangga semakin bertanya-tanya dengan apa yang sudah di lihat dan yang sudah katakan oleh Laura.


"Apakah sekarang Laura berada di rumah nya yaa, lebih baik sekarang aku datangi Gisella di rumah nya."


Rangga memilih meninggalkan wanita yang bersamaan di cafe dia langsung berlari menuju ke mobil nya.


"Nggak bisa, Gisella cinta pertama dan harus menjadi cinta terakhir. Dia nggak mungkin menikah dengan lelaki lain dengan begitu cepat nya."


Gisella yang baru saja pulang dia memilih untuk duduk di toko bunga milik Laura.


Gisella melamun sambil memandangi bunga-bunga yang ada di hadapannya.


"Gisell, kamu kenapa dan kamu tadi sudah dari mana?."


Riana menghampiri Putri yang terlihat sedang sedih.


"Aku bertemu dengan Kak Laura dan kita bertengkar hebat, aku tidak mengerti dengan apa yang ada di pikiran Kak Laura sekarang. Dulu dia mengemis agar aku bisa menikah dengan Kak Barra tapi dia tidak rela jika Kak Barra lebih memilih untuk bersama dengan aku daripada dirinya."


Riana mengelus rambut panjang Gisella.


"Kamu yang sabar yaa sayang, ibu tau ini sangat tidak mudah untuk kamu jalani. Tapi ibu yakin sekali Laura akan berubah menjadi lebih baik lagi."


Gisella pun langsung memeluk erat ibunya.


Riana begitu sangat kasihan sekali kepada Gisella, dia menjadi korban ke egoisan Laura.


Ketika mereka berdua saling berpelukan tiba-tiba terlihat ada mobil yang berbada di hadapan rumah nya.


"Itu bukan mobil Kak Barra deh, itu mobil siapa yaa."


Gisella pun langsung menghampiri mobil tersebut dan Rangga begitu sangat terkejut sekali ketika melihat Gisella kembali.


"Astaga itu Gisell, yaa ampun Gisella kamu semakin cantik."


Rangga langsung keluar dari mobil nya dan Gisella pun mundur menjaga jarak dengan Rannga.




"Rangga, ada apa kamu ke rumah aku, apa kamu akan membeli bunga ke sini."

__ADS_1


Gisella begitu sangat santai sekali menghadapi Rangga.


"Gisella aku datang ke sini ingin membicarakan tentang kamu yang sudah menikah, apakah semua perkataan Kak Laura itu benar?."


Rangga memandangi wajah Gisella dengan sangat serius sekali.


"Ya, itu benar sekali Rangga. Sekarang aku sudah menikah dan kamu lupakan aku dan sekarang pergi dari hadapan aku."


Rangga mencoba untuk memegang tangan Gisella tapi Gisella langsung menepis tangan tersebut.


"Aku nggak percaya Gisell, kamu tidak mungkin bisa secepat itu menikah dengan lelaki yang baru kamu kenal."


Gisella pun tersenyum manis kepada Rangga.


"Semua yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, apalagi lelaki tersebut dari keluarga kaya raya yang bisa memenuhi kuu Tampa harus menjalani hubungan pernikahan dari O."


Rangga semakin tinggi percaya dengan ucapan Gisella, karena Rangga tahu jika Gisella bukan wanita yang seperti itu.


"Maafkan aku Gisella tapi aku tidak percaya dengan apa yang kamu ucapkan itu, ayolah Gisell ceritakan yang sebenarnya terjadi jangan ada yang kamu sembunyikan."


Gisella merasa sangat tertekan sekali dia pun memilih untuk mengalihkan pembicaraan mereka berdua.


"Rangga, bukan kah kamu sudah mempunyai kekasih baru. Aku melihat nya foto kalian berdua di sosial media jadi untuk apalagi sih kamu memperdulikan aku lagi. Lebih baik sekarang kita jalani hubungan kita dengan pasangan kita masing-masing saja yaa."


Gisella memilih untuk pergi dia berjalan menuju ke rumah nya.


Tapi tiba-tiba langkah kaki Gisella terhenti ketika mendengar teriakkan kencang dari Rangga.


"AKU CINTA KAMU GISELLAAA, aku akan selalu menunggu kedatangan kamu untuk kembali kepada aku."


Gisella membalikkan badannya dan dia hanya melambaikan tangan nya kepada Rangga dan mengabaikan Rannga begitu saja.


"Gisella benar-benar pergi dia sudah tidak mau bersama dengan ku lagi, tapi ini bukan tandanya aku berhenti memperjuangkan cinta ku. Aku harus mencari tahu siapa sebenarnya suami dari Gisella."


Rannga pun langsung memilih untuk pergi dari rumah Gisella.


Gisella melihat Rangga dari balik jendela.


"Untuk apa Rangga kembali lagi kepada kuu, padahal dia pun sudah mempunyai kekasih baru di kehidupan nya."


Gisella memilih untuk masuk ke dalam kamar nya, dia memikirkan bagaimana jika Rangga mengetahui semuanya.


"Rangga akan semakin membenci aku ketika dia mengetahui pernikahan kontrak ini, dan aku melakukan nya hanya karena uang."

__ADS_1


Gisella belum memakai sama sekali untuk tersebut, dia masih tetap menyimpan nya.


"Ahhhhhh, kedatangan Rangga hanya membuat aku mengingat kembali masa lalu ku bersama dengan nya."


__ADS_2