Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (120)


__ADS_3

Gisella mengambil buku dan pensil nya dia mulai menggambar desain pakaian di atas kertas putih tersebut.


Gisella memang sangat pandai sekali menggambar dan dia mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang desainer baju.


"Ini adalah keinginan ku ini adalah cita-cita ku dari sejak aku sekolah, aku berharap besar cita-cita ku ini bisa terwujud aku mempunyai sebuah toko baju milik diriku sendiri."


Gisella mulai fokus untuk menggambar, selain mendesain baju. Gisella juga sangat pintar sekali melukis.


Riana mengetuk pintu kamar Gisella, membawa kan sarapan pagi untuk nya.


"Gisella sayaaaaang, ayo sarapan dulu yaa. Ini sudah ada sayuran, ikan , buah-buahan dan tidak lupa susu hamil yang masih sangat hangat sekali."


Riana pun menyimpan makanan tersebut di meja belajar Gisella.


"Terimakasih banyak yaa Buu, ibu sangat perhatian sekali kepada aku."


Riana pun melihat gambar pakaian yang sedang di buat oleh Gisella.


"Gambar gaun yang sangat cantik sekali Gisella, ini kamu yang membuat nya sayaaaaang."


Riana mengambil kertas putih tersebut yang sudah di gambar oleh Gisella.

__ADS_1


"Iyaa Buu, aku yang menggambarkan nya. Oh iya Buu aku berniat untuk menjadi guru private. Aku ingin mulai mengisi waktu ku keseharian ku ini Buu."


Gisella yang sangat pintar ketika di sekolah pun dia ingin seperti Ayah nya yang seorang pensiunan guru.


"Aku ingin menjadi guru private matematika, menurut aku pekerjaan itu tidak terlalu berat untuk aku Buu. Tidak akan membuat resiko pada kandungan ku ini."


Riana merasa sangat sedih sekali ketika Gisella yang sedang hamil harus berjuang untuk mencari uang sendiri.


"Nak, nanti saja yaa. Ketika kamu sudah melahirkan anak mu ini, ibu dan ayah masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan kamu dan kehamilan kamu ini."


Gisella menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum.


Gisella pun mulai memakan makanan yang sudah di sediakan oleh ibu nya.


"Yasudah itu semua terserah kamu saja sayang, tapi ingat yaa kamu harus menjaga kesehatan kamu dan kehamilan mu juga yaa."


Riana meninggalkan Gisella yang sedang menikmati sarapan pagi nya.


Gisella melihat seperti ada mobil Rangga di halaman rumah nya.


"Seperti nya itu adalah mobil nya Rangga, Astagaaa Rangga untuk apa sih dia berada di halaman rumah. Tante Veronica past marah besar kembali sama aku kalau sampai dia tahu Rangga masih suka datang ke rumah ini."

__ADS_1


Gisella langsung menghabiskan sarapan pagi nya dia ingin sekali menghampiri Rangga.


Gisella turun dari tangga kamar nya, dia berjalan menuju ke mobil Rangga.


Gisella mengetuk pintu mobil Rangga.


Dan Rangga pun membuka jendela mobil nya tersebut.


"Rangga, kamu ngapain sih ada di halaman rumah aku seperti ini. Nanti jika Mama kamu tahu dia pasti marah besar sama aku."


Rangga memberikan undangan pertunangan nya kepada Gisella.


"Aku di suruh Mama untuk datang ke untuk memberikan undangan pertunangan ku ini kepada kamu Gisella."


Gisella mengambil undangan pertunangan tersebut dengan tangan yang bergetar.


Rangga tidak kuasa melihat ekpresi wajah Gisella.


"Gisella, maafkan aku ya. Bahkan aku sendiri pun belum tahu wanita yang mana yang akan menjadi tunangan ku. Aku selalu menghindar jika Mama ingin mempertemukan kan ku."


Gisella terus saja memandangi undangan pertunangan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2