
Setelah selesai sarapan mereka berdua pun langsung pergi.
"Sebentar yaa Gisell, Kakak mau menghubungi Mama dulu yaa."
Gisella pun menggangukkan kepalanya saja, mereka masuk ke dalam mobil.
*Hallo Mam, Mam aku dan Gisell memilih untuk mengakhiri liburan kita dan sekarang kita mau pulang.*
*Kenapa terlalu singkat sekali, jika kalian pulang maka kalian akan di ganggu oleh Laura di sini. Puaskan dulu waktu kalian berdua apalagi niat kalau untuk mendapatkan anak.*
*Baiklah, aku bicarakan kembali dengan Gisell*
Barra mengakhiri panggilan telephone nya dia pun memandangi wajah cantik Gisella.
"Apa yang membuat kamu ingin pulang cepat, kita habiskan waktu bersama dulu di sini. Siapa tahu setelah kebersamaan kita bersama kamu bisa langsung hamil di bulan berikutnya."
Gisella terdiam dia memikirkan bagaimana perasaan Kakak nya ketika dirinya selalu bersenang-senang bersama dengan Barra.
"Sebenarnya aku merasa tidak enak hati, dengan apa yang sudah kita lakukan ini. Bagaimana jika Kak Laura mengetahui nya dia pasti menangis."
__ADS_1
Barra memegang pipi Gisella dan dia pun langsung tersenyum.
"Makanya kita pergi berdua agar Laura tidak mengetahui nya, kita melakukan hubungan suami istri dengan cara yang halal. Kita berdua sudah resmi menikah."
Barra merasa masih ingin bersama dengan Gisella dia masih ingin berdua an dengan Gisella.
"Apakah ini tidak apa-apa kan, aku masih belum bisa menerima kenyataan ini."
Barra menyentuh bibir mungil Gisella.
"Sekarang kita cari hotel yang baru yaa, kita nikmati kebersamaan kita berdua. Setelah itu baru kita pulang."
Gisella pun memikirkan apa yang di katakan oleh Barra.
"Mungkin maksud dari perkataan Kak Barra jika kita sudah pulang, Kak sudah bukan suami ku lagi dia akan terus bersama dengan Kak Laura hubungan cinta ku berakhir aku hanya tinggal menunggu kehamilan ku saja."
Ucap Gisella di dalam hati nya sambil memandangi wajah tampan Barra.
Barra pun menghentikan mobil nya dia depan hotel yang lebih mewah dari hotel sebelum nya.
__ADS_1
Mereka berdua pun turun dan langsung memesan kamar hotel untuk mereka berdua.
Gisella tidak menyangka dengan apa yang di lakukan Barra terhadap nya Barra memperlakukan Gisella seperti seorang princess.
"Kak Laura beruntung sekali yaa mendapatkan suami yang seperti Kak Barra, setiap hari bisa tidur di berbagai hotel yang berbeda seperti ini."
Barra membuka pintu kamar hotel tersebut dan Gisella pun hanya bisa terdiam melihat keindahan kamar hotel tersebut.
"Laura terlalu sibuk dengan bisnis kosmetik nya, kita berdua tidak pernah meluangkan waktu bersama seperti ini. Dia lebih memilih untuk berkerja dan terus berkerja padahal suami nya sanggup untuk membeli perusahaan kosmetik milik nya."
Barra terlihat sangat sedih sekali dan Gisella pun mulai mengerti, jika Kakak nya memang pekerjaan keras sejak dulu.
Laura adalah tulang punggung di keluarga bahkan dia yang membiayai sekolah Gisella dari SD sampai kuliah di universitas terbaik.
Tapi di sisi lain setelah menikah dia pun mempunyai kewajiban sebagai seorang istri yang ingin bisa meluangkan waktu bersama dengan nya.
"Apakah ini yang membuat Kak Laura belum juga hamil,? karena dia yang terlalu sibuk dan cape dengan pekerjaan bisnis nya. Karena jika di cek di Dokter Kandungan tidak ada permasalahan di rahim Kak Laura."
Barra memilih untuk pergi ketika Gisella berbicara seperti itu, dan Gisella mulai mengetahui permasalahan di dalam rumah tangga Kakak nya tersebut.
__ADS_1