
Setelah selesai menelephone Rangga, Gisella seketika langsung terdiam.
"Kenapa Rangga selalu mengganggu kuu, aku ingin sekali hidup damai tanpa selalu saja menjadi tersangka dalam hubungan. Aku harus pergi bertemu dengan Tante Veronica."
Gisella mencoba untuk menghubungi Dokter Rivan.
"Aku ingin meminta bantuan Dokter Rivan, dia pasti akan membantu kuu. Tapi lebih baik aku mengirimkan pesan saja karena aku takut membuat nya terganggu."
*Dokter Rivan, tolong aku. Aku ingin sekali menemui keluarga Rangga mantan kekasih kuu yang sampai sekarang aku selalu saja di salahkan oleh keluarga nya. Besok adalah hari pernikahan nya.*
Ketika membaca pesan dari Gisella, Rivan segera pergi untuk menjemput Gisella.
"Aku harus membuat Gisella merasa berhutang budi dengan apa yang sudah aku lakukan kepada nya."
Gisella menunggu kedatangan Dokter Rivan, yang ternyata tidak terlalu lama dia sudah sampai untuk menjemput nya.
Gisella langsung menghampiri Dokter Rivan, dia berlari ke arah pintu mobil nya.
"Tolong aku, aku ingin sekali menyelesaikan masalah ini. Aku tidak mau selalu saja di salahkan oleh keluarga Rangga."
Gisella terlihat sangat tergesah-gesah sekali dia masuk ke dalam mobil Dokter Rivan.
"Gisella, mungkin Rangga itu benar-benar cinta kepada muu. Kenapa kamu tidak menerima kehadiran cinta nya saja."
Seketika Rivan terdiam ketika sudah mengatakan hal tersebut kepada Gisella, bukan kah rencana nya adalah mendekati Gisella demi mendapatkan Laura.
"Hmmm, Gisella lupakan ucapan kuu yang tadi lebih baik kamu jangan bersama dengan Rangga karena itu hanya akan menambah dunia permusuhan."
Gisella terus saja memandangi wajah Dokter Rivan yang seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Gisella, ini kah rumah nya. Wow besar sekali ternyata dia anak dari keluarga kaya."
Gisella dan Dokter Rivan pun keluar dari mobil nya.
Dia berjalan menuju ke dalam rumah Rangga.
Kehadiran Gisella yang sudah di kenal oleh para pegawai yang ada di rumah itu.
Gisella dan Dokter Rivan pun akhirnya bertemu dengan orang tua Rangga dan juga keluarga Fransisca.
Gisella melihat Fransisca yang sedang menangis.
Kehadiran Gisella membuat keluarga Rangga langsung menghampiri nya.
__ADS_1
"Maafkan saya yaa Tante , kedatangan saya ke sini hanya ingin stop kepada keluarga Tante untuk selalu menyalahkan saya sebagai penyebab semua yang di lakukan oleh Rangga."
Gisella melirikan mata nya kepada Fransisca.
"Saya tidak pernah ingin bersama dengan Rangga, karena saya sekarang sedang bersama dengan lelaki pilihan saya dia adalah kekasih saya."
Dokter Rivan pun begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan Gisella.
Gisella menyebutkan jika dirinya itu adalah kekasih Gisella.
Apa yang di lakukan oleh Gisella, pernah di lakukan oleh Rangga ketika dirinya berada di acara kehamilan Laura.
Gisella tidak menyadari bahwa Rangga mendengar semua perkataan Gisella.
Rangga berada di belakang Gisella.
"Semudah itu kamu mencintai seseorang, hanya karena dia itu adalah Dokter Specialis Kandungan. Kamu langsung mencintai nya."
Gisella pun langsung terdiam ketika mendengar suara Rangga.
Rangga menatap wajah Dokter Rivan yang wajah seperti sedang kebingungan karena dia tidak di beritahu Gisella sebelum nya.
Jika dirinya harus berpura-pura menjadi kekasih Gisella.
"Gisella Reviska, apa benar kamu mencintai Dokter Rivan?. Kamu sudah melupakan aku."
"Erlangga Rangga, semenjak aku menikah dengan Kak Barra. Aku sudah tidak mempunyai perasaan terhadap kamu apakah sekarang aku yang sudah mempunyai anak. Karena percuma saja keluarga kamu tidak mungkin akan bisa menerima kehadiran Tiara."
Gisella memegang tangan Dokter Rivan.
"Aku sudah mempunyai kekasih dan jangan lagi mengganggu aku. Dan semoga saja keluarga kamu bisa mendengar jelas perkataan ku ini yaa, jangan lagi membuat drama dengan kuu dan jangan lagi-lagi datang ke rumah kuu hanya untuk mencari keberadaan muu."
Dokter Rivan dia seperti patung dia tidak bergerak dan tidak bicara sedikit pun.
"Aku permisi pulang, anak ku menunggu ku di rumah dia butuh ibu nya."
Gisella menarik tangan Dokter Rivan dan mereka pun keluar dari rumah mewah Rangga.
Fransisca begitu sangat bahagia sekali ketika melihat Rangga yang merasa sangat kecewa sekali ketika mendengar suara perkataan Gisella.
Fransisca pun tersenyum manis kembali dia seperti ingin secepatnya menyambut datangnya hari esok, hari pernikahan nya bersama dengan Rangga.
Gisella melepaskan genggaman tangan nya, Dokter Rivan pun seketika saja sangat terkejut sekali ketika melihat Gisella bersikap seperti itu.
__ADS_1
"Gisella, apakah kamu sebenarnya benar-benar ingin aku menjadi kekasih muu?."
Dokter Rivan menatap wajah Gisella dengan sangat serius sekali.
"Aku hanya berpura-pura saja, hanya di depan Rangga dan keluarga nya. Dan setelah ini mereka semua nya pasti tidak akan pernah menggangu lagi dan terimakasih atas sikap mu yang hanya berdiam saja."
Gisella membuka pintu mobil nya, dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil tersebut.
Dokter Rivan terus saja memandangi wajah Gisella, dia pun langsung berpikir jangan sampai dia menyukai Gisella.
Dokter Rivan mencoba untuk fokus mengendarai mobil nya.
Dia tidak mau lagi memandangi wajah cantik Gisella.
Dokter Rivan seperti ingin secepatnya mengantarkan Gisella pulang.
Dia tidak mau memikirkan hal-hal yang tidak masuk akal untuk dirinya.
Dan akhirnya mereka pun sampai di depan rumah Gisella.
Dokter Rivan lebih memilih untuk menundukkan kepalanya.
"Terimakasih berkali-kali yaa Dokter Rivan, semoga kita selalu bertemu selalu yaa."
Dokter Rivan menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil menundukkan kepalanya.
Hal tersebut membuat Gisella tersenyum manis dia memegang pipi Dokter Rivan.
Dan mereka berdua pun saling bertatapan wajah.
"Terimakasih banyak yaa, pandang lah wajah ku ini. Jangan seperti itu menundukkan kepala seperti itu."
Dokter Rivan merasakan getaran yang hebat dia seperti merasakan kembali jantung nya yang seperti berdegup kencang sekali.
Gisella pun akhirnya turun dari mobil Dokter Rivan dan melambaikan tangan nya.
Dokter Rivan merasa jika dirinya terjebak rencana sendiri.
"Rencana ku adalah berpura-pura untuk menjadi kekasih Gisella, agar bisa mendapatkan Laura. Tapi kenapa baru saja di berikan tatapan Gisella jantung langsung berdegup kencang seperti ini."
Dokter Rivan memilih untuk menjalankan langsung mobil nya.
Dia mencoba untuk melupakan apa yang sudah terjadi antara dirinya dengan Gisella.
__ADS_1
"Aku tidak pernah melihat Dokter Rivan salah tingkah seperti itu, dia terlihat sangat lucu sekali. Dia tidak tebar pesona lagi kepada kuu hmmm baguslah sekarang aku sudah merasa sangat tenang sekali. Dan semoga saja Rangga dan Fransisca bisa selalu bahagia dan aku rasa aku tidak perlu datang di acara pernikahan nya."
Gisella melihat Tiara yang sudah tertidur pulas, Tiara pun memandangi wajah cantik Tiara.