
Acara tersebut tiba-tiba saja di bubarkan oleh Laura karena dia merasa acara tersebut sudah tidak menyenangkan lagi.
Laura merasa sangat kesal sekali ketika Barra yang tidak juga kembali ke rumah nya.
"Kenapa Mas Barra belum juga pulang yaa, jangan sampai dia menginap di rumah Ibu."
Laura keluar dari kamar nya dengan wajah yang sangat cemas sekali.
Rossalinda memperhatikan Laura tapi Rossalinda lebih memilih untuk diam saja tidak menghampiri Laura.
"Aku harus tunggu Mas Barra di luar, dia harus pulang malam ini."
Laura pun keluar dari rumah nya dan menunggu kedatangan Barra.
"Aku akan menunggu kamu pulang Mas, kamu harus pulang malam ini juga."
Laura menunggu kedatangan Barra dia seperti tidak peduli dengan kondisi kehamilan nya.
Laura duduk dengan handphone di tangan nya, dia mencoba untuk menghubungi Barra.
Ketika Gisella dan Barra akan menarik selimut tiba-tiba saja handphone Barra berdering sangat kencang sekali.
Barra mencoba untuk mengabaikan panggilan telephone nya itu karena dia tahu itu pasti adalah panggilan telephone dari Laura.
Handphone Barra terus-menerus berdering dengan sangat kencang sekali dan membuat Gisella pun merasa sangat terganggu dengan suara kencang dering telephone tersebut.
Gisella pun langsung terbangun dari tidurnya dia menyalakan lampu kamar nya dan mengambil handphone Barra.
"Kak Barra, ini ada panggilan telephone masuk dari Kak Laura. Mungkin saja ini sangat penting sekali."
Barra mengambil handphone tersebut dari Gisella dan memilih untuk menonaktifkan handphone nya dan menyimpan nya di bawah bantal.
Gisella pun sangat terkejut sekali ketika Barra melakukan hal tersebut.
"Gisella, lebih baik kita tidur kembali. Istirahat kan tubuh mu kamu jangan sampai kurang tidur."
__ADS_1
Barra mematikan kembali lampu kamar dan dia memeluk erat Gisella.
Gisella pun hanya bisa terdiam di pelukan hangat suaminya tersebut.
Laura yang terus-menerus menghubungi Barra seketika bertambah kesal karena handphone Barra yang tidak bisa di hubungi.
"Tega sekali kamu Mas, hanya karena Gisella yang sedang hamil kamu seketika berubah sikap dengan aku. Padahal aku sekarang sedang hamil anak kamu juga."
Laura memilih untuk masuk ke dalam rumah nya, ketika Laura hendak membuka pintu kamar nya.
Rossalinda menghampiri Laura dia menahan Laura untuk masuk ke dalam kamar nya.
"Jika kamu menginginkan Barra ada selalu di rumah ini, maka Gisella harus tinggal bersama dengan kita di sini juga. Maka kamu tidak akan merasa kehilangan suami mu."
Setelah mengatakan hal tersebut, Rossalinda pun meninggalkan Laura dia berniat untuk berjalan menuju ke ruangan keluarga.
"Aku tidak mungkin sanggup jika Gisella tinggal bersama di sini, aku tidak mau hal itu terjadi. Aku harus bicarakan hal ini dengan Mas Barra."
Laura kembali masuk ke dalam kamar nya, dia duduk dan melamun di tempat tidur nya.
"Kenapa aku hanya bisa merasakan kebahagiaan ini begitu sangat cepat sekali, hanya beberapa hari aku merasakan kehangatan rumah tangga ku kembali sekarang aku harus bermasalah lagi dengan rumah tangga ku."
"Apakah karena sejak awal Mama Rossa tidak mengijinkan pernikahan ini, Mama Rossa tidak setuju Mas Barra menikah dengan ku hanya karena umur ku yang terlalu tua dari Barra dan sekarang ketika kehadiran Gisella yang se umuran dengan Mas Barra mungkin kah itu membuat hati Mama Rossa bahagia."
Laura mencoba untuk memasang kan kembali foto pernikahan tersebut tapi tiba-tiba saja foto tersebut terjatuh dan membuat Laura sangat terkejut sekali.
Foto pernikahan nya hancur dan terbelah menjadi dua, Laura pun mencoba untuk memanggil pelayan yang ada di luar.
"Mbaaakkkkk, bisa tolong saya. Tolong bersihkan foto pernikahan ku yang hancur terjatuh."
Laura berteriak-teriak memanggil pelayan yang ada di luar dan mereka pun langsung menghampiri Laura.
Teriakan Laura membuat Rossalinda sangat terkejut sekali dia pun langsung berlari menghampiri Laura.
"Ada apa Laura kenapa kamu berteriak-teriak seperti itu."
__ADS_1
Rossalinda masuk ke dalam kamar Laura dan melihat foto tersebut Laura dan Barra yang sudah hancur bahkan terbagi dua.
"Laura,? apakah kamu yang melakukan semua ini. Kenapa foto pernikahan mu bisa hancur seperti ini sampai terbelah dua seperti ini."
Laura pun menghampiri Rossalinda untuk menjelaskan semuanya.
"Aku tadi mau mengambil foto pernikahan itu, tapi tiba-tiba saja ketika aku mau menyimpan foto pernikahan tersebut tiba-tiba saja foto tersebut terjatuh dan hancur sampai terbelah menjadi dua seperti ini."
Wajah Laura terlihat sangat sedih sekali melihat nya.
"Apa ini pertanda jika pernikahan ku bersama dengan Mas Barra, akan terjadi sesuatu kita berdua akan berpisah seperti foto pernikahan itu yang terbelah menjadi dua."
Laura seketika langsung menangis dan membuat Rossalinda tidak tega untuk melihat nya.
"Laura kamu jangan berpikiran negatif hanya karena malam ini Barra tidak pulang ke rumah, buang pikiran negatif kamu dan perbaiki sikap kamu terhadap suami mu jika hubungan rumah tangga mu agar bisa tetap bertahan."
Rossalinda pun pergi dia merasa tidak tega melihat Laura yang menangis tersedu-sedu sambil memandangi foto pernikahan nya.
"Bu Laura yang sabar yaa, Pak Barra itu sangat sayang sekali dengan Bu Laura. Saya melihat perjuangan Pak Barra ketika ingin menikah dengan Bu Laura, dia mencoba untuk meyakinkan Bu Rossa agar bisa menikah dengan Ibu Laura."
Laura hanya bisa terdiam mendengar perkataan salah satu pelayan yang ada di dalam kamar nya.
"Sekarang Bu Laura sedang hamil, ini adalah keinginan dari Pak Barra. Perjuangan kisah cinta kalian berdua begitu sangat luas biasa sekali."
Laura menghapus air mata nya yang terus-menerus mengalir di kedua pipinya.
"Tapi sekarang mbak tau kan Gisella pun dia sedang hamil anak Mas Barra, kehamilan Gisella membuat Mas Barra melupakan perjuangan kisah cinta kita berdua yang berjuang agar bisa mendapatkan keturunan dan sekarang aku di beri kepercayaan untuk bisa hamil tapi Mas Barra lebih memilih bersama dengan Gisella yang jelas-jelas hanya sebagai istri sementara saja."
Laura terus-menerus mengelus perut nya sambil menangis.
"Ibu Laura yang sabar yaa, ibu Laura pasti akan mendapatkan kebahagiaan."
Laura tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih banyak yaa Mbak, mbak yang selalu memperhatikan saya dari awal saya masuk ke dalam rumah ini. Mbak sangat baik sekali kepada saya terimakasih banyak yaa Mbak."
__ADS_1
Para pelayan pun pergi meninggalkan kamar Laura setelah mereka sudah beres merapikan kembali kamar Laura.
Laura pun menutup rapat pintu kamar nya, dia merasa sangat lelah sekali dan dia pun menyimpan foto tersebut di sebelah nya.