Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (124)


__ADS_3

Ketika Laura masuk ke dalam rumah dia melihat mobil Barra dan juga Mama Rossa datang.


"Masih jam sekarang mereka sudah datang saja dan Mas Barra dia bilang dia sedang sibuk tapi dia bisa langsung datang saja."


Laura pun kembali berjalan ke luar rumah nya untuk menunggu kehadiran suaminya.


Barra dan Mama nya yang datang bersama pun membuat Laura tersenyum.


"Kompak sekali yaa ibu dan anak ini seperti nya mereka ingin cepat-cepat bertemu dengan Gisella, hmmmm menyebalkan sekali mereka."


Laura langsung menghampiri Barra dan Mama Rossa mereka langsung bersalaman.


"Laura, kamu baik-baik saja kan. Memang seharusnya kamu diam saja di rumah."


Rossalinda memberikan perhatian kepada Laura.


"Aku baik-baik saja Mam, besok aku sudah mulai pergi ke kantor."


Laura pun langsung menggandeng tangan Barra dia bersikap manja dengan suaminya tersebut.


Mereka pun kumpul di ruangan keluarga.


"Lebih baik Gisella kita jemput saja dengan supir pribadi kita, aku hawatir jika Gisella selalu memakai taksi online."

__ADS_1


Rossalinda pun menyetujui apa yang di katakan oleh Barra.


"Iya itu memang lebih baik Barra, kamu harus memperhatikan juga Gisella karena dia juga sedang mengandung anak kamu."


Barra pun segera menghubungi supir pribadi keluarga mereka dan hal tersebut sedikit membuat Laura cemberut.


"Mam, ini adalah ke dua kali nya Gisella ini mengakhiri pernikahan kontrak ini."


Ucap Laura kepada Rossalinda dengan nada yang terdengar ketus.


"Apakah Gisella seperti ini ada hubungannya dengan kamu Laura,? dengan sikap kamu kepadanya."


Laura mulai menahan emosi nya ketika mendengar perkataan tersebut dari Mama mertua nya.


Rossalinda memilih untuk langsung pergi ketika mendengar perkataan tersebut.


"Barra, Mama ingin mengganti baju dulu. Jika Gisella sudah datang langsung beritahu Mama."


Barra merasa jika Mama tidak suka dengan perkataan Laura yang tidak mau di salahkan.


"Kenapa sih Mama Rossa selalu saja menyalakan aku ketika Gisella ingin mengakhiri pernikahan nya, aku tidak pernah menyuruh Gisella untuk mengakhiri pernikahan kontrak ini."


Barra sudah merasa sangat malas sekali mendengar perkataan Laura jika berbicara tentang Gisella pun memilih untuk pergi.

__ADS_1


"Aku ke kamar yaa, aku pun ingin mengganti baju dulu."


Laura yang sedang duduk pun dia di tinggalkan oleh Barra dan Mama mertua nya.


"Sabar Laura kamu harus sabar yaa, semua nya akan segera berakhir sebentar lagi kamu akan bahagia dengan keluarga baru kamu."


Laura pun memilih untuk duduk saja di tempat tersebut sambil menunggu kedatangan Gisella.



Gisella merasa sangat terkejut sekali ketika melihat ada mobil mewah di halaman rumah nya.


"Ayah lihat mobil siapa ya itu,? yang pasti itu bukan mobil Kak Laura dan Kak Barra kan."


Gisella yang sedang berbicara tentang masalah menjadi guru privat langsung tertuju pada mobil tersebut.


"Mungkin kah itu adalah mobil Rangga."


Gisella pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan memperhatikan mobil tersebut.


"Rangga sudah tidak akan pernah bertemu dengan aku sekarang, dia sudah bahagia dengan wanita pilihan orang tua nya."


Gisella yang begitu sangat penasaran pun langsung berjalan menghampiri mobil tersebut.

__ADS_1


Dan ketika Gisella menghampiri mobil tersebut supir tersebut pun membukakan pintu mobil nya.


__ADS_2