Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 49.


__ADS_3

Keesokan harinya Gisella merasa tubuhnya sangat pegal dan sakit sekali, Gisella melihat Barra yang tertidur pulas di samping nya.


Gisella tidak berani membangunkan Gisella dia pun memilih untuk langsung membersihkan tubuh nya.


Gisella membasuh wajah nya berkali-kali sambil mengingat kembali kejadian malam tersebut.


"Hahhhhh, kenapa aku terus saja memikirkan kejadian malam itu. Ingat Gisell Kak Barra itu milik Kak Laura dia akan pergi pada waktunya."


Gisella pun memilih untuk langsung mandi dan menganti baju nya.



Setelah sudah tampil cantik Gisella memilih untuk menggunakan baju yang yang tertutup dia masih merasa malu-malu ketika melihat Barra.



Barra yang baru saja terbangun dari tidurnya dia melihat Gisella yang sudah sangat cantik sekali duduk di sofa.


Barra pun beranjak dari tempat tidurnya dia mengambil handuk dan menuju untuk mandi.


Gisella menundukkan kepalanya ketika dia melihat Barra yang lewat di hadapan nya.


Barra merasa Gisella yang masih sangat terkejut dengan apa yang sudah mereka lakukan malam itu.

__ADS_1


Setelah selesai mandi Barra masih melihat Gisella yang duduk dengan wajah yang melamun.


"Gisella kamu baik-baik saja kan,? apa kamu langsung demam karena melihat semua yang aku miliki."


Gisella langsung berdiri dari sofa tersebut.


"Kak, lebih baik sekarang kita langsung pulang saja yaa. Biarlah cukup 3 hari saja kita bersama aku sudah senang kok Kak."


Barra merasa sangat terkejut sekali ketika mendengar perkataan tersebut.


"Gisella bukan kah kamu sangat menyukai pantai, kita masih punya waktu 4 hari lagi kamu bisa berpuas-puas di sini."


Gisella dengan cepat menggelengkan kepalanya berkali-kali.


Barra tidak bisa berkata-kata apa-apa lagi dia pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Gisella.


"Oke baiklah, tapi kita sarapan dulu yaa. Semalam kita banyak mengeluarkan banyak tenaga."


Gisella melepaskan paksa genggam erat tangan Barra dia tidak mau di genggaman tangan nya oleh Barra.


"Gisella sebenarnya kamu ini kenapa,? kamu marah dengan apa yang sudah kita lakukan bersama tadi malam."


Barra merasa sikap Gisella yang berubah total menjadi kaku kembali kepada nya.

__ADS_1


"Aku masih tidak percaya saja, kalau kita sampai bisa melakukan hal tersebut."


Gisella terlihat sangat sedih sekali dan membuat Barra merasa sangat bersalah sekali.


"Lalu bagaimana dengan sekarang kita sudah terlanjur melakukan nya, apa sebenarnya kamu ingin melakukan bersama dengan Rangga kekasih kamu itu."


Laura pun langsung melirikan mata nya kepada Barra.


"Tidak, bukan seperti itu yang aku pikirkan. Tapi bagaimana perasaan Kak Laura jika mengetahui hal tersebut dia pasti sangat sedih dan sakit hati sekali."


Barra tersenyum manis kepada Gisella yang begitu sangat polos sekali.


"Ini yang Laura inginkan dia menginginkan anak yang terlahir dari rahim kamu, semakin kita sering melakukan nya maka semakin cepat kamu bisa langsung hamil."


Barra pun membuka kan pintu kamar hotel dan mereka berdua pun keluar dari kamar hotel tersebut.


Gisella seperti memikirkan semua perkataan Barra, sampai akhirnya mereka pun berada di tempat sarapan pagi dengan di temani pemandangan pantai yang sangat indah sekali.


Gisella tersenyum kembali ketika dirinya melihat indah nya pantai yang berada di hadapannya.


Barra mencoba untuk menyuapi Gisella ketika Gisell yang lebih memilih untuk memandangi keindahan pantai tersebut daripada menikmati sarapan pagi.


Ketika melihat sendok yang sudah berada di depan mulut nya, Gisella membuka mulut dan menikmati suapan demi suapan yang di berikan oleh Barra kepada nya.

__ADS_1


__ADS_2