
Gisella selesai masak dan dia pun sampai membantu para pegawai membawakan masakan tersebut ke meja makan.
"Gisella, ajak suami kamu untuk segera makan. Untuk apa dia luar menunggu kedatangan Laura yang mungkin saja dia tidak akan pulang malam ini."
Gisella pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Mama Rossa, dia langsung menghampiri Barra.
Gisella pun pun menepuk pundak Barra.
"Kak Barra, kita makan dulu yaa. Semua makanan sudah siap."
Baraa memandangi wajah polos Gisella.
"Kamu makan duluan saja yaa, aku ingin bisa makan bersama dengan Laura."
Gisella tidak bisa berkata apa-apa dia pun memilih untuk langsung kembali ke meja makan.
Gisella terlihat sangat sedih sekali dia pun langsung duduk.
"Astaga Barra, dia benar-benar tidak menghargai apa yang sudah di siapkan oleh Gisella."
Rossalinda menghampiri Barra dia begitu sangat emosional sekali.
"Baraaaaaa, apa yang kamu lakukan di luar hah? ayo cepat masuk ke dalam istri kamu sudah menyiapkan makanan untuk kamu."
__ADS_1
Rossalinda menarik tangan Barra tapi tiba-tiba saja terdengar suara gerbang pintu terbuka.
"Nah itu pasti Laura pulang Mam."
Barra langsung berdiri dari tempat duduk nya dia menyambut kedatangan Laura.
Laura terlihat sangat lelah sekali dan dia pun tersenyum manis kepada Barra.
"Sayaaaaang, kamu baru pulang?. Kenapa sampai malam seperti ini."
Barra mencoba untuk membawa kan tas milik Laura.
"Iyaa Mas, hari ini aku pembukaan produk baru kosmetik aku dan aku sangat cape banget. Aku langsung masuk masuk kamar yaa aku mau istirahat cape."
"Aku masuk duluan yaa Mam."
Gisella hanya bisa memandangi mereka dari dalam, dia melihat Kakak nya yang langsung masuk ke dalam kamar.
Ketika Laura hendak membuka pintu kamar nya, tiba-tiba saja Gisella menghampiri Laura.
Gisella memegang tangan Laura dan Laura pun langsung terkejut.
"Kaa, kita makan dulu yaa. Kasihan Kak Barra yang menunggu Kakak pulang cuman pengen makan bareng sama Kakak."
__ADS_1
Laura seketika terdiam ketika mendengar perkataan tersebut.
"Sudahlah Gisell, Laura pasti sudah makan malam bersama dengan teman bisnis nya. Sudah biarkan saja lebih baik ayo cepat kamu ke sini kita coba makanan yang kamu buat khusus untuk Barra."
Gisella melepaskan genggaman tangan nya, dia langsung menghampiri Mama Rossa.
Laura merasa sangat bersalah sekali tapi dia tidak mungkin pergi ke meja makan karena pasti dia merasa tidak nyaman sekali dengan ucapan Mama Rossa.
Laura pun memilih untuk masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.
Barra yang merasa sangat kecewa sekali dengan sikap Laura yang lebih memilih masuk ke dalam kamar nya dari pada menemani dirinya memilih untuk pergi.
"Mam, aku pergi yaa. Aku ingin menenangkan pikiran ku dan mungkin saja aku tidak pulang malam ini. Aku akan langsung pergi ke kantor saja."
Gisella merasa apakah semua ini terjadi karena kehadiran nya di dalam rumah ini.
Membuat hubungan Laura dan Barra menjadi seperti ini.
Gisella hanya bisa terdiam saja dan menundukkan kepalanya dia terlihat sangat tidak nyaman sekali.
"Gisella, kamu harus makan yang banyak yaa. Karena siapa tahu bulan depan kamu bisa langsung positif hamil."
Rossalinda terlihat lebih perhatian kepada Gisella daripada Laura.
__ADS_1
Gisella hanya bisa tersenyum manis kepada Rossalinda.