Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 25.


__ADS_3

Laura terbangun dari tidur nya tapi dia hanya terdiam di kasur dia melamun sambil memeluk erat guling.


Laura sama sekali tidak beranjak dari tempat tidur nya bahkan dia mengabaikan suami nya ketika dia mau berangkat kerja.


Barra yang merasa sangat hawatir dengan kondisi Laura pun langsung kembali masuk ke dalam kamar nya.


Barra ingin melihat kondisi Laura yang dari semalam dia tidur pun sangat gelisah sekali.


Barra membuka pintu kamar nya dan dia terkejut ketika melihat Laura yang melamun sambil memeluk erat guling.


Barra pun dengan perlahan mendekati Laura dia membelai rambut panjang Laura.


"Laura, kamu baik-baik saja kan. Sekarang aku harus pergi ke kantor sampai jam 12 siang dan setelah itu kita langsung pergi ke villa yang ada di Bandung untuk rencana pernikahan ini."


Laura langsung menatap wajah suaminya tersebut.


"Rencana pernikahan, kamu akan menikah dengan siapa Mas?. Sedangkan sekarang Gisella belum juga memberikan kabar kepada kita."


Laura terlihat sangat gelisah sekali dia memegang erat tangan Barra.


"Laura, kamu memilih Gisella untuk menikah dengan kuu. Itu karena kamu lebih percaya kepada Gisella daripada wanita lain, dan aku rasa Gisella pasti akan menepati janji nya. Jadi kamu jangan terlalu hawatir seperti ini yaa kamu harus jaga kondisi kesehatan kamu."


Barra mencoba untuk menenangkan pikiran Laura.


"Yasudah yaa sayaaaaang, aku pergi dulu yaa kamu baik-baik ya di rumah."

__ADS_1


Barra mencium kening Laura sambil tersenyum manis kepada Laura.


"Iyaa Mas, kamu hati-hati yaa kerja nya semangat terus yaa."


Barra tersenyum manis kepada Laura dan pergi meninggalkan nya.


Melihat Barra yang mulai pergi ke kantor, Laura mencoba untuk beranjak dari tempat tidur nya dan bersiap untuk keluar kamar nya.


Selesai memperhatikan penampilan nya, Laura pun memilih untuk duduk di kursi depan rumah nya dia melamun kembali.


Melihat Laura yang terus menerus merenung membuat Rossalinda hawatir dan memilih untuk menghampiri Laura.


"Semua sudah di siapkan kita hanya langsung saja pergi ke sana nanti sore, Laura apakah kamu baik-baik saja ?."


Laura menganggukkan kepalanya sambil tersenyum tipis.


Suara Laura terlihat sangat lemas sekali wajah nya pun terlihat sangat pucat sekali walaupun dia sudah memakai make up.


"Lebih baik sekarang kamu makan dulu saja Laura, nanti pun Gisella pasti akan datang kamu percaya kan dengan Adik muu itu."


Rossalinda meninggalkan Laura dia memilih untuk mengambil makanan untuk Laura.


Laura tetap saja menunggu kedatangan Gisella dengan wajah yang sangat panik.


Rossalinda membawa makanan dan duduk di samping Laura.

__ADS_1


"Makan lah dulu Laura kamu tidak makan dari malam."


Laura sangat terkejut sekali ketika melihat sikap Mama mertua nya yang begitu sangat baik kepada nya.


Laura pun langsung mengambil makanan tersebut.


"Terimakasih banyak yaa Mam, maaf membuat Mama menjadi hawatir."


Laura pun langsung memakan makanan yang di berikan oleh Rossalinda.


Laura terlihat begitu sangat lahap sekali ketika dia makan makanan tersebut.


"Makan yang banyak Laura karena hari adalah hari yang mungkin banyak mengeluarkan emosional dan energi yang luar biasa, kamu harus kuat dan tegar dalam menghadapi semua ini."


Laura pun langsung menghentikan makan nya setelah dia mendengar perkataan dari Mama mertua nya.


"Aku tahu aku bukan wanita yang kuat Mam, aku merelakan Mas Barra menikah dengan Gisella tapi aku yakin ini hanya berjalan sambil satu tahun saja dan setelah itu aku akan hidup bahagia bersama dengan Mas Barra."


Rossalinda melihat Laura begitu sangat kuat sekali dia kuat karena Gisella yang akan memberikan anak untuk nya.


"Baiklah Laura, semoga saja rencana kamu ini berjalan sesuai dengan keinginan keluarga kita. Dan semoga saja Gisella bisa segera memberikan keturunan untuk kalian berdua khusus nya sebagai pewaris keluarga kita."


Rossalinda memilih untuk meninggalkan Laura karena dia merasa sangat tenang sekali ketika melihat Laura yang sudah mau makan banyak.


Laura tetap saja memilih duduk di kursi depan rumah nya tersebut dia dengan setiap menunggu kedatangan adik nya tersebut.

__ADS_1


"Gisella, ayolah datang sekarang juga. Kakak menunggu kedatangan kamu sekarang juga, jangan membuat Kakak hawatir seperti dan ketakutan kamu sampai tidak datang dan membatalkan rencana pernikahan ini."


Laura menangis di depan rumah nya tersebut dan membuat para pegawai yang ada yang memperhatikan Laura merasa sangat kasihan sekali melihat Laura yang sangat sedih sampai menangis tersedu-sedu di depan rumah nya sambil pandangan mata nya tertuju pada pintu gerbang rumah nya.


__ADS_2