Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (121)


__ADS_3

Rangga keluar dari mobil nya dia mencoba untuk memegang tangan Gisella tapi Gisella menghindari nya.


"Rangga, kamu sudah akan bertunangan kenapa kamu masih ingin menyentuh aku."


Gisella mencoba untuk menghindari Rangga dengan mencoba untuk mundur menjaga jarak.


"Gisella, aku mohon kepada mu. Sebenarnya apa yang terjadi dengan pernikahan mu itu Gisella. Dan boleh kah aku tahu siapa nama suami mu itu atau foto pernikahan kalian."


Gisella merasa jika Rangga yang sangat penasaran sekali dengan pernikahan nya dari awal.


"Untuk apa kamu menginginkan foto pernikahan ku, sedang kamu tahu jika aku yang akan mengakhiri pernikahan ku ini."


Rangga melihat Gisella yang begitu sangat gugup sekali.


"Gisella, aku melihat kamu bersama dengan Barra. Suami Kakak kamu dan aku melihat kalian berdua yang tidak wajar sekali."


Gisella pun langsung terkejut ketika mendengar perkataan tersebut.


"Rangga, kamu mengikuti kuu ???. Astaga kamu tidak mendengar perkataan Mama kamu yaa, dia tidak mau kamu bertemu dengan aku dan kamu masih saja mengikuti aku."

__ADS_1


Gisella merasa sangat kesal sekali dengan e Rangga.


"Gisella, sudah jangan membahas tentang Mama. Kamu dengan Barra kenapa seperti mempunyai hubungan yang dekat sekali."


Gisella merasa sangat tersudutkan dengan pertanyaan Rangga terhadap nya.


Gisella tidak tahu harus berkata apa kepada Rangga dia tidak mungkin jujur kepada Rangga.


"Gisella, jujur saja dengan aku. Apa yang sebenarnya terjadi dan aku akan langsung pergi sekarang juga."


Rangga terus memohon kepada Gisella, sehingga Riana memperhatikan nya.


"Rangga, aku punya privasi sendiri yaa. Jadi kamu jangan memaksa aku seperti ini."


Riana melihat Gisella berlari menuju ke belakang rumah nya.


"Rangga ada apa ini,? kenapa kamu lagi-lagi datang untuk menghampiri Gisella."


Rangga pun langsung mengatakan maksud kedatangan nya kepada Riana.

__ADS_1


"Tante Riana, aku datang ke sini pun atas ijin Mama ku. Aku datang ke sini untuk memberikan undangan pertunangan ku Minggu depan bersama dengan wanita pilihan Mama."


Riana pun langsung terdiam mendengar perkataan tersebut dia begitu sangat terkejut sekali.


"Kamu akan bertunangan dengan wanita pilihan orang tua Rangga, seharusnya Tante bahagia mendengar nya tapi kenapa Tante sampai meneteskan air mata."


Riana menangis di hadapan Rangga.


"Rangga sebelumnya Tante berterima kasih karena kamu pernah menjaga Gisella dan menyanyangi Gisella. Tapi ternyata takdir berkata lain dengan kalian berdua yang harus berpisah dengan pasangan kalian masing-masing. Rangga semoga kamu bahagia dengan wanita pilihan orang tua kamu yaa, semoga kamu bisa bahagia sampai ke pernikahan."


Riana bersalaman dengan Rangga dan memilih untuk langsung meninggalkan Rangga untuk menyusul Gisella yang berlari ke belakang rumah.


Riana berjalan menuju belakang rumah yang banyak di tanami bunga-bunga dan sayur-sayuran.


Gisella duduk sambil memandangi bunga-bunga yang bermekaran.


"Boleh kah aku menangis, kenapa aku harus menangis ketika Rangga yang akan bahagia bersama dengan wanita yang terbaik untuk nya. Aku yang menghianati Rangga dan sekarang aku juga yang merasa apa yang dulu aku lakukan kepada Rangga."


Gisella terus memandangi undangan pertunangan dari Rangga.

__ADS_1


Gisella semakin erat memegang undangan tersebut sehingga undangan pertunangan itu pun dia genggaman sampai berbentuk bulat.


Dan Gisella pun membuang undangan pertunangan tersebut.


__ADS_2