
Riana menghampiri Gisella yang berlari ke dalam kamar nya.
Riana melihat Gisella yang sedang menangis sambil memegang perut nya.
Riana pun dengan perlahan mendekati Gisella yang begitu sangat sedih.
"Buuu, apapun yang terjadi aku akan memperjuangkan anak ini. Aku sayang dengan anak ini buu, aku akan membesarkan nya sendiri jika ini adalah yang terbaik buu."
Gisella merasa sudah sangat lelah sekali ketika dia terus-menerus di perlukan seperti itu oleh Laura.
"Besok aku akan bicarakan hal ini buu dengan keluarga Kak Barra, terutama dengan Mama Rossa. Ini sudah jadi keputusan ku Buu aku sudah sangat lelah sekali Buu."
Riana pun hanya bisa terdiam saja dengan apa yang Gisella putuskan.
"Ini adalah ke dua kali aku ingin mengakhiri pernikahan kontrak ini, dulu aku belum hamil dan sekarang aku sedang hamil. Semoga saja yang sekarang aku benar-benar melakukan nya buu, aku tidak mau lagi di rayu dengan kata-kata mereka lagi."
Gisella memegang perut nya dia merasa sudah siap jika harus berjuang demi buah hati nya nanti.
"Buu, aku ingin keluar rumah sebentar saja. Aku ingin menenangkan pikiran ku ini."
Gisella bersiap-siap untuk pergi dia pun menebalkan kembali bedak dan lipstik nya.
"Gisella, kamu akan pergi bersama dengan siapa Nak?. Ibu sangat hawatir sekali sayang kamu sedang hamil muda."
Gisella pun menghampiri Ibu nya dan mencoba untuk tersenyum kepada Ibunya.
"Aku akan pergi bersama dengan Rangga buu, aku merasa sangat nyaman dan aman bersama dengan Rangga. Ibu tidak usah hawatir yaa aku tidak akan melebihi batas karena aku masih berstatus sebagai seorang istri."
Gisella mengeluarkan handphone dia mencoba untuk menghubungi Rangga.
*Hallo Rangga, bisakah kamu hari ini pergi bersama dengan aku.*
Rangga merasa sangat terkejut sekali ketika Gisella menghubungi nya, sedangkan dirinya sebelum sudah bertemu dengan Laura dan Dokter Rivan.
*Boleh Gisell, sekarang aku jemput yaa ke rumah kamu.*
*Iyaa Rangga aku tunggu yaa.*
Gisella mengakhiri panggilan telephone dia pun langsung menunggu Rangga di depan toko bunga nya.
"Gisell, kamu mau kemana Nak?. Sudah rapih seperti ini."
Gisella pun hanya bisa terdiam saja dia masih sangat sedih sekali.
__ADS_1
"Aku akan pergi untuk menenangkan pikiran ku ini, aku merasa ingin pergi ke suatu tempat yang bisa membuat aku tenang."
Rangga melihat Gisella yang sedang bersama dengan Ayah nya.
"Seperti nya Gisell sangat sedih sekali, Gisell sebernarnya apa yang terjadi dengan kamu. Seperti nya kamu tidak bahagia dengan pernikahan mu ini."
Gisella yang melihat mobil Rangga pun langsung menghampiri Rangga.
"Ayah, aku pergi dulu ya bersama dengan Rangga."
Gisella bersalaman dengan Ayah nya dan langsung berjalan menuju ke mobil Rangga.
"Gisella dan Rangga, mereka terlihat saling mencintai tapi semua terhalang oleh setatus Gisella yang sudah bersuami."
Rangga membuka kan pintu mobil nya dan Gisella pun masuk ke dalam mobil Rangga.
"Gisell, kamu mau pergi ke mana sekarang?."
Gisella menarik nafas panjang nya dan langsung menatap wajah Rangga.
"Terserah kamu saja Rangga, aku tidak tahu mau kemana."
Gisella terlihat sangat sedih sekali dan membuat Rangga memilih untuk diam saja.
Rangga mengajak Gisella ke tempat di mana mereka berdua bertemu.
Sampai akhirnya mereka pun sampai di tempat yang di pilih oleh Rangga.
Gisella pun langsung memperhatikan tempat tersebut.
"Rangga ini kan tempat kamu mengatakan cinta sama aku, kenapa kamu bawa aku ke sini."
Rangga pun membuka pintu mobil nya dan Gisella pun keluar dari mobil nya.
"Ini tempat sangat indah sekali kan, di mana udara segar dan banyak sekali bunga-bunga di sini. Sangat bagus untuk kamu ibu hamil supaya menghirup udara segar."
Gisella pun memenang merasakan sangat nyaman sekali berbeda di tempat tersebut.
Gisella duduk dan tersenyum melihat indah nya bunga-bunga dan kupu-kupu yang cantik.
"Rangga, aku tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku merasa sekarang kamu teman terbaik untuk aku, aku menyimpan kepercayaan kepada kamu."
Rangga pun diam ketika mendengar perkataan Gisella kepada nya.
__ADS_1
"Rangga seperti nya aku ingin mengakhiri pernikahan kuu ini, aku merasa aku lebih baik untuk melanjutkan hidup ku bersama dengan anak ku nanti."
Rangga di buat sangat terkejut sekali dengan perkataan Gisella.
"Kamu ingin mengakhiri pernikahan kamu yang baru berjalan dua bulan pun belum."
Rangga masih sangat terkejut sekali dengan perkataan Gisella dia merasa tidak percaya.
"Ya, pernikahan yang baru 2 bulan. Aku rasa sudah tidak ingin melanjutkan pernikahan yang sangat rumit ini."
Gisella memandangi wajah Rangga dengan tersenyum terpaksa.
"Tapi Gisella, kenapa kamu tidak mau memperjuangkan pernikahan kamu ini. Gisella cobalah berpikir jernih kasihan nanti anak kamu yang terlahir Tampa ayah nya."
Rangga mencoba untuk menenangkan Gisella, karena dia tidak mau Gisella sampai menyesal.
"Karena menurut aku lebih baik dari sekarang aku melepaskan suami, karena nanti pun aku akan di tinggalkan nya."
Gisella berdiri dari tempat duduk nya dia pun berjalan menuju ke bunga-bunga yang bermekaran.
Gisella memetik bunga tersebut dan tersenyum manis memandangi nya.
"Gisella, sebenarnya apa yang terjadi. Kenapa kamu tidak menjelaskan secara detail agar aku mengerti."
Gisella hanya tersenyum tipis kepada Rangga.
"Nanti pun dengan secara perlahan kamu pasti akan tahu semuanya Rangga, karena aku tidak mengatakan semuanya kepada kamu. Sekarang kamu yang selalu ada di samping ku, mengantarkan aku ke Dokter Specialis yang itu kamu bukan suami ku."
Gisella semakin membuka apa yang sebenarnya terjadi dengan dirinya.
"Gisella kamu menikah dengan siapa,? apa kamu itu adalah seorang istri simpanan Sugar Daddy???."
Pikiran Rangga mulai traveling dia memikirkan hal yang negatif terhadap Gisella.
"Aku adalah seorang istri bayaran, dan apakah setelah kamu mengetahui ini. Kamu akan pergi meninggalkan kuu tidak mau lagi berteman dengan aku."
Rangga merasa tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Gisella.
"Kamu menjadi seorang istri bayaran, apa alesan nya kamu melakukan itu semua Gisella. Kamu tidak mungkin melakukan hal seperti itu kalau tidak ada alesan yang membuat kamu tertekan."
Rangga semakin di buat penasaran dan bertanya-tanya terhadap Gisella.
"Apa benci aku sekarang,? kamu berpikir pasti aku adalah wanita murahan yang melakukan ini semua hanya karena uang. Dan kenyataan pun seperti itu aku melakukan ini semua karena uang 100 juta."
__ADS_1
Gisella tidak kuasa menahan air mata nya dia menangis kembali di hadapan Rangga.
Rangga tidak habis pikir dengan apa yang sudah dia dengar.