Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode #225#


__ADS_3

Ketika Laura yang sedang bersedih karena sikap nya sendiri, Gisella tersenyum manis karena dia akan makan malam bersama dengan Barra.


Gisella pun tidak pernah menyangka jika dia bisa juga merasakan makan malam spesial.


"Apakah perasaan ini salah, mungkin ini hanya ungkapan dari rasa yang dulu pernah mengabaikan. Ingat Gisella jika sampai kamu bersama dengan Kak Barra mungkin sudah habis nyawa mu di habisi oleh Kakak mu sendiri, aku masih ingin hidup untuk bisa membesarkan Tiara."


Gisella pun mulai mempersiapkan diri nya dia pun akan di jemput oleh Barra.


"Aku harus memakai baju apa yaa, kenapa aku jadi gugup seperti ini yaa. Padahal kan ini hanya makan malam bisa saja."


Gisella pun keluar dari tempat kerja nya dan dia juga mencoba untuk memberitahu kepada Mama Rossa.


"Aku harus jujur dengan Mama Rossa, karena bagaimana pun juga aku sekarang masih tinggal di rumah Mama Rossa dan setelah ini aku akan pergi bersama Suster Dina untuk mencari tempat tinggal."


Gisella pun langsung mengirimkan pesan kepada Mama Rossa.


*Mama seperti nya aku pulang malam sekarang, aku di ajak makan malam bersama dengan Kak Barra.*


Rossalinda pun tersenyum manis ketika membaca pesan yang di kirimkan oleh Gisella.


*Iya sayang, hati-hati yaa. Kamu tidak usah menghawatirkan Tiara, Tiara aman bersama dengan Mama dan Suster Dina.*


*Terimakasih banyak Mam.*


Rossalinda berharap hubungan antara Gisella dan Barra bisa terus bersama, sampai kebahagiaan mereka berdua.


Ketika Gisella keluar dari kantor nya, ternyata sudah ada yang menunggu Gisella.


Gisella pun hanya terdiam ketika seseorang itu menghampiri nya.


"Bu, Gisella silahkan masuk ke dalam mobil sudah ada yang menunggu Bu Gisella."


Gisella tampak sangat ragu sekali dia tidak mudah untuk begitu saja percaya dengan seseorang yang tidak dia kenal.


"Saya tidak mau masuk sembarangan ke mobil yang tidak saya kenal, kamu mau mencoba untuk menculik saya yah?."


Gisella seperti menghindari dia tidak berjalan selangkah kaki pun, bahkan Gisella berniat untuk masuk kembali ke dalam kantor nya.


Melihat Gisella yang hanya terdiam saja, akhirnya Barra pun keluar dari mobil nya.


"Gisella ohh Gisella, berniat untuk memberikan kejutan tapi Gisella bukan wanita yang gampang percaya seperti itu."


Barra pun membuka pintu mobil nya dan Gisella pun langsung melihat Barra yang keluar dari mobil tersebut.


"Astaga, ternyata Kak Barra. Aku kan nggak tahu yasudah aku pura-pura saja."


Gisella menundukkan kepalanya dia seperti berpaling dari tatapan mata Barra.


"Gisella Reviska, ayo masuk ke dalam mobil. Kita pergi ke salon kecantikan dan kita cari gaun yang akan kamu pakai."


Gisella dengan sangat malu-malu dia pun mengikuti langkah kaki Barra, melihat Gisella yang berjalan sangat pelan sekali. Akhirnya Barra pun menarik tangan Gisella untuk lebih mempercepat jalan nya.


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam mobil dan Gisella pun terlihat masih malu-malu kepada Barra.


Melihat sikap Gisella yang tidak seperti biasa nya, akhirnya Barra mencoba untuk mengobrol dengan Gisella.


"Gisella, maafkan aku yang sebenarnya ingin memberikan kejutan untuk kamu tapi ternyata semua itu gagal."


Gisella pun tersenyum tipis kepada Barra.


"Tapi aku terkejut kok Kak, Kak Barra yang tiba-tiba saja datang untuk menjemput aku."


Barra merasakan kenyamanan ketika bersama dengan Gisella.


"Kak Barra, apakah Kak Barra sudah bertemu dengan Kak Laura?. Aku sih belum melihat nya langsung aku takut dia emosi melihat wajah aku."


Pertanyaan Gisella membuat Barra mengingat kembali kebersamaan Laura dengan Dokter Rivan.


"Seperti nya Laura memang sudah sangat nyaman sekali dengan Dokter Rivan, dan seperti jika Laura sudah pulang dari Rumah Sakit lebih baik di percepat saja proses perceraian ini."


Gisella merasa sangat kasihan sekali melihat Barra, cinta yang sangat tulus di balas dengan sebuah penghianatan.


"Jika itu memang yang terbaik aku rasa berpisah adalah jalan yang terbaik tapi kenapa yaa Kak Laura dia sudah dekat dengan Dokter Rivan, tapi di juga tidak mau lepaskan Kak Barra. Apakah Kak Laura berniat ingin memiliki dua suami yang tampan."


Barra pun tertawa ketika mendengar perkataan Gisella.


"Aku merasa Dokter Rivan memang yang terbaik untuk Laura, dia yang sangat penyabar sekali untuk Laura."

__ADS_1


Mereka pun akhirnya sampai di sebuah toko pakaian yang sangat mewah sekali, dan ini adalah toko baju langganan Laura.


"Kak Barra, ini kan toko baju yang sering sekali di datangi oleh Kak Laura. Lebih baik kita jangan di sini deh Kak nanti ada yang melihat kita berdua sekarang kan pemberitaan tentang kita berdua lagi sangat ramai Kak."


Barra tetap membuka pintu mobil nya untuk mempersilahkan Gisella untuk keluar dari mobil nya.


"Tenang saja aku yang akan berbicara dan bertanggung jawab jika ada wartawan yang menghampiri kita berdua."


Barra seperti meyakinkan kepada Gisella dan membuat Gisella percaya kepada Gisella


Dan akhirnya Gisella pun mau keluar dari mobil Barra dengan genggaman tangan Barra yang sangat erat sekali.


Gisella merasa Barra yang semakin berani melakukan hal tersebut kepada nya.


Semua pun memperhatikan Gisella dan Barra dan seperti mempercayai jika memang mereka berdua yang mempunyai hubungan dan membenarkan kabar tersebut.


Barra masuk ke dalam salon kecantikan.


"Buat wanita ku ini sangat cantik sekali yaa, beri dia hasil yang terbaik."


Gisella pun merasa sangat malu sekali dengan sikap Barra yang terlalu berlebih-lebihan kepada nya.


"Gisella, kamu santai di sini yaa. Aku yang akan mencari kan gaun untuk kamu, agar kita tidak terlalu lama di sini dan bisa sampai cepat ke Restoran."


Barra pun pergi meninggalkan Gisella dan salah satu pegawai salon yang ada di sana merekam video percakapan Barra dengan Gisella.


Barra tiba-tiba kembali dan membalikkan badannya karena dia tahu seperti ada seseorang yang sedang merekam nya.


Kedatangan Barra yang kembali membuat Gisella terkejut sekali.


"Heh, kamu yang sedang merekam percakapan kita berdua. Kamu berniat untuk mengirimkan video tersebut kepada Laura???, silahkan saja tapi sebelum minta ijin terlebih dahulu."


Pegawai salon tersebut langsung di hampiri oleh yang mempunyai salon kecantikan tersebut.


"Kamu harus video tersebut, jangan membuat orang lain tidak nyaman ketika berada di salon kita."


Pegawai tersebut pun langsung menghapus video tersebut dan meminta maaf kepada Barra dan Barra.


Ketika sudah mendengar perkataan maaf, akhirnya Barra bisa dengan tenang untuk meninggalkan Gisella.


"Jika kalian berdua memikirkan jika aku adalah Pelakor Cantik, aku sebelum nya sudah menikah dengan Kak Barra dan kita juga sudah mempunyai anak dari pernikahan kita berdua. Pernikahan kita pun di hadiri oleh Kak Laura jika tidak percaya tanyakan saja langsung."


Mereka pun akhirnya terdiam saja ketika mendengar perkataan dari Gisella.


"Saya ingin make up yang natural saja yaa, saya tidak mau yang terlalu berlebih-lebihan."


Mereka pun mengikuti apa yang di perintahkan oleh Gisella, selesai Gisella Barra pun datang dengan membawa gaun pilihan nya untuk Gisella.


Barra begitu sangat terpesona sekali ketika melihat wajah Gisella yang begitu sangat cantik sekali.


Gisella pun mengambil gaun tersebut dan langsung memakai nya, Barra menunggu di luar dan melihat Gisella yang begitu sangat cantik dengan gaun pilihan nya.


Barra pun langsung memegang tangan Gisella, dan membawa Gisella masuk ke dalam mobil nya.


Di perjalanan Barra terus saja memandangi wajah Gisella dia begitu sangat terpesona dengan kecantikan mantan istri nya tersebut.


Sampai akhirnya mereka berdua pun sampai di tempat tersebut, tempat yang sangat romantis sekali.


Gisella merasa sangat terharu sekali ketika dia yang baru pertama kali di perlakukan seperti ini oleh seorang lelaki.


"Terimakasih banyak yaa Kak Barra, ini sangat luar biasa sekali dan mewah sekali aku suka dengan apa yang sudah Kak Barra siapkan untuk aku."


Barra pun membawa Gisella untuk duduk dan menikmati makan malam yang begitu sangat romantis sekali dengan alunan biola yang sangat merdu sekali membuat mereka berdua terbawa suasana yang ada.


Barra menjulurkan tangan nya kepada Gisella dan mereka berdua pun berdansa bersama, mereka berdua saling bertatapan wajah seperti terhipnotis dengan suasana yang ada.


Barra semakin mendekati Gisella tapi Gisella yang mencoba untuk menghindari dari Barra, karena Gisella yang merasa sangat malu dengan ada beberapa orang di sekitar mereka.


"Lebih baik kita lanjutkan saja makan malam yaa, aku merasa tidak nyaman sekali karena banyak orang yang memperhatikan kita loh."


Barra pun mengikuti apa yang di inginkan oleh Gisella dan mereka berdua pun duduk kembali untuk menikmati makanan yang sudah di siapkan.


"Di saat kita berdua seperti ini seketika saja langsung teringat dengan Tiara, Tiara yang sedang menunggu ibu nya di rumah."


Barra pun merasa memang Gisella yang terbaik untuk dirinya, di saat berdua seperti ini Gisella masih saja ingat dengan Putri kecil nya.


"Nanti kita pergi bersama dengan Tiara yaa, kamu jangan hawatir yaa. Aku tidak akan pernah melupakan Tiara."

__ADS_1


Gisella pun tersenyum manis kepada Barra dia begitu sangat baik sekali.


Mereka pun akhirnya mengakhiri makan malam bersama karena Gisella yang selalu mengingat Tiara.


Barra kembali memegang tangan Gisella dan mereka berdua pun masuk ke dalam mobil nya, Gisella seperti sangat merindukan sekali Tiara.


"Gisella, kamu kenapa tidak mau diam seperti itu. Seperti hawatir sekali apa kamu sedang memikirkan Laura yaa."


Gisella tersenyum kepada Barra dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku hawatir sekali dengan Tiara. Apa mungkin dia tidak menangis ketika ke dua orang tua nya bersenang-senang bersama dia diam saja di rumah."


Barra pun mempercepat laju kendaraan agar bisa secepatnya sampai rumah.


Dan akhirnya mereka berdua pun sampai di depan rumah nya, Ketika Barra mau membuka pintu mobil nya dia pun bertatapan wajah dengan Gisella karena pintu mobil yang susah di buka.


Tatapan mata Barra yang semakin mendekat wajah Gisella dan Gisella pun akhirnya memejamkan mata nya.


Barra pun tersenyum manis dan membuka pintu mobil tersebut, dia memandangi wajah Gisella dengan mata yang tertutup.


Gisella seperti nya berpikir hal yang negatif terhadap Barra tapi Barra tidak mungkin melakukan karena dia tahu Gisella adalah wanita yang baik-baik.


"Gisella, pintu nya sudah terbuka. Kamu bisa langsung keluar dari mobil sekarang juga."


Gisella pun membuka mata nya dan ternyata Barra tidak melakukan apa-apa kepada nya.


Gisella pun langsung turun dari mobil Barra dan ternyata Mama Rossa yang sudah ada di depan pintu dengan mengendong Tiara.


Suara teriakan Tiara ketika melihat kedua orang tuanya datang.


Barra dan Gisella pun langsung berlari menghampiri Tiara dan mengendong Tiara.


Melihat kelompokkan mereka berdua dan wajah bahagia Tiara.


"Segera bersama kembali lihat Tiara yang sangat menginginkan kebahagiaan kebersamaan bersama dengan ke dua orang tuanya."


Gisella pun langsung terdiam dan Barra pun tersenyum manis kepada Gisella.


"Ayooo sayaaaaang kita masuk rumah hari ini Papa menginap di rumah ini juga."


Gisella begitu sangat terkejut sekali ketika mendengar Barra yang akan menginap di sini.


"Tiara tidur dengan siapa,? kita tidak mungkin tidur bersama kan."


Gisella mencoba untuk mengejar Barra yang mau membawa nya ke kamar dirinya.


"Jangan, Tiara tidak boleh tidur di kamar itu. Biarlah Tiara tidur bersama dengan ibu nya saja. Jika ingin bermain dengan Tiara yaa silahkan saja yaa, nanti bawa saja Tiara ke dalam kamar."


Gisella masuk ke dalam kamar dia ingin mengganti baju dan mandi, hati Gisella begitu sangat was-was sekali dia takut Barra yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar nya.


"Astaga, Gisella kenapa kamu berpikir seperti ini sih. Ini semua gara-gara di dalam mobil itu aku yang berpikir negatif terhadap Kak Barra dan sampai sekarang aku selalu berpikir seperti itu."


Gisella pun selesai mandi dengan kimono warna putih ketika Gisella mau keluar dari kamar mandi dia seperti mendengar suara Tiara.


"Sudah ku duga kan, Kak Barra masuk ke kamar aku ketika aku baru selesai mandi."


Gisella pun memilih untuk terdiam dia tidak berani menghampiri Tiara.


"Eh tapi bagaimana jika Tiara sendiri di tempat tidur, lalu bagaimana jika Tiara terjatuh itu sangat bahaya sekali kan."


Gisella pun akhirnya menghampiri Tiara dan ternyata memang ada Barra di sana bersama dengan Tiara.


Barra pun begitu sangat terkejut sekali karena dia tidak tahu jika Gisella yang baru saja selesai mandi.


Barra pun menjadi salah tingkah ketika melihat Gisella dengan rambut yang basah dan handuk kimono berwarna putih.


"Maafkan aku Gisella, aku tidak bermaksud untuk melihat kamu yang seperti ini yaa."


Barra pun menundukkan kepalanya dia berjalan menuju ke pintu keluar tapi ntah kenapa pintu itu yang tiba-tiba susah di buka.


Dan membuat Barra berdiri terdiam di depan pintu kamar Gisella.


Gisella pun menghampiri Barra yang seperti kesulitan untuk membuka pintu kamar nya.


Gisella mencoba untuk membantu Barra membuka pintu kamar nya.


Tetapi mereka berdua lagi-lagi bertatapan wajah kembali dan membuat Barra sangat gugup sekali ketika memandangi wajah Gisella dengan sangat dekat sekali.

__ADS_1


__ADS_2