
Gisella terbangun dari tidurnya dia langsung mengingat hari ini adalah hari yang dia tunggu-tunggu.
Gisella pun turun dan dia melihat kedua orang tuanya yang sudah berkumpul di meja makan.
"Gisella, hari ini Kakak mu pulang dari rumah sakit. Dan ibu dan ayah berniat untuk kembali melihat nya di rumah Barra. Kata Barra Laura selalu mengeluh ketakutan sekali."
Gisella pun menghelakan nafas panjang nya.
"Aku sudah menghindar tapi kenapa Kak Laura masih saja takut kehilangan Kak Barra, aku tidak akan datang buu. Kedatangan ku hanya membuat Kak Laura semakin drama, sekarang aku akan datang ke acara pertunangan Rangga."
Kedua orang tua Gisella merasa jika Gisella sudah tidak terlalu peduli dengan Laura.
"Apapun yang terjadi dengan Kak Laura aku tidak peduli sekarang, aku menghindar dan itu adalah yang terbaik. Jika Kak Laura masih saja menyebutkan nama aku di rasa ketakutan seperti nya itu cuma alesan Kak Laura yang memang sudah menamakan rasa benci kepada aku."
Gisella dengan sangat cepat sekali menghabiskan sarapan pagi nya.
"Gisella, kamu yakin akan datang ke acara pertunangan tersebut. Ibu takut kata-kata Veronica bisa membuat kamu sakit hati."
Gisella pun beranjak dari tempat duduk nya.
"Justru kedatangan ku ini supaya keluarga Rangga tahu jika sudah tidak lagi mempunyai perasaan terhadap Rangga."
__ADS_1
Gisella pun berpamitan kepada kedua orang tuanya dan segera pergi.
"Kalau bukan karena permintaan Laura, lebih baik Ayah saja yang pergi melihat Laura. Biarkan ibu yang menemani Gisella bertemu dengan keluarga Rangga, ibu sangat hawatir sekali apalagi Gisella yang sedang hamil."
Gisella menyiapkan diri nya dia harus selalu tampil tenang di hadapan keluarga Rangga.
"Aku harus mengatur ucapan ku jika Tante Veronica berkata hal yang menyakiti hati kuu."
Gisella masuk ke dalam taksi yang sudah dia pesan, Gisella datang sangat pagi di ingin sekali melihat proses demi proses nya.
Di perjalanan menuju ke rumah Rangga Gisella hanya memperhatikan penampilan di cermin.
Gisella terus saja bercermin sampai akhirnya dia sampai di gerbang rumah Rangga.
Dekorasi bunga-bunga yang sangat cantik sekali.
"Rangga adalah anak tunggal pantas saja acara pertunangan saja seperti acara pernikahan."
Gisella dengan rasa percaya diri yang tinggi dia pun langsung berjalan menuju ke dalam ruangan yang bernuansa putih dan pink.
Seketika saja Gisella membayangkan jika mungkin seharusnya ini adalah acara pertunangan dirinya dengan Rangga.
__ADS_1
"Sudahlah Gisell, jangan berpikiran yang aneh-aneh. Ingat ini adalah acara pertunangan Rangga dengan wanita lain."
Veronica sangat terkejut sekali ketika melihat kedatangan Gisella.
Dia pun dengan cepat menghampiri Gisella.
"Selamat datang Gisella Reviska di acara pertunangan Erlangga Rangga."
Veronica tersenyum manis kepada Gisella dia pun tidak bisa membohongi pandangan mata nya jika Gisella memang sangat cantik sekali.
"Oh iya Tante Veronica, selamat yaa atas pertunangan ini. Dan semoga saja Rangga bahagia bersama dengan wanita pilihan orang tua nya."
Gisella tersenyum manis ketika dia melihat Rangga yang memandangi nya dari jarak kejauhan.
Rangga melihat senyuman yang sangat manis sekali yang Gisella berikan kepada nya.
Rangga pun langsung menghampiri Gisella yang sedang bersama dengan Mama nya.
__ADS_1
Gisella hanya bisa terdiam saja ketika Rangga yang berjalan untuk menghampiri nya.