
Di kantor pikiran Barra hanya kepada Gisella, Barra tidak mengerti kenapa dia bisa seperti ini.
"Wajarlah aku memikirkan Gisella, karena sekarang Gisell itu adalah istri kuu. Tapi aku juga harus ingat Laura juga dia adalah istri pertama kuu."
Barra di buat pusing dengan permasalahan rumah tangga nya ini.
"Mungkin jika Laura tidak terlalu sibuk, kita bisa menjalankan program hamil. Karena kandungan Laura pun baik-baik saja hanya karena menunggu di beri kepercayaan."
Barra yang ingin menemui Gisella dan membawa nya pergi di sore hari, dia merasa ingin mengajak Gisella sekarang saja.
"Gisella, pasti sekarang sedang sedih sekali. Lebih baik sekarang aku menemui nya kembali."
Barra melerakan pekerjaan nya demi untuk bisa membawa Gisella untuk bersenang-senang.
"Laura terlalu sibuk dia lebih suka membeli barang kesukaan sendiri, jadi lebih baik aku sekarang mengajak Gisella saja."
Barra bersiap-siap pergi dari kantor nya kembali ke rumah Gisella.
Di perjalanan Barra membelikan buah-buahan untuk Gisella, Barra berpikir jika Gisella perlu asupan nutrisi yang baik.
__ADS_1
Kedatangan Barra yang kembali membuat Riana merasa sangat terkejut sekali, Barra datang ketika Gisella yang sedang sedih.
"Seperti nya itu Barra, Ibu menghampiri dulu Barra yaa."
Riana menghampiri Barra ketika Barra membuka pintu mobil nya, dan Barra pun langsung bersalaman dengan Riana.
"Ada apa yaa Barra, kenapa ke sini lagi. Apa ada kepentingan kepada Gisell."
Riana begitu juga serius sekali memandangi wajah Barra.
"Saya berniat ingin mengajak Gisell untuk pergi ke salon kecantikan dan membelikan barang-barang yang di inginkan oleh Gisell, karena sekarang Gisell adalah tanggung jawab saya."
Riana merasa kedatangan Barra bisa membuat Gisella sedikit tenang.
Barra pun langsung masuk ke dalam rumah dan menghampiri Gisell di kamar nya.
Barra mengetuk pintu kamar Gisell dengan sangat pelan-pelan.
Gisella pikir itu adalah Ibu nya dia pun langsung membuka pintu kamar nya.
__ADS_1
Ketika Gisella membuka pintu kamar nya dia sangat terkejut sekali ketika melihat Barra yang ada di hadapannya.
"Kak Barra,? kenapa Kak Barra kembali lagi ke sini."
Barra membuka lebar pintu kamar Gisella dan dia pun masuk ke dalam kamar nya, kembali menutup rapat pintu kamar nya.
Barra melihat wajah Gisella yang memerah seperti sedang habis menangis.
"Kamu menangis,? kamu masih sakit hati dengan apa yang sudah di lakukan Laura kepada kamu."
Barra memegang pipi Gisella dan Gisella memandangi wajah Barra.
"Kak, aku rasa aku ingin mengakhiri saja pernikahan ini. Aku tidak sanggup melanjutkan nya jika Kak Laura seperti itu kepada aku dia seperti menyesali pernikahan kita ini."
Barra begitu sangat terkejut sekali ketika Gisella mengatakan hal tersebut.
"Tidak Gisella, kamu tidak boleh berkata seperti itu. Kakak meminta maaf atas perilaku Laura kepada kamu, kamu jangan mengakhiri pernikahan ini yaa."
Barra memohon kepada Gisella karena Barra melihat pengorbanan yang sudah Gisella lakukan dengan nya.
__ADS_1
"Gisella, ketika pernikahan kontrak ini sudah selesai. Kak Barra berjanji tidak akan mengabaikan kamu begitu saja Gisell, Kakak akan memberikan kamu pekerjaan agar kamu bisa sukses dengan usaha kamu."
Gisella hanya bisa terdiam saja dia memikirkan ucapan Barra.