Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (98)


__ADS_3

Barra sampai di rumah nya dia mencari Laura dan ternyata sedang berada di kamar nya.


Laura seperti biasa dia sedang mencoret tanggal di kalender nya, Laura tidak menyangka ini adalah hari ke 3 dia telat datang bulan dan itu tandanya dia kemungkinan besar akan hamil.


Laura terus-menerus tersenyum manis sambil memegang spidol merah di tangan nya.


Barra menghampiri Laura dia penasaran sekali dengan sikap Laura.


"Laura, kenapa kamu tersenyum-senyum di depan kalender ini ?."


Laura langsung membalikkan badannya dan menatap wajah Barra.


"Aku sudah telat datang bulan 3 hari Mas itu tandanya aku bisa hamil Mas, dan besok aku akan mencoba untuk membeli respek untuk melihat apakah aku sudah di nyatakan positif hamil atau belum."


Barra melihat Laura yang begitu sangat gembira sekali tapi Barra masih ingat jika waktu itu pun Laura pernah telat datang bulan sampai seminggu tapi akhirnya dia pun harus kecewa kembali.


"Bagaimana kalau kita tunggu beberapa hari lagi agar hasil nya lebih akurat."


Laura mendorong tubuh Barra dia merasa suami nya itu tidak yakin jika dirinya bisa hamil.


"Tidak Mas, itu terlalu sangat lama sekali. Jika aku sudah tahu. aku positif aku akan bisa langsung mendapatkan penanganan dari Dokter Rivan agar dia memberikan yang terbaik untuk kehamilan ku ini."


Laura pun memilih untuk mengambil handphone dan menghubungi Dokter Rivan.


*Hallo Dokter Rivan, aku ingin memberitahukan jika aku sekarang sudah telat datang bulan selama 3 hari dan besok adalah hari ke 4 aku berniat untuk segera mengecek kehamilan ku di rumah dengan respek.*


*Yasudah jika kamu tidak mau langsung datang ke sini, silahkan cek dulu sendiri dan semoga saja hasil nya positif yaa Laura. Penantian panjang kamu ingin bisa hamil."


*Yaa Dokter Rivan, semoga saja yaa tapi aku sangat senang sekali dan sangat bersemangat sekali.*


*Yasudah Laura lebih baik kamu sekarang istirahat yaa.*


*Iyaa Dokter Rivan.*


Laura mengakhiri panggilan teleponnya dan dia pun masih saja tersenyum manis.


Laura mengelus perut nya sambil tersenyum manis.


"Cepat hadirlah di perut Mommy yaa sayang, Mommy sangat menunggu kehadiran muu sayang."


Barra pun menghampiri Laura dia tidak menyangka jika Laura yang pertama hamil bukan Gisella.


"Kita sangat menginginkan kehadiran nya Mas, semoga saja ini bisa membuat hubungan kita semakin membaik yaa Mas."


Barra memegang perut Laura dan menciumi perut Laura.

__ADS_1


"Secepat hadir di perut Mommy kamu yaa, semoga saja kamu sehat dan kuat di perut Mommy kamu ini yaa."


Laura memeluk erat Barra dia terlihat sangat bahagia sekali.


"Aku tidak sabar ingin segera mengetahui hasil nya besok Mas, aku sangat tidak sabar."


Barra mengelus rambut panjang Laura.


"Sabar yaa sayang semua pasti indah pada waktunya yaa."


Laura melepaskan pelukan erat nya dan tersenyum manis kepada Barra.


"Aku ingin cepat besok Mas, aku mau tidur dari sekarang saja Mas."


Laura begitu sangat bergembira sekali sampai dia memutuskan tidur cepat.


"Selamat tidur yaa sayang, mimpi yang indah yaa sayang. Semoga besok kita mendapatkan hasil yang terbaik yaa."


Barra mencium kening Laura dan dia memilih untuk keluar dari kamar nya untuk mencari Mama Rossa.


"Aku harus mengatakan kabar bahagia ini kepada Mama, Mama pasti bahagia sekali mendengar ini semua nya.


Barra mencari Mama nya di setiap ruangan tapi tidak menemukan nya.


"Astaga, aku lupa seperti nya Mama masih berada di Apartemen bersama dengan Gisella."


Barra duduk sambil membayangkan jika benar Laura sampai positif hamil.


"Aku akan menjadi seorang Papa dari penantian panjang pernikahan ku dan akhirnya aku bisa menjadi seorang Papa."


Barra terus membayangkan hal tersebut dan dia seperti mimpi saja.


Dan akhirnya Mama Rossa turun dari mobil nya, dia melihat Barra yang sedang menunggu nya.


"Ada apa yaa Barra, seperti akan ada pembicaraan yang serius."


Rossalinda pun menghampiri Barra dan duduk di sebelah Barra.


"Mam, Laura sudah telat datang bulan selama 3 hari dan besok pagi dia akan melakukan tespek. Aku tidak menyangka jika Laura akan segera hamil Maka dan Mama akan segera mempunyai cucu pertama yang akan jadi penerusan keluarga kita seperti yang Mama inginkan."


Rossalinda hanya tersenyum tipis kepada Barra.


"Jangan terlalu berharap tinggi Barra, Laura belum di nyatakan positif hamil dia pun belum di tespek tapi hanyalah mu sudah sangat tinggi sekali."


Rossalinda memilih untuk pergi ke dalam rumah.

__ADS_1


Barra tidak menyangka jika sikap Mama masih tetap seperti itu kepada Laura.


"Semoga saja Laura hamil supaya sikap Mama bisa berubah kepada Laura."


Barra pun memilih untuk masuk ke dalam dan menemani Laura tidur.


Di Apartemen Gisella merasakan keram di bagian perut nya.


"Ahhhh, kenapa perut aku sakit sekali yaa."


Gisella mencoba untuk tetap tenang sambil mengelus perut nya.


"Sayang, jangan seperti ini yaa sayang. Jangan bikin Bunda hawatir yaa sayang. Kita hanya berdua di Apartemen ini yaa besok kita periksa yaa sayang."


Gisella terus saja mengelus perut nya sambil bersender di tempat tidur nya.


"Gisella kamu harus jadi seorang ibu yang kuat yaa kamu jangan manja dan banyak mengeluh seperti ini, ingat kamu harus berjuang mempertahankan kehamilan ini sampai waktunya kamu melahirkan nya."


Gisella terus saja mengelus perut keram nya sampai akhirnya Gisella tertidur pulas sambil memegang perut nya.


Di sisi lain Laura tidak bisa tidur dia berniat untuk menghubungi orang tua nya.


"Aku telephone Ibu dan Ayah ahhhh, mereka harus tau kabar bahagia ini."


Laura pun langsung menghubungi nomor handphone Ibu nya.


Riana merasa sangat kaget sekali ketika Laura menghubungi malam-malam.


"Ada apa yaa Laur, semalam ini dia telephone."


Riana pun akhirnya menjawab panggilan telepon dari Laura.


*Hallo Laura ada apa Nak, malam-malam begini kamu telephone ibu. Membuat ibu hawatir saja.*


*Buuu, aku sudah telat datang bulan 3 hari dan besok aku akan mencoba untuk tespek semoga saja hasil nya positif yaa Buu.*


Riana seketika meneteskan air mata mendengar perkataan tersebut.


*Ibu Doakan yang terbaik untuk kamu yaa Nak, semoga saja apa yang kamu inginkan itu terwujud yaa. Semoga besok hasil tespek nya positif yaa sayang.*


*Iyaa Buu terimakasih banyak atas doanya yaa Buu, aku jadi lebih bersemangat lagi.*


*Iyaa sayang, sekarang tidur lah dan jangan banyak pikiran yaa sayang.*


*Baiklah Buu, selamat tidur yaa buuu.*

__ADS_1


Laura mengakhiri panggilan teleponnya dia merasa sangat tenang sekali ketika sudah berbicara dengan ibu nya.


__ADS_2