Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode 37.


__ADS_3

Gisella tiba-tiba memikirkan apa dia harus memberitahu kepada Laura jika Barra sekarang sedang sakit.


"Apakah aku harus memberitahu ini kepada Ka Laura saja yaa, karena selalu saja nama Kak Laura yang di panggil."


Gisella pun mencoba untuk menghubungi nomer handphone Laura tapi nomor handphone nya yang tidak aktif.


"Kenapa nomber handphone Kak Laura tidak aktif yaa, dia kan sibuk ada apa yaa."


Gisella terus mencoba untuk menghubungi nomer handphone Laura tapi tetap saja tidak aktif.


"Lebih baik aku telephone ke rumah saja."


Gisella pun langsung menghubungi nomer telephone rumah nya.


***Hallo Buuu, Buu apakah ada Kak Laura di rumah. Aku ingin bicara dengan Kak Laura.


*Kakak kamu sedang pergi ke toko material, memang nya ada apa Gisell kamu menayakan Kakak kamu bukan kah kamu sedang honeymoon bersama dengan suami kamu**.


Gisella memilih untuk terdiam saja dia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya kepada ibu nya.


*Aku hanya ingin berbicara dengan Kak Laura saja Buu, kalau Kak Laura sudah pulang bilang saja yaa Buu aku ingin berbicara dengan nya. Kalau begitu aku mau menyiapkan makanan untuk Kak Barra yaa Buu.*

__ADS_1


Gisella memilih untuk mengakhiri panggilan telephone nya dia pun membawa obat untuk Barra.


Gisella membuka pintu kamar tersebut dia mengganti air kompresan tersebut dan melihat berapa suhu tubuh Barra


"38 ini sangat tinggi sekali dan aku harus bagaimana yaa."


Gisella mencoba untuk membangun kan Barra dia ingin memberi makan kepada Barra agar dia bisa segera meminum obat nya.


"Kaa, bangun yaa sebentar saja yaa makan dulu dan nanti langsung minum obat yaa."


Barra yang merasa sangat kasihan sekali melihat Gisella yang mencoba untuk mengurus nya pun langsung mencoba untuk terbangun dan duduk.


Barra pun mencoba untuk makan sendiri dia tidak mau membuat Gisella kerepotan.


"Tidak apa-apa ini semua adalah tanggung jawab aku sekarang, setelah makan jangan lupa di minum obat nya yaa Kaa."


Gisella memberikan obat penurun panas di sebelah gelas.


Gisella pun memilih untuk pergi meninggalkan Barra dia menunggu Laura menelephone nya.


Barra merasa tidak enak hati kepada Gisella di saat dia selalu menyebut nama Laura padahal Gisella yang sekarang sekarang berada di samping nya.

__ADS_1


"Aku harus meminta maaf kepada Gisella dia pasti sekarang merasa sangat tidak nyaman sekali."


Barra pun mengikuti apa yang di katakan oleh Gisella dia langsung meminum obat tersebut setelah dia selesai makan.


Gisella terus saja menelephone nomber handphone Laura.


"Ahhhhhh, jawab dong Kak panggilan telephone kuu ini. Aktifkan nomor handphone nya Kaa."


Gisella merasa sangat kesal sekali ketika nomber handphone Laura yang belum juga aktif.


Gisella pun memilih untuk masuk kembali ke kamar nya dan dia melihat Barra yang sedang tertidur pulas.


Gisella menarik nafas panjang nya dia seperti merasa lega sekali dia berharap Barra bisa semakin membaik dan sembuh.


"Akhirnya dia mau makan dan meminum obat nya, sekarang semoga setelah beristirahat kondisi nya semakin membaik."


Gisella mengecek kembali suhu tubuh nya.


"37, akhirnya turun juga semoga suhu tubuh nya kembali normal."


Gisella menyelimuti kembali tubuh Barra.

__ADS_1


__ADS_2