
Laura masuk dengan mudahnya karena mereka tahu jika Laura adalah menantu Rossalinda.
Laura melihat Gisella yang baru selesai makan dan berjalan kembali menuju meja tempat dia berkerja.
Laura menghampiri Gisella dan itu membuat Gisella terkejut sekali.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini,?"
Tanya Laura dengan sangat sinis sekali.
"Aku di sini sedang berkerja bersama dengan Tante Rossa."
Melihat kedatangan Laura, Rossa pun menghampiri nya. Dia tidak mau ada perdebatan diantara mereka berdua.
"Laura, ada kepentingan apa kamu berada di sini."
Mendengar ucapan Mama mertua nya, Laura merasa dia seperti tidak suka dengan kehadiran nya.
"Apakah kehadiran ku, membuat kalian berdua tidak suka?. Aku ke sini karena ingin tahu bisnis baru Mama mertua ku."
Gisella mulai merasa jika Laura syirik kepada nya.
"Gisella begitu sangat cerdas sekali untuk mendesain gambar produk, dan Mama memberikan kepercayaan kepada nya."
Gisella pun merasa sangat tidak suka dengan kedatangan Kakak nya tersebut.
Gisella lebih memilih memalingkan wajahnya.
"Oh, seperti itu ternyata. Mama membuat bisnis tampa memberitahu aku, apakah ini tanda nya Mama ingin bersaing bisnis bersama dengan aku?."
Rossalinda tidak percaya jika Laura sampai bisa bicara seperti itu.
"Penjualan produk skincare kosmetik kuu sedang menurun ketika aku harus beristirahat total di rumah. Asisten pribadi ku tidak bisa menjalankan apa ku perintah kan dengan baik."
Laura pun memandangi kembali wajah Gisella.
"Kenapa Mama lebih memilih untuk menjalankan bisnis sendiri dari pada bergabung dengan bisnis milik kuu."
Rossalinda pun semakin di buat geram dengan pernyataan-pernyataan Laura.
"Laura kamu tidak suka Mama memperkerjakan adik kandung kamu sendiri, dasar wanita paling egois. Suami mu Barra tidak boleh bersikap baik kepada Gisella sedangkan kamu sendiri tidak memikirkan perasaan adik kamu sendiri. Pergi sana kembali ke asal mu, Mama tidak suka melihat wanita egois dan serakah seperti kamu."
Laura di usir oleh Mama mertua nya sendiri, Laura merasa sudah tidak di hargai lagi oleh Mama mertua nya sendiri.
"Baiklah, aku akan pergi dari sini tidak akan kembali lagi untuk melihat wajah kalian."
__ADS_1
Laura sudah terlalu kesal dengan sikap Mama Rossa kepada nya.
Gisella pun hanya bisa terdiam karena dia yang tidak tahu apa-apa tentang bisnis ini sebelum nya.
Rossalinda membiarkan Laura pergi begitu saja karena menurut nya, Laura yang sudah sangat sukses di bisnis nya.
Rossalinda hanya ingin membantu Gisella, karena dia juga harus bertanggung jawab atas kehamilan Gisella.
"Kenapa Laura seperti itu, tidak ada rasa kasihan dengan adik kandung nya sendiri."
Rossalinda menghampiri Gisella dia tidak mau Gisella sampai terpengaruh oleh ucapan Laura.
"Gisella jangan dengarkan ucapan Laura, lebih baik kamu berjuang dan buktikan jika kamu bisa menjadi sukses seperti Laura dengan kerja keras kamu sendiri."
Gisella pun tersenyum tersenyum manis kepada Mama Rossa.
"Iya Mam, aku tidak akan pernah mendengar perkataan Kak Laura. Karena aku punya anak yang harus aku tanggung jawab kan masa depan nya."
Rossalinda pun merasa sangat senang sekali melihat semangat dari Gisella.
"Yasudah yaa Gisell, kamu fokus saja yaa. Ada yang ingin Mama kerja kan."
Handphone Rossalinda berdering kencang dan Rossalinda pun memilih panggilan telephone dari kantor Barra.
"Dia tidak akan pernah menghubungi aku, jika tidak ada sesuatu yang sangat penting."
Rossalinda memilih menjawab panggilan telephone tersebut di ruangan pribadi nya.
*Hallo Akbar, ada apa kamu telephone aku.*
*Begini Buu, saya melihat Pak Barra dengan wajah yang seperti sudah bertengkar .*
*Barra bertengkar dengan siapa Barra bertengkar,???
*Saya tidak tahu Buu, soalnya semua pekerjaan Pak Barra dia berikan kepada Asisten pribadi nya Melati dan Pak Barra langsung meninggalkan kantor dengan menggunakan masker hitam.*
*Baiklah, sekarang saya menuju ke kantor*
"Dengan siapa Barra bertengkar, Barra tidak pernah punya musuh sebelumnya."
Rossalinda pun dengan sangat cepat sekali pergi dari kantor nya, tampa berpamitan terlebih dahulu kepada Gisella.
"Barra, kenapa kamu membuat Mama sangat panik. Siapa yaa yang membenci Barra selama ini hubungan Barra baik-baik saja dengan semua rekan bisnis nya."
Rossalinda mencoba untuk menghubungi Nomer handphone Barra.
Dan Barra yang sedang berada di rumah sakit.
"Mama, seperti nya Mama mengetahui semuanya."
__ADS_1
Barra mengabaikan panggilan telephone dari Mama nya dia lebih memilih untuk mengirimkan pesan.
*Maaaf Mam, sekarang aku sedang berada di rumah sakit. Aku baik-baik saja hanya sedikit memar di wajah.*
Rossalinda yang membaca pesan tersebut pun langsung tidak habis pikir dengan Barra.
"Dia bilang baik-baik saja dengan wajah memar, astaga Barra apa yang sebenarnya terjadi dengan kamu."
Rossalinda pun memilih untuk pergi ke kantor nya, dia ingin menanyakan langsung kepada Asisten pribadi Barra.
Sesampainya di kantor Rossalinda dengan sangat cepat berjalan menuju ke ruangan Barra.
Di saat masih ada Melati yang sedang membereskan berkas-berkas milik Barra.
Rossalinda langsung mengambil salah satu berkas tersebut dan dia melihat hari adalah jadwal pertemuan dengan perusahaan yang akan berkerja sama dengan Barra.
Rossalinda membaca siapa orang yang akan berkerja sama dengan Barra.
"Erlangga Rangga, seperti nya aku pernah mendengar nama tersebut."
Rossalinda pun langsung terdiam sambil berpikir nama Erlangga Rangga.
Melati menghampiri Rossalinda dan Rossalinda pun langsung menatap wajah Melati.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Barra, apakah kamu mengenal Erlangga Rangga."
Melati menggelengkan kepalanya sambil menundukkan kepala nya.
"Erlangga Rangga di mana aku mendengar nama itu, di mana yaa."
Rossalinda duduk dan membaca biodata tentang Erlangga Rangga dan ternyata biodata tersebut ada foto nya.
"Lelaki ini, lelaki yang datang di acara perayaan kehamilan Laura. Dia datang bersama dengan Gisella dan mengaku jika itu adalah suami Gisella, lalu kenapa yaa dia bersikap keras terhadap Barra."
Rossalinda mengambil handphone nya, dia mengirimkan pesan untuk Barra.
***Barra, sebenarnya siapa Erlangga Rangga itu. Kenapa dia bersikap keras terhadap kamu.
*Erlangga Rangga adalah mantan kekasih Gisella, dan dia mengetahui jika aku itu adalah suami Gisella yang tidak bertanggung jawab**.
Rossalinda pun terkejut ketika rekan bisnis Barra mengetahui rahasia tersebut.
"Bagaimana jika dia membongkar rahasia tersebut dan membuat berita ke media sosial, maka perusahaan Barra akan terkena imbas nya."
Rossalinda yang mencoba untuk merahasiakan pernikahan kontrak tersebut dari media.
Dia tidak menyangka jika ada orang yang mengetahui nya, aplagi orang tersebut adalah rekan bisnis Barra.
"Tapi tahu dari mana dia tentang pernikahan ini, pasti ada seseorang yang memberitahu nya. Tidak mungkin Gisella dia tidak mungkin bercerita semua nya."
__ADS_1
Rossalinda merasa sangat pusing sekali.