
Satu bulan kemudian rencana pernikahan Barra dan Gisella pun akan segera di laksanakan.
Gisella begitu sangat gugup sekali untuk menghadapi hari yang sangat spesial sekali di kehidupan nya.
"Aku tidak pernah se gugup ini, dua hari lagi adalah hari pernikahan ku dengan Kak Barra, Tapi kenapa aku merasa sangat tidak nyaman sekali dan apakah Kak Laura masih belum mengetahui nya. Persamaan sangat tidak nyaman sekali sekarang."
Rossalinda melihat ekspresi wajah Gisella yang seperti sangat gugup sekali dan juga seperti sedang memikirkan sesuatu hal.
"Gisella kamu baik-baik saja kan, kamu jangan sampai sakit yaa Nak. Kamu harus tetap sehat agar semua berjalan dengan sangat lancar dan baik."
Gisella menganggukkan kepalanya seperti ragu.
"Seperti nya hari aku ingin pergi bersama dengan Tiara Buu, aku ingin menyegarkan diri ku sendiri ku agar aku lebih baik lagi."
Dalam hati Rossalinda seperti tidak menginginkan keinginan Gisella untuk pergi bersama dengan Tiara karena hari yang mendekati dengan pernikahan nya.
"Lebih baik kamu bicarakan dengan Barra dulu yaa sayaaaaang, karena Mama lebih percaya dengan jawaban dari Barra karena Barra sekarang ada calon suami mu."
__ADS_1
Gisella pun langsung menghampiri Barra yang sedang bersiap untuk pergi ke kantor.
"Kak Barra, boleh kah hari ini aku pergi bersama dengan Tiara berdua. Aku ingin sekali bisa menghirup udara segar karena semenjak perceraian itu aku hanya diam rumah saja dan pekerjaan di kantor pun oleh Mama."
Rossalinda yang tidak menginginkan Gisella sampai bertemu dengan Laura jadi lebih memilih untuk melarang Gisella keluar dari rumah nya, hampir satu bulan lamanya.
"Tapi kamu pergi bersama dengan Suster Dina yaa, kamu jangan hanya berdua saja dengan Tiara. Jika hanya berdua aku tidak mengijinkan nya yaa Gisella."
Barra sebenarnya dia merasa berat hati sekali ketika mengijinkan Gisella untuk pergi, walaupun itu sangat dekat dengan rumah nya.
"Suster Dina, aku sebenarnya tidak mengijinkan tapi aku juga kasihan sekali melihat Gisella yang hanya diam di rumah saja, tolong jaga baik-baik Gisella karena Gisella itu adalah incaran Laura setelah Laura tahu dengan rencana pernikahan kami. Jika terjadi sesuatu hal kamu langsung hubungi saya yaa."
Suster Dina pun menggangukan kepalanya dia harus bisa memperhatikan orang-orang yang ada di sekitar nya.
Suster Dina harus mengingat wajah Laura.
Gisella pun terlihat sangat bersemangat sekali dia mengendong Tiara.
__ADS_1
"Tidak usah hawatir, ini dekat sekali loh dengan rumah ini. Dan di sana juga banyak sekali orang-orang dan aku juga pasti bisa melawan Kak Laura kok."
Barra mencium kening Tiara dan mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil untuk bersiap pergi.
Rossalinda terus saja memandangi mobil tersebut dan Barra melihat kehawatir di wajah Mama nya.
"Sudah Mam, kita berpikir positif saja. Gisella dan Tiara hanya di dekat rumah kita saja tidak jauh."
Rossalinda pun mencoba untuk menenangkan pikiran dia begitu sangat sayang sekali dengan Gisella.
***
Laura mendengar kabar jika Barra dan Gisella akan menikah, Laura yang sedang berada di kantor nya.
Dia berpura-pura tidak mendengar perkataan para pegawai tapi di dalam hati nya Laura begitu sangat panas sekali mendengar hal yang.
Laura terus saja mendengarkan percakapan mereka sampai selesai.
__ADS_1