Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *143*


__ADS_3

Barra mengantarkan Gisella pulang ke rumah nya, di perjalanan Gisella memilih untuk diam saja tetapi Gisella duduk di kursi depan sehingga Barra bisa mengobrol dengan Gisella.


Barra merasa sangat kebingungan sekali membicarakan apa yang akan dia katakan dengan Gisella.


Barra melihat Gisella yang sangat fokus sekali dengan handphone nya.


"Gisella bagaimana dengan Rangga,? apa dia selalu saja ingin bersama dengan kamu."


Gisella menyimpan handphone nya ketika Barra bertanya tentang Rangga.


"Rangga tidak akan pernah lagi bersama dengan aku, karena sekarang Rangga sudah bertunangan dengan wanita pilihan orang tua nya."


Barra melihat wajah kesedihan pada Gisella walaupun Gisell mencoba untuk tenang untuk menjawab pertanyaan dari Barra.


Barra merasa jika Gisella masih belum bisa melupakan Rangga mantan nya.


"Semoga saja Rangga bahagia bersama dengan wanita pilihan orang tua nya."


Perkataan Barra membuat Gisella tersenyum.

__ADS_1


"Gisella, kamu tidak apa-apa sekarang hanya dengan Ayah saja. Karena ibu yang menginap untuk menemani Laura. Tapi kamu tenang saja yaa besok aku akan membawa dua suster untuk merawat Gisella sehingga Gisella Ibu bisa segera pulang untuk menemani kamu."


Gisella merasa jika Laura begitu sangat beruntung sekali dia memiliki suami yang sangat sayang perhatian kepada nya.


Pantaslah jika Laura sangat ketakutan sekali kehilangan Barra.


"Iyaa terimakasih banyak, tapi aku bisa sendiri walaupun Ibu berada di sana. Aku sudah jarang sekali mengalami keluhan di kehamilan ku yang mau memasuki usia 5 bulan ini. Aku sudah jarang sekali merasakan mual-mual dan muntah."


Barra merasa bahagia sekali ketika kandungan Gisella yang sehat.


Mereka berdua pun sampai di depan rumah Gisella.


Gisella pun langsung membuka pintu mobil tersebut dan berjalan menuju ke rumah nya.


"Hati-hati Gisella dan selalu sehat buah hati ku yang sudah 5 bulan di perut ibu muuu, Papa tidak sabar menunggu kehadiran muu."


Barra pun memilih untuk kembali ke rumah nya, dia juga ingin melihat kondisi Laura.


"Besok aku sudah mulai sibuk berkerja tadi aku merasa sangat kesal sekali dengan Laura, sekarang perasaan ku sudah membaik dan aku bisa kembali bersikap baik kembali dengan Laura."

__ADS_1


Riana keluar dari kamar Laura dia melihat Laura sudah membaik.


Barra melihat Riana yang baru saja keluar dari kamar nya.


"Seperti nya ibu sudah bersama dengan Laura dan menasehati nya, semoga saja Laura menjadi lebih baik lagi dan persamaan tidak berubah-ubah lagi."


Barra membuka pintu kamar nya dia melihat Laura yang sedang berdiri di depan jendela kamar nya.


Barra pun memeluk Laura dari belakang dan Laura pun langsung melepaskan pelukan tersebut.


Laura menatap tajam wajah suaminya dan membuat Barra merasa sangat kebingungan sekali.


"Mas aku ingin keluar dari rumah ini, aku kita mencari rumah untuk kita berdua."


Perkataan Laura membuat Barra sangat terkejut sekali.


"Laura kenapa kamu tiba-tiba saja berkata seperti itu,? kenapa kamu ingin kita keluar dari rumah ini. Jika kita keluar dari rumah ini itu tandanya kamu ingin meninggalkan Mama Rossa sendiri di rumah ini."


Laura terdiam mendengar perkataan dari suami dengan kata-kata yang sama setiap dirinya mengajak untuk keluar dari rumah nya.

__ADS_1


__ADS_2