
Dan ternyata hasilnya Barra di nyatakan sehat tidak memiliki penyakit yang menjadi penghalang program kehamilan yang sedang mereka berdua lakukan.
"Mas ini artinya aku bisa hamil Mas, aku mempunyai peluang untuk bisa menjadi seorang Ibu."
Laura begitu sangat bahagia sekali dia memeluk erat tubuh Barra.
Dan Barra hanya bisa tersenyum manis ketika melihat Laura yang begitu sangat senang sekali.
Di saat Laura bahagia karena Barra yang baik-baik saja, Gisella mencoba untuk menahan rasa mual pusing yang sedang di rasakan.
"Nak, kuat yaa sayaaaaang jangan seperti ini yaa. Bunda di sini hanya sendirian tidak ada yang menemani Bunda di sini."
Gisella terus saja mengelus perut nya sambil mengajak bicara janin yang ada di dalam perut nya.
Ketika Gisella sedang mengelus perut nya tiba-tiba saja terdengar suara bell.
"Seperti nya itu adalah Mama Rossa, dia datang lagi ke sini."
Dengan sangat perlahan Gisella pun membuka pintu tersebut dan ternyata itu adalah Mama Rossa.
Mama Rossa terkejut ketika melihat wajah Gisella yang semakin pucat.
"Gisella, kamu baik-baik saja kan."
Mama Rossa memegang kedua pipi Gisella.
"Kamu kelihatan kurus sekali, apa kamu sudah berobat?."
Wajah Mama Rossa sangat hawatir sekali.
"Aku baik-baik saja Mam dan tadi aku sudah berobat kok Mam, kalau masalah aku kelihatan kurus yaa karena selera makan aku sedang menurun."
Rossalinda merasa jika ada yang di sembunyikan oleh Gisella.
"Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan Gisella,? jangan seperti itu kamu harus jujur apapun yang terjadi."
Gisella memilih untuk berbohong untuk bisa menyembunyikan kehamilan nya.
"Aku berkata jujur kok Mam, aku tidak apa-apa."
Gisella mencoba untuk meyakinkan Mama Rossa.
"Gisella kamu merasa nyaman tinggal di sendirian,? jika kamu ingin kembali ke rumah orang tua kamu tidak apa-apa silahkan saja."
Gisella menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
"Tidak Mam, aku sangat nyaman sekali di sini dan aku ingin merasakan hidup mandiri."
Rossalinda memberikan ATM kepada Gisella.
__ADS_1
"Pakai ATM itu yaa, kamu bisa membeli apapun yang kamu inginkan."
Gisella yang sebelumnya sudah di beri ATM oleh Barra pun menolak ATM pemberian Mama Rossa.
"Aku sudah di berikan ATM oleh Kak Barra, dan itupun belum aku pakai."
Rossalinda merasa sangat terkejut sekali melihat kejujuran Gisella dan langsung bisa melihat kepribadian Gisella yang sangat baik sekali.
"Kamu wanita yang baik, bukan wanita yang materialistis. Mama sangat suka sekali dengan sikap kamu ini."
Rossalinda memperhatikan Gisella yang selalu memegang perut nya.
"Kenapa kamu memegang terus perut kamu terus Gisella,? apakah kamu sakit di bagian perut."
Gisella langsung tidak memegang kendali perutnya.
"Aku lapar Mam tapi kalau makan aku merasa sangat mual sekali bahkan ingin muntah, Dokter bilang aku punya penyakit lambung yang sudah kronis."
Rossalinda pun langsung pergi ke kapur dia berniat untuk membuatkan teh manis hangat untuk Gisella.
Dan Gisella pun memilih untuk duduk di atas tempat tidur nya karena dia merasa sangat pusing dan mual.
"Minum teh manis hangat ini Gisella, perut kamu tidak boleh kosong. Kamu harus memaksa kan untuk bisa tetap makan yaa."
Gisella pun meminum teh manis hangat tersebut secara perlahan-lahan dan sampai akhirnya teh manis hangat itu pun habis.
Dan dia pun tidak bisa membayangkan jika Mama Rossa mengetahui jika dirinya sedang hamil anak Barra.
"Terimakasih banyak yaa Mam, Mama baik sekali dengan aku. Mama sangat perhatian sekali dengan aku dan sering datang ke sini untuk melihat kondisi aku."
Rossalinda hanya tersenyum tipis kepada Gisella.
Rossalinda menyuruh Gisella untuk beristirahat dan menyelimuti tubuh nya.
"Kamu harus minum susu harus di paksakan minum susu pagi dan malam, Mama pergi dulu ya kamu baik-baik di sini. Jika terjadi sesuatu cepat hubungi Mama."
Rossalinda pun pergi meninggalkan Gisella sendiri, Gisella tidak menyangka jika Mama Rossa bisa sebaik itu kepada dirinya.
"Mama Rossa baik sekali yaa, aku merasa sangat beruntung sekali."
Gisella memilih untuk beristirahat dia mematikan lampu kamar nya.
Rossalinda masih saja terdiam di depan pintu Apartemen Gisella, dia merasa tidak tega untuk bisa meninggalkan Gisella.
"Gisella, kamu tidak bisa membohongi perasaan seorang ibu juga. Kenapa Gisella menyembunyikan nya pasti ada penyebabnya. Lebih baik nanti aku cari tahu sendiri sekarang aku harus fokus pada kondisi Gisella seperti nya dia mengalami mual muntah yang sangat parah."
Rossalinda memilih untuk kembali ke rumah nya, ketika dia masuk ke dalam rumah nya dia melihat Laura dan Barra yang seperti sangat senang sekali.
Rossalinda pun langsung menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
"Kalian seperti sangat bahagia sekali, apakah kamu sudah hamil Laura."
Laura yang sebelumnya tersenyum bahagia pun seketika langsung terdiam.
"Kertas putih apa itu yang kamu pegang."
Rossalinda mengambil kertas putih tersebut dari tangan Laura dan membaca nya.
"Oh, jadi kamu merasa curiga jika Barra penyebab dari sulit nya kamu hamil?. Tapi lihat ini hasilnya Barra sehat kan."
Rossalinda memilih untuk mengembalikan kertas tersebut kepada Laura.
Laura terlihat sangat sedih sekali ketika mendengar perkataan Mama Rossa.
Barra pun langsung merangkul Laura.
"Sudah yaa kamu jangan menangis seperti ini, lebih baik kamu lebih semangat lagi untuk bisa membuktikan bahwa kamu bisa hamil."
Barra menghapus air mata yang mengalir di pipi Laura.
"Iyaa Mas aku akan terus berjuang untuk bisa hamil aku pasti bisa menjadi seorang ibu."
Barra tersenyum manis ketika bisa melihat Laura tersenyum kembali.
"Yasudah lah baik sekarang kita mandi dan langsung makan malam yaa."
Baraa dan Laura pun masuk ke dalam kamar nya.
Tapi Barra merasa ada yang aneh dengan sikap Mama nya seperti sedang terjadi sesuatu yang di sembunyikan oleh Mama Rossa.
"Laura kamu mandi duluan yaa, aku mau menghampiri Mama. Seperti nya ada sesuatu yang terjadi."
Barra pun keluar dari kamar dan berjalan menuju ke kamar Mama nya.
Laura berharap tidak terjadi apa-apa dengan Mama Rossa.
Barra mengetuk pintu kamar Mama nya.
"Masuk lah Barra."
Barra pun langsung masuk ke dalam kamar Mama nya.
"Ada apa kamu kemari,? ada yang ingin kamu ceritakan kepada Mama."
Rossalinda menatap tajam wajah Barra.
"Aku merasa sudah terjadi sesuatu dengan Mama, sikap Mama yang tadi kepada Laura itu tidak seperti biasa nya."
Barra kelihatan begitu sangat serius sekali tapi Rossalinda memilih untuk tidak memberitahu kepada Barra jika Gisella sedang hamil anak nya, karena hanya akan membuat Laura despresi.
__ADS_1