Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode *170*


__ADS_3

Gisella masih saja terus terdiam di sepanjang perjalanan menuju ke Rumah Sakit.


Baraa merasa sangat senang sekali ini pertama kali dia mengatakan Gisella untuk cek kandungan nya.


"Gisella, apakah ini adalah pemeriksaan mu yang terakhir kali nya. Dan selanjutnya kamu akan proses persalinan."


Gisella menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis kepada Barra.


"Semoga saja sekarang kondisi kehamilan baik-baik saja, sehingga tidak ada kendala untuk aku harus pergi ke Rumah Sakit lagi."


Barra memperhatikan kandungan Gisella yang semakin membesar dan dia pun tersenyum.


Barra berharap tidak terjadi apa-apa dengan kandungan Gisella.


"Gisell, aku meminta maaf atas perilaku Laura yang semakin hari semakin tidak bisa di bayangkan. Kak Barra sangat hawatir sekali dengan kamu dan memilih untuk mengantarkan kamu ke rumah sakit sekarang."


Gisella pun merasakan getaran gerakan yang sama luar biasa sekali, dia terus saja mengusap perut nya.


Karena gerakan aktif yang tiba-tiba saja terasa.


Barra memperhatikan wajah Gisella yang seperti dengan menahan sesuatu.


Barra pun memilih untuk memberhentikan mobilnya secara mendadak.


"Gisella, kamu baik-baik saja kan?. Kamu tidak apa-apa kan,? Gisella jangan membuat hawatir seperti ini."


Barra memberanikan diri untuk memegang perut Gisella, dan seketika Barra pun merasa gerakan aktif anak tersebut.


"Dia bergerak aktif sekali Gisella, anak kita bergerak sangat aktif sekali."


Gisella melihat wajah Barra yang sangat senang sekali, Barra terus saja mengelus perut besar Gisella.


"Sayaaaaang, ini Papa Nak. Ini Papa. Maafkan Papa yang baru bisa menyentuh kamu dan berbicara dengan kamu yaa sayaaaaang. Baik-baik di dalam perut Ibu yaa sehat-sehat selalu sampai proses persalinan nanti kita akan bertemu yaa sayaaaaang."


Barra mengelus dan mencium perut Gisella, mata Gisella pun berkaca-kaca ketika melihat Barra yang menyentuh perut nya.


"Apakah setiap hari dia bergerak aktif seperti ini,? apakah kamu merasa kesakitan ketika dia bergerak sangat aktif begini."


Gisella seakan tidak bisa berkata-kata apa-apa dia terus saja memandangi wajah Barra

__ADS_1


"Gisella,? maafkan aku yaa tidak bisa selalu bersama dengan kamu. Dan aku berterima kasih sekali kamu mau mengijinkan aku untuk mengelus perut besar ini."


Barra memilih untuk melanjutkan perjalanan nya ke rumah sakit.


"Wahhh, Papa merasa tidak sabar sekali ini cepat sampai Nak. Ingin melihat kamu sayang."


Barra kembali mengelus perut besar Gisella.


"Semoga saja semua nya baik-baik saja yaa Kak."


Akhirnya mereka pun sampai di depan Rumah Sakit besar yang di sarankan oleh Dokter Rivan.


Barra begitu sangat hati-hati sekali ketika dia membawa Gisella turun dari mobil nya.


"Gisella apa kamu ingin memakai kursi roda, agar kamu tidak kecapean untuk berjalan."


Gisella menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah Kak, justru di saat kehamilan yang sudah membesar seperti ini aku harus banyak bergerak karena aku sangat menginginkan persalinan secara normal."


Barra pun dengan sigap langsung menuntut tangan Gisella, dia begitu sangat berhati-hati sekali.


"Apa harus bahagia dengan apa yang sudah di lakukan oleh Kak Barra kepada kuu, dia begitu sangat perhatian sekali dan penuh dengan rasa dan perasaan. Dia adalah Ayah dari anak ku ini tapi dia bukan suami ku seutuhnya, apa yang sekarang dia lakukan kepada ku ini untuk anak ku bukan untuk kebahagiaan diri ku."


Ucap Gisella di dalam hati kecil nya sambil tersenyum memandangi wajah bahagia Barra.


Barra pun dengan setiap menunggu nama Gisella di panggil setelah dia sudah mendaftar semua nya.


Dan akhirnya nama Gisella pun di panggil, Barra langsung menggenggam erat tangan Gisella untuk masuk ke dalam ruangan tersebut.


Gisella di persilahkan untuk naik ke tempat yang akan di lakukan USG.


Dokter tersebut pun tersenyum ketika melihat hasil UGS Gisella.


"Semua nya bagus yaa Buu, BBJ normal air ketuban cukup dan bayi nya sangat aktif sekali yaa. Dan bayi ibu dan bapak berjenis kelamin perempuan. Posisi kepala pun sudah di bawah dan semoga saja proses persalinan berjalan dengan normal dan lancar."


Barra pun seketika meneteskan air mata nya, ketika mendengar penjelasan dari Dokter.


Barra membayangkan jika anak masih hidup dia akan mempunyai dua orang anak lelaki dan perempuan seperti kembar.

__ADS_1


Gisella pun tersenyum bahagia sekali dia tidak menyangka sebentar lagi dia akan bertemu dengan bayi nya.


"Bapak harus terus memperhatikan istri nya yaa Pak, dalam makanan yang dia konsumsi dan mungkin akan lebih sering mengalami kontraksi palsu. Pokoknya bapak harus menjadi seorang suami yang siaga."


Barra pun langsung memandangi wajah Gisella.


"Iya Dok, saya akan menjadi suami yang siaga dan bertanggung jawab terhadap istri saya."


Selesai pemeriksaan Gisella dan Barra pun keluar dari ruangan tersebut.


Barra terus saja tersenyum manis kepada Gisella.


"Gisella sekarang kita harus membeli semua peralatan untuk kelahiran baby girl yaa, kamu jangan menolak."


Gisella pun mengikuti apa yang di katakan oleh Barra, mereka pergi untuk mencari baju perlengkapan bayi.


Ketika melihat Barra dan Gisella keluar dari ruangan nya.


Dokter tersebut mengirimkan pesan kepada Dokter Rivan.


*Pasien atas nama Gisella Meriska sudah datang dia di temani oleh suaminya, kondisi kandungan nya pun sangat baik sekali. Dan sekarang mereka berdua sudah pergi.*


Membaca pesan tersebut membuat Dokter Rivan merasa sangat senang sekali.


"Akhirnya Gisella dan Barra bisa bersama, Barra bisa menemani Gisella dan Barra bisa melihat kondisi bayi nya secara langsung. Aku harus bisa membuat mereka berdua selalu bersama seterusnya."


Dokter Rivan pun mulai bersiap-siap untuk pergi ke Rumah Sakit.


Barra begitu sangat bersemangat sekali ketika mereka berdua akan membeli perlengkapan bayi.


"Gisella nanti kita dekorasi juga yaa kamar kamu dengan karakter hello Kitty pink itu pasti sangat lucu sekali dan kamar kamu pun kita ganti cet nya dengan warna pink."


Barra pun segera menjalankan mobil nya dia sangat tidak sabar sekali untuk sampai di toko perlengkapan bayi.


Gisella hanya bisa tersenyum saja ketika melihat Barra yang sudah menyebutkan barang-barang yang akan mereka beli.


Gisella kembali merasakan kebahagiaan nya di hari itu, satu hari yang sangat berkesan sekali untuk dirinya.


"Aku bahagia ketika aku bersama dengan nya, walaupun mungkin hanya di hari ini saja. Aku bahagia di saat Kakak yang tidak menggangu ku di satu hari ini saja, Apakah aku sedang berbahagia di atas kesedihan Kakak ku sendiri."

__ADS_1


Gisella lebih memilih untuk berbicara di dalam hati nya untuk mengungkapkan perasaan hati nya sekarang.


__ADS_2