Selimut Cinta Adik Ipar

Selimut Cinta Adik Ipar
Episode (118)


__ADS_3

Laura terlihat sangat segar sekali dia sudah bisa pulang, tensi darah nya pun sudah normal.


Barra memandangi wajah Laura dia tidak menyangka Laura akan seperti ini.


"Ayo Mas, kita pulang. Kita buka lembaran baru sekarang yaa. Kehidupan kita bertiga di mulai dari sekarang."


Barra hanya bisa terdiam saja dia memikirkan sesuatu, dia sangat mencintai Laura dia tidak mau kehilangan Laura tapi dia juga tidak bisa melupakan Gisella yang berkorban untuk rumah tangga nya.


Barra menginginkan sikap baik Laura kepada Gisella.


Barra membukakan pintu mobil nya, Laura pun masuk ke dalam mobil tersebut.


"Kenapa yaa Mama Rossa tidak ada untuk melihat aku di rumah sakit, kenapa yaa dia selalu saja seperti itu kepada kuu tidak ada rasa hawatir nya sama sekali. Padahal aku ini sekarang sedang hamil cucu pertama nya."


Laura terlihat emosional kembali kepada Mama Rossa.


"Sudahlah Laura, yang paling penting sekarang kamu sudah sehat kembali yaa. Dan jangan emosional lagi nanti tensi kamu tinggi kembali."


Laura mendengar perkataan Barra yang sangat ketus sekali.


Pikiran Barra terus saja kepada Gisella, dia memikirkan bagaimana Gisella bisa berjuang untuk bisa membiayai dia sehari-hari dan juga untuk kehamilan nya.

__ADS_1


Sedangkan Gisella tidak mau menerima uang transferan dari Barra, dan bahkan akan mengembalikan uang 100 juta pemberian Mama nya.


"Mas, kamu sedang memikirkan sesuatu yaa. Kamu sedang memikirkan Gisella yaa dan kehamilan nya itu kamu tenang saja Mas. Aku tidak akan se jahat yang kamu pikirkan, aku tahu Gisella yang belum punya penghasilan dan aku pun pasti memperhatikan nya aku akan memberikan uang untuk kebutuhan Gisella kepada Ibu."


Laura tersenyum manis kepada Barra dan merasa Barra merasa jika Laura akan kembali seperti dulu.


Mereka berdua pun sampai di depan gerbang rumah nya, Barra membuka kan pintu mobil untuk Laura.


"Terimakasih banyak yaa Mas."


Laura benar-benar terlihat sangat bahagia sekali.


Rossalinda menunggu kedatangan Laura dan Barra di depan pintu rumah nya.


"Laura, kamu baik-baik saja kan?."


Rossalinda memegang perut Laura yang masih belum terlihat besar.


"Kandungan kamu tidak apa-apa kan,? kamu tidak mengalami pendarahan di saat kamu terjatuh pingsan."


Laura tersenyum ketika Rossalinda yang mulai memperhatikan nya.

__ADS_1


"Kandungan ku baik-baik saja kok Mam, Mama tidak usah hawatir yaa. Aku hanya mengalami hipertensi dan itu yang membuat aku sering sekali pusing."


Rossalinda melihat wajah Barra yang tidak seperti biasa nya, wajah Barra yang lebih terlihat datar kepada Laura.


"Yasudah yah Mam, Laura harus istirahat dulu yaa Mam."


Barra membawa barang-barang Laura ke dalam kamar.


"Aku ke kamar dulu ya Mam."


Laura pun masuk ke dalam kamar nya, dia membuka pintu lemari nya untuk mengganti baju nya.


Dan tiba-tiba saja dia melihat sesuatu di dalam lemari pakaian nya.


Sebuah kotak berwarna putih dengan pita pink yang sangat indah sekali.


Laura pun langsung mengambil kotak mewah tersebut dan membuka nya.


Laura sangat terkejut sekali ketika melihat sebuah gelang yang sangat mewah sekali.


Laura langsung menghampiri Barra dia mencium pipi suaminya itu.

__ADS_1


"Terimakasih banyak yaa Mas, ini sangat indah sekali dan aku sangat menyukai nya."


Laura pun langsung memakai gelang tersebut dan Barra hanya tersenyum tipis kepada Laura


__ADS_2